Wahabi Musuh Islam

Diambil dari http://mevlanasufi.blogspot.com

Musuh Islam Sebenarnya dan Bagaimana Mengenalinya

Musuh Islam sebenarnya saat ini bukan hanya Yahudi, Nasrani, Komunis tetapi juga sesame muslim sendiri. Kebanyakan dari golongan muslim yang menghancurkan Islam, mereka tidak menyadari bahwa tindakannya hanya akan menghancurkan Islam itu sendiri. Berkumpul bersama mereka, berdiskusi, atau bahkan hanya melihat mereka, dapat membawa kegelapan dihati kita. Berdebat dengan mereka adalah tindakan yang terburuk.

Dibalik perhatian mereka yang baik terhadap ibadah mereka, dan hanya Allah swt dan nabi saw yang mengetahuinya, mereka tak dapat menolong diri mereka sendiri untuk menjadi korban dari ibadahnya sendiri. Muslim yang tumbuh dalam lngklungan islam dan semenjak kecil dalam didikan sekolah Islam hingga ketingakt universitas, kurikulum agama islam yang mereka pelajari berdasarkan akidah yang akan menghancurkan Islam itu sendiri.

Media massa, televise, radio , surat kabar, walaupun merupakan program yang sangat relijius, juga artikel mereka di surat kabar merupakan hal yang sangat mendistorsikan pemahaman keislaman. Dan hal ini tak dapat mengangkat citra islam bahkan membuat perpecahan dikalangan umat Islam sendiri. Tetapi mereka masih mengatakan hal itu sesuatu yang islami.

Jangan harapkan mereka, kecuali keburukan saja dari golongan seperti ini. Allah swt telah menuliskan bimbingan dan epetance, bahwa hanya dengan rasa memiliki kepada nabi saw melalui barakah Awliya, mereka dapat menghitung kehidupannya dan melalui pandangan ampunan dan meletakan mereka dibawah sayap intercession.

Dalam pandangan saya , saya hanya melihat satu cara bagaimana menghadapi mereka di Amerika dan didunia barat, dan hal itu adalah dengan cara menjauh dari mereka dan peringati masyarakat tentang mereka. Seoarng syaikh yang saya ketahui mengatakan kepada para murid-muridnya untuk menjauhi mereka, mereka adalah musuh sesungghnya bagi Islam, dan berbicara dengan mereka akan membawa kegelapan pada hati, bahkan pada seluruh sisa umur kehidupan mereka. Dan butuh waktu seratus tahun untuk membersihkan racun dari hati akibat racun dari ibadah mereka.

bagaimana cara mengenali mereka? Disini ada beberapa elemen dasar ciri-ciri mereka sehingga kita dapat menghindari mereka dalam kehidupan didunia maupun diakherat nanti. Insya Allah. Satu-satunya harapan untuk Islam di bumi ini adalah….dst

1. Salat mereka tidak sesuai dari salah satu dari ke empat mazhab dalam islam. Khususnya ketika mereka mengangkat tangan mereka setelah ruku dan menyilangkan tangan mereka diantara ruku dan sujud.

Cara mereka ketika Tashahhud ( ketika duduk tahiyat) dan menggerakan jari telunjuk mereka terus menerus selama tasahud tersebut. Pemahaman mereka terhadap sunah Mustafa, hadist Nabi saw, sangat kontradiksi dengan dengan seluruh mazhab meskipun mereka menggunakan hadist yang sama yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,” Nabi saw menggerakkan telunjuknya ketika tashahud. Beberapa mazhab hanya menggerakkan tangan sekali saja, kecuali mazhab Maliki dalam seluruh tashahud tetapi hanya menggerakkan kekiri dan kekanan tidak keatas dan kebawah. Mereka membuat cara yang baru dengan menggerakn telunjuk kesegala arah yang sangat bertentangan dengan cara-cara yang disebutkan dalam ke 4 mazhab.

Mereka tidak mengangkat tangan mereka ketika berdoa, mereka tidak menutup kepala mereka ketika solat atau dalam keseharian mereka, meskipun telah diketahui selama berabad-abad, bahwa lelaki yang tidak menutupi kepalanya adalah seperti mereka yang telah kehilangan harga diri dan kehormatannya ( Makhrum al –Muru’a). Mereka tak pernah memakai surban, yang merupakan sunnah Nabi saw, yang selalu digunakan oleh para sahabah dan tabi’in.

Dalam beberapa acara mereka memakai Iq’al. Yang sangat bertentangan dengan sunah, tidak pernah Nabi saw menggunakan Iq’al selama hidupnya.

Mereka tidak pernah melakuakn Shalat Israq, 2 rakaat sunah setelah matahari terbit, Bila hal ini masih belum cukup untuk mengenali tanda-tanda mereka dan menghindari berkumpul bersama mereka bahkan menjauh dari mereka, maka ada beberapa cirri-ciri mereka lainnya seperti disebutkan dibawah ini.

Mereka berkata, bahwa solat mereka hanya mengikuti Quran dan sunah saja. Berarti kehidupan Islam yang dibangun muslim selama lebih dari 13 abad, sebelum faham mereka muncul pada tahun 1930 an mereka katakan tidak mengikuti Quran dan Sunah. Tetapi mereka juga mengatakan kembali kepada sunah adalah keharusan, jangan dengarkan para Imam 4 mazhab atau ulama islam lainnya, siapapun mereka.

Mayoritas muslim akan berpegangan pada Ulama Besar Islam dijaman awal yang mengatakan,” Jika kalian melihat apa yang saya katakan dan hal itu bertentangan dengan sunah Nabi saw, maka abaikan apa yang saya katakan, dan ikuti sunah saja”. Kata-kata ini menggambarkan betapa rendah hatinya ulama besar jaman awal yang tidak ingin menonjolkan diri, tetapi saat ini mereka menghantam saja. Mereka tidak memperhatikan , bahwa Imam yang mengatakan hal ini juga mengatakan,” Jika Nabi saw meninggalkan ku meski hanya satu malam, saya akan menganggap diriku sebagai hipokrit”. Ini adalah ucapan Abu Hanifa Ibn Numan, mudah-mudahan Allah merahmatinya.

Mereka juga berkata,”Mereka adalah manusia biasa dan kita juga manusia”. Kita tahu saat ini yang mereka tak tahu. Yang paling moderat diantara mereka adalah mereka yang tidak berbicara negative mengenai Imam ke 4 mazhab, meskipun demikian mereka tetap tidak mengikuti kebiasaan Imam ke-empat Madzhab tsb. imam tsb. Mereka mengikuti cara mereka sendiri berdasarkan buku terkenal Sifat Salat Nabi saw, oleh Nasrudin al Albani, Albani bahkan tidak pernah bisa membuktikan bahwa ia telah mendapat Ijazah untuk mengajar dari gurunya, tentu saja saya lebih mengikuti Imam Malik, Abu Hanifa, Imam Syafi’I atau Ibn Hambali.

Satu dari argument terburuk mereka, adalah bertanya mengenai dalil dari Al-Quran dan Sunah yang menjadi pedoman para Ulama Besar tadi. Mereka tidak mengerti bahwa Al-Quran dan Sunah adalah pilar yang mana antaralainnya terbukti termasuk juga Qiyas, Ijma’a, Qaul para Sahabat. Dan juga yang tak kalah pentingnya adalah Maaruf, atau berdasarkan pendapat orang yang memiliki moral yang baik dan setuju bahwa amalan tersebut adalah baik.

Jika kalian bertanya kepada mereka mengenai kebiasaan muslim di seluruh dunia memperingati hari kelahiran atau Mawlid Nabi, maka mereka akan mengatakan Bid’ah.

Masjid-masjid mereka hanya memiliki dinding yang putih saja, padahal rumah dan kantor mereka penuh hiasan kaligrafi. Tak perlu bertanya kepada mereka mengapa demikian, karena mereka tak akan menjawabnya. Mereka mungkin saja sangat dermawan dan kaya, tetapi berhati-hatilah apa yang mereka katakan dibelakang kalian jika kalian mengatakan bahwa kalian adalah murid dari Syaikh ini. Itulah adalah salah satu dosa terbesar dalam pandangan mereka jika kalian memiliki Syaikh.

Mereka mungkin memaafkan kalian jika kalian tak tahu ilmu agama, tetapi mereka tak akan memaafkan kalian jika kalian mempelajari agama melalui seseorang Mursyid. Mereka lebih memilih belajar melalui buku, video tape atau melalui universitas mereka.

Poin terakhir dalam bagian ini adalah interpretasi literal mereka dalam sebuah hadis Nabi saw seperti,” Apa yang terdapat di bawah engkel adalah neraka!. Disisi lain mereka cenderung untuk mencari interpretasi sendiri, tetapi paling obvious dari hadist kewalian,” “Aku akan menjadi mata baginya bagi apa yang dilihatnya, menjadi pendengarannya ketika ia mendengar, menjadi tangannya untuk memegang, dan menjadi kakinya dimana ia melangkah”. Pernah saya katakan hadist ini kepada seorang teman di perpustakaan Islamic Center dan satu dari mereka yang duduk disebelahku berkata,” Ini adalah Hululiya!”. Saya tak dapat menahan berkata,” Jika Nabi saw berkata ini adalah hululiya maka saya hululiya!”.

Wa min Allah at Tawfiq

About these ads

70 thoughts on “Wahabi Musuh Islam

  1. Mereka ini adalah kaum pendendam. gampang mengkafirkan sesama Muslim dan tidak berguna. Sepak terjang mereka sudah keterlaluan, membunuh, memfitnah, menghina sesama Muslim, seolah hanya mereka saja yang benar. dendam mereka di arab sana, mereka bawa ke Indonesia yang tercinta ini.Apa kita pernah mencari tahu dari mana asal usul mereka di arab sana, termask raja-rajanya. mereka adalah tidak membela rakyat Palestina, malah berusaha membina hubungan dengan Yahudi Laknatullah. MENGAPA ?, karena asal mereka dari sana, bagaimana mungkin dia membela Rakyat Palestina, sedangkan mereka memusuhi saudaranya sendiri yaitu Zionis Israel dan Yahudi Laknatullah. Kaum Wahabi ini yang membuat Islam terlihat seperti agama yang bengis dan haus darah, Rasulullah SAW tidak pernah menyiarkan Islam dengan pedang. MEerkalah yang menyiarkan Islam dengan pedang.

  2. Kawan dan lawan sudah abu-abu sekarang.

    hati-hati ya sahabat-sahabat islamku tersayang..

    smoga qta slalu diberi jalan dan petunjuk yang terbenar oleh Allah SWT..

    amien..^_^

  3. U fucking malay, what the hell U know about Indo. Do U think Wahabism spread out here. U’r wrong. Stupid Malay

  4. Islam adalah ummat yang satu. Kalau ada yang saling memojokkan, kembalilah kepada qur’an dan hadist. Kuunu ibadallahi ikhwana, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara, Innamaa mu’minatu ikhwatun, sesungguhnya kaum mu’min itu bersaudara. Kalau kita menemulan tulisan Laailahaillah terjatuh dijalanan pastikita akan mengambil dan menyelamatkan serta menaruh ditempat yanglayak dan terhormat. Apalagi dihati kita sudah terpatri kalimat Laailahaillah pasti kitasaling membela demi IZZATUL ISLAM

  5. Janganlah kita terpancing oleh pemecah belahan , Wahabi adalah suatu gerakan pemurnian Islam pada abad ke 18 di saudi arabia sama halnya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan pad thn 1908, kaum paderi di ranah minang, sayid muhammad abduh di mesir, jamaluddin al afghani di negeri-negeri muslim yang pada waktu itu hampir sebagian besar di bawah jajahan imperialis. yang penting kita sebagai muslim jangan tinggalkan sholat.kata Rasulullah saw : perbedaan muslim denagn orang kafir(non muslim) adalah meninggalkan sholat (tarkus sholah)

  6. assalamu’alaikum akhi wa akhwat fillah
    Alhamdulillah, ana berlindung dari kejahatan diri ini dan kejelekan amalan-amalan ana. Jagalah diri kita dengan sikap wara’{hati-hati} dari tuduhan-tuduhan dusta. Jika kita bertanya kepada teman kita atau bahkan kepada diri kita, untuk apa Allah Jalla wa ‘Ala menciptakan kita? Lihat Surah Adz-Dzaariyaat ayat 56 dan tafsirnya didalam kitab Ibnu Katsir. Diterimanya Ibadah kepada Allah adda dua hal : Ikhlas karena Allahu Ta’ala dan Mutaba’ah {ittiba/mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam}. Bagi siapa saja yang mencari jalan Al-Haq yang terang lagi mudah, beli buku “Mulia Dengan Manhaj Salaf” karya Ustadz Abu Fath’i Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa. Bagi siapa saja yang mempunyai bantahan dengan hujjah yang kuat nan tajam kepada buku tersebut, bantahlah!!!. Atas Izin Allah tidak ada satupun orang yang dapat membantah buku tersebut melainkan dia akan terjatuh kedalam lubang yang ia gali sendiri. wallahu ‘alam bish shawab

    barakallahu fiikum

  7. Assalamualaikum…untuk VALIAN,dan ABU ZAHRA..jazakallahu khoiron kashiron,memang dakwah salaf ini penuh dengan fitnah yg keji,tapi mereka(para pengikut hawa nafsu)ttp tidak dapat memberikan kebenaran yang nyata,mereka sudah buta dengan hawa nafsu nya tanpa mau mencari kebenaran yang nyata.utk semua nya dan bagi pemilik situs ini tolong jelaskan kebenaran ini dengan dalil nya,dan sejarah nya,

  8. fitnah yang sangat keji…..
    apa anda tahu siapa imam Muhammad bin Abdul wahab?
    apa anda tahu sejarah ttg beliau?
    apa anda Tahu siapa yg memberi julukan “WAHABI” yang pertama kali?
    apa anda mengerti TTg Aqidah beliau?
    coba telusuri dan pelajari ttg beliau..
    jangan menuruti hawa nafsu.carilah kebenaran yang nyata wahai ahlul hawa.

    • antum benar,,,,..
      Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang ulama……
      dan beliaulah pencetus aliran wahabi….. akan tetapi bukan WAHABI yang kita jumpai sekarang……
      WAHABI yang sekarang cuma bisa mengharamkan apa yang sesama muslim lakukan….. (Qunut, maulid, dll) padahal Muhammad bin abdul wahab sendiri tidak pernah berfatwa tentanh hal tsb

      • @ad dho-if :
        muhamad bin abdul wahab tidak pernah berftwa ttg itu???
        benarkah??
        hm,,..kalau begitu apakah rosululloh menganjurkan atau mencontohkannya(Qunut, maulid, dll)???

        ‘afwan ni,..meskipun ana awam,..tapi setahu ana,..kita hidup harus mencontoh Rosululloh…dan bukan ulama,..
        dan rasa2nya para sahabat,..juga ga pernah melakukan tu deh..padahal mereka orang yang paling cinta pada Rosululloh,..dan kalo menurut antum mereka melakukan hal demikian(Qunut, maulid, dll), kasih tau keana dunk,..dibuku mana?tulisan siapa? judulnya apa??dan riwayatnya gimana??kan ada mustholhul hadist tuh??jadi bisa di liat dunk,..tingkatan hadistnya,..shohih, lemah atau malah palsu…

        ‘afwan ni,..ana masih butuh banyak belajar,..mohon dijawab ya,..

        syukron

      • Justru yang banyak berbuat BID’AH dan “hal”2 yg menyesatkan itu adalah mereka yg mengaku keturunan Nabi SAW yaitu para Habaib dan dianut oleh umumnya org NU. Sedangkan Muhammad ibnul Wahhab (Wahabi) adalah seorang ULAMA yg berda’wah utk kembali memahami Ajaran Islam yg BENAR yg sesuai dgn Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Dan itulah yg dimaksud dgn memurnikan ajaran Islam yg jauh dari BID’AH dan “TBC”. Jadi orang2 yg melontarkan ‘makian’ dan finah yg keji thd “Wahabi”,mereka itulah yg dila’nat Allah SWT.

  9. salam.
    Sungguh ironi melihat dan membaca tanggapan yang ada, selain tentunya dengan membaca tajuk yang utama.
    Ketika kita berkaca, tentu kita tak akan memjelekan diri kita meskipun kita tau betapa buruk rupa kita tapi saya yakin setiap manusia yang berkaca pasti berpendapat ada sisi manis pada wajahnya.
    Wahabi, dengan jujur yang saya dengar dari mereka tak lebih tak kurang yaitu tentang kebencian mereka terhadap mazhab syiah, itu yang pertama dan utama. dan hal ini sampai kapanpun tak akan saya terima, sebesar mereka membenci kami kaum syiah maka sebesar itu pulalah kebencian saya kepadanya.
    tapi memang secara terus terang saya belum melihat secara kasat mata bagaimana mereka dan kejahatan mereka terutama terhadap kaum syiah kecuali hanya mendengar dan membaca buku2 yang ada.
    karena imam ali berkata yang intinya jika mata belum melihat maka belum suatu kebenaran. apapun itu bukan saatnya bagi saya untuk menghakimi, tapi saya berhak untuk melindungi dan menjaga terutama saudara2 saya yang semazhab dan kaum muslimin seutuhnya. jadi, siapa yang benar maka buktikanlah, dengan sikap memberantas kebodohan, menghakimi kezaliman, dan menyebarkan kebaikan.
    wasalam.

  10. ngaca… wahai ahlul hawa, tobat, krna skap nahnu dah bikin penat raga jwa ana, belajar yang bener, jangan smbrono dengan al haq, mulai hari ini tobat, dan cari info yang lbih bener untuk nyelamatkan nahnu dari azab allah azawajalla.

  11. kepada kawanku muslim semuanya, ketika ada perbedaan pendapat kembalilah kepada Alloh dan rosulnya.
    kepada “islam bluster’ apakah agama anda mengajarkan sikap dan ahlak yang santun, atau karena kitab anda terlalu banyak menceritakan hal yang tabu dan (maaf) agak mesum secara gamblang sehingga layak diberi label “XXX” sehigga tidak sempat membuat ajaran mengenai ahlak????

  12. assalamualaikum teman2…

    Qta satu darah…

    ISLAM !!

    saling tolong menolong, jgn saling mencela satu sama lain…

    malu ah diliat agama lain…

    hehehehe…

  13. Assalamu’alaikum,

    Ya akhi yg punya blog -semoga selalu dalam lindungan Allah azza wa jalla-. Jgnlah mencerca sesama saudara muslim yg berusaha mendekatkan diri pada sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Jika memang akhi tidak suka pada mereka (org2 wahabi/salaf), cukupkan simpan dalam hati akhi, yg terpenting akhi banyak2lah beramal sholih, sholat 5 waktu, zakat & sedekah, puasa. Ingatlah ya akhi, sebelum kita menunjuk org lain, lihatlah jari2 yg lain semuanya menunjuk pada kita :).

    Mengenai wahabi? Afwan ya akhi, klo boleh saya bertutur kata, wahabi adalah gelar yg diberikan org2 yg tidak suka dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab untuk kembali pada qur’an dan sunnah Rasulullah. Dan lagi, mereka tidak tahu, wahabi adalah nama salah satu asmaul husna milik Allah Ta’ala, Al Wahhab yg berarti Maha Pemberi. Sungguh lezatlah kiranya menyandang nama wahabi yg brarti menisbatkannya untuk kembali pada agama Allah yg haq dan sesuai tuntunan Rasulullah.

    Ya akhi -semoga Allah Ta’ala merahmatimu-, tiada yg kuinginkan kecuali kebaikan dan rahmat Allah Ta’ala untuk kita semua, untuk kaum muslimin. Oleh karena itu, janganlah kita lelah dalam mencari kebenaran yg haq. Tuntutlah ilmu sebanyak2nya sebab beramal tanpa berilmu sungguhlah akan sia2 amalnya. Dan, “sebaik2 perkataan adalah Kitabullah dan sebaik2 petunjuk adalah petunjuk Muhammad -Shallallahu alaihi Wassalam-”

    Semoga kita semua ditunjuki jalan kebenaran oleh Allah.

  14. Assalamu’alaikum.

    Semoga kita selalu dalam rahmat Allah dan di jaga dari segala tipu daya setan yang terkutuk.

    Sungguh tulisan ini sangat menyakiti umat islam yang ingin menjalankan syariat berdasar Qur’an dan Sunah Rasululah.

    Islam sesungguhnya adalah yang bersumber pada Al Qur’an dan As Sunah….. boleh kita bermadzab dengan imam yang 4 karena mereka juga bermadzab kepada Rasulullah, Sesungguhnya mereka juga tidak pernah saling menyalahkan tetapi saling melengkapi. Jika ada dalil yang lebih shahih maka sikap kita harus segera mengikuti meskipun itu bertentangan dengan apa yang kita jalankan selama ini.

    Sikap seorang muslim adalah menghormati para ulama bukan mencela karena merekalah yang meneruskan risalah yang dibawa Rasul. Para ulama memang manusia yang tidak lepas dari salah (hanya Rasul yang Maksum). sesungguhnya kesalahan ulama itupun mendapat nilai kebaikan dari Allah karena ilmu mereka. Maka kita harus bisa memilih untuk mengikuti yang sesuai dengan ketentuan Allah.

    Tetap belajar untuk mencari yang benar.

    Semoga kita selalu mendapat hidayah dan imbingan-Nya untuk menjalankan Islam sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Wassalam

    • terbukti,..siapakah sebenaranya orang2 yang suka mencerca dan membunuh,….

      hey ente,..dari kata2 ente aja dah ketauan kalo entelah yang suka berbuat kerusakan,..kok ujug2 malah mengkambing hitamkan wahabi,…

      alangkah lucunya…malu mas!!!!

  15. ISTIGFAR AJALAH YANG BANYAK….PERPECAHAN SESAMA MUSLIM AKAN DI JADIKAN ORANG-ORANG SEPERTI ISLAM BUSTER SEBAGAI ALAT..
    DI FFI PENJELASAN2 MUSLIMIN BANYAK YANG DI HAPUS OLEH ADMINNYA..
    MEREKA GA MAU KELIATAN BELANGNYA…

  16. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Al-Haqqu min(r) robbikum, kebenaran hanyalah milik Allah SWT.

    Saat ana mengutip artikel ini, ana mengharapkan adanya komentar yang sehat dan argumentatif. Apabila ada kesalahan penafsiran, silahkan anda perbaiki dengan dalil yang relevan yang bersumber kepada Al-Qur’an-As Sunnah dan tradisi sahabat-tabiin-tabiit tabiiin serta para salafus sholih lainnya. Bukan hanya melontarkan cacian dan makian.

    Ana melihat isu wahabisme merupakan isu yang lama, sebagaimana isu bid’ah yang sering ditudingkan kepada islam tradisionalis di Indonesia (baca, NU).

    Kalau ada yang mendo’akan keburukan (bahkan kematian), maka itu adalah nafsu yang ditiupkan syaithon. Bagaimanapun darah manusia yang sudah mengucapkan kalimat tauhid, adalah haram untuk muslim lainnya. Bahkan ada sahabat yang bertaubat karena membunuh orang yang mengucapkan kalimat tauhid ketika hendak dibunuh dalam perang (sahabat tersebut menganggap perkataan tauhid hanya untuk menyelamatkan diri).

    Astaghfirullahal Aziim.
    Wahai Allah, hamba ini hanyalah seorang makhluk yang mencari jalan-Mu, agar hamba mampu melihatmu dihari akhir nanti dan mendapat syafaat Nabi-Mu.

    Kepada para pembaca, ayo berdialog. Tulisan ini adalah pembuka untuk dialog dan bukan berarti saya pun sependapat sepenuhnya dengan tulisan di atas.

    Subhanakallahumma wa bihamdika. Asyhadu anlaa ilaaha illa anta. Astaghfiruka wa ‘atubu ilaik…….

    Wassalamu’alaikum warohmatullllahi wabarokatuh (jangan lupa, hak saudara sesama muslim adalah memberi salam)

  17. WAHABI adalah faham yang selalu menganggap dirinya paling benar….. padahal mereka bodoh..!!!1 mereka berusaha memunikan ajaran Islam (katanya) tapi karena kebodohan mereka… tanpa asadar mereka sendiri yang tidak menggunakan kaidah islam justru lebih kepada kaidah yahudi…..

    • @thahir :
      mang seperti apa sih kaidah islam yang benar itu????

      dan seperti apakah kaidah yahudi yang menurut antum dipakai oleh wahabi??

      kalo antum ga jawab??
      atau malah ga bisa jawab…!!

      berarti terbukti sudah siapa yang bodoh sebenarnya,..
      berkata tanpa ‘ilmu,..tapi nafsu,..
      klo mang antum benar,..tolong jawab pertanyaan saya!!!!!!!!!!!!!!!

  18. assalamualaikum…
    sahabat2 yang dirahmati Allah
    hanya sedikit yang bisa menjadi bijak,memilih di antara dua hal yang sama buruknya (comentarnya) karena masing berpegang teguh dengan kebenarannya…
    1. kesemua ini realitas yang terjadi, secara intelektual tulisan tersebut bisa dicounter dengan tulisan serupa yang lebih spesifik membahas tentang ke-wahabi-an.. (harus ada)
    2. gerakan memurnikan islam? islam secara esensial subtantif (nilai) memang murni..justru yang mengotori adala klaim2 kebenaran yang muncul dari pemahaman (maaf) yang “dangkal” tentang islam itu sendiri atau ajaran islam yang dipelajarinya…
    3. seperti apapun ajaran yang di anut hanyalah mengantarkan pada satu muara yaitu pemahaman islam secara paripurna
    4. tidak bisa juga kita menegasikan pembacaan islam secara historis.. karena islam (dakwah) hari ini sudah “jungkir balik” melewati tantangan zaman yang lebih berat daripada caci maki.. (teruji)
    5. islam di indonesia hari ini (nilai) sama seperti apa yang seharusnya dijadikan landasan (al-quran,hadits) dan dijabarkan secara spesifik (memudahkan) oleh 4 imam besar (guru-murid) yang bermuara pada 1 imam (ja’far), akan tetapi secara kontekstual, pemahaman yang lahir di indonesia hari ini berbeda dengan yang di arab… jangan coba dipaketkan dengan kebudayaan arab, justru itu yang menjadi konflik laten..
    6. saat islam pertamakali coba di hadirkan di indonesia (abad ke-3,4) harus menunggu kurang lebih 500 tahun oleh dialog dngan ritus lokal yang esensinya sama dngan tauhid islam..
    7. antara gerakan modernitas islam yang berhadapan hari ini dengan tradisionalitas islam perlu ada pengertian yang total dari grakan modernitas (bukan di cap kampungan atau bid’ah, jangan marah dulu karena fenomena ini perna saya temui dan sudah marak), sebab gerakan tradisionalitas sudah membukitkan pengabdian yang utuh di indonesia (resolusi jihad 10 november di surabaya)..
    8. kenyataanya kita semakin terdidik dengan cacimaki menggunakan kosakata timur tengah yang sama saja sebagai bentuk ekspresi kebencian…
    9. banyak hal yang baik yang harus kita lakukan sebelum menuntut atau menceritakan kebenaran…

    terakhir buat (islam buster) binataaaaaaaaaaaaang, biadab, anjing, mungkin ente ini babi yang pintar mengetik (tai)… (ini benar menurut saya) laknat!

    terimakasih…
    wassalam

  19. Assalamu’alaikum, Urusan begini aja kok “repot”, dijaman modern ini semua serba mudah..kitab2 para ulama jaman baheula termasuk kitab imam mazhab sudah diterjemahkan kedalam bahasa kita tinggal klik ! isinya kita amalkan kecuali yang bertentangan dengan “al-Qur’an & Assunnah” beres…..
    wassalam…

  20. FUCK FPI! FUCK AL QAEDA! CONTOH PALING DOMINAN UNTUK MENUNJUK BAHWA ISLAM MEMANG PECINTA KEKERASAN & CENDERUNG TIDAK PAKE OTAK. PANTAS MUDAH TERPECAH BELAH. MALULAH KALIAN, MURTAD LAH. AGAMA TIDAK MENYELAMATKAN ANDA DARI MAUT TAPI TUHAN. JGN DGRKAN MUHAMMAD DIA ITU PENZINAH DAN KALIAN SUDAH TAU AKAN HAL ITU! PERCAYA SM ALLOH SAJA YG MAHA PENGAMPUN! HANYA KARENA BEDA AGAMA DGN KALIAN ISLAM SEBUT KAFIR!
    PANTAS KNP BANYAK GURU NGAJI MENCABULI MURID2NYA. TANYA KNP?

  21. wuach…wuach…wuach….ternyata syetan menang…….! menguasai saudara2 yang lagi pada beradu ilmu dengan penuh emosi/marah bahkan saling menghujat…subhaanallaah…! Saya mau tanya apa hasil dari perdebatan ini…?! Coba lihat dan buka mata lebar2 disekelilingmu itu banyak orang yang kelaparan….banyak anak2 yg putus sekolah gak punya beaya….banyak remaja yang tak terurus akhirnya jadi anak jalanan….dan masih banyak lagi masalah2 sosial yang harus ditangani… terlebih mereka adalah juga ummat islam. Saya sangat mengharapkan hentikan hal2 seperti ini, apa tidak merasa kalian…sudah terjebak oleh perangkap yahudi, sadarlah…!!!

  22. Ciri wahabi jelas tuh yg suka gembar-gembor bid’ah, dan itu jelas menyakiti muslim yang lain. Tidak usah mengingatkan, sudah jelas narasi blog dia atas bagus sekali. Diterima/tidak ibadah siapa yang tahu. Penyebar kata2 bid’ah hanya menambah kebencian orang lain pada dirinya sendiri. Kalau orang (“katanya muslim saudara”) tidak senang bagaima hubungan dengan di atas? Tidak usah berucap istigfar, tasbih dan sebagainya, hanya jadi riya’ penyakit. Hati-hati dengan mulutmu, masih untung jika tidak ditampol orang terhadap kata-kata bid’ah yang keluar dari mulut. Jangan sampai suatu hari harus sampai membunuh gara-gara kata bid’ah. Camkan itu wahai penebar kata bid’ah dengan tabir pelurusan ajaran agama islam (qur’an+hadist).

  23. sebenarnya postingan tersebut yang lebih mencerminkan muslim pendendam….tidak menunjukkan yang tahu persis tentang sejarah wahabi….kalau saya katakan yang merusak Islam sebenarnya adalah kalangan AHLUL BID’AH dan AHLU ASSYIRIK …..MEREKA KAUM PAGANIS YANG TIDAK NYAMAN HIDUP KALAU TIDAK BERTEMAN KUBURAN…….KELOMPOK PARA PENGANJUR PENGKULTUSAN ITULAH SEBENARNYA TAKUT LAPAR KALAU TIDAK MENJADI JURU KUNCI KESYIRIKAN…SALAM…

  24. WAHABI = SALAFY = KHAWARIJ MODERN
    CIR-CIRI:
    1. SUKA MENGKAFIRKAN SAUDARANYA SEMUSLIM YG TIDAK SEIMAN
    2. SUKA MENCELA SESAMA MUSLIM
    3. BERPIKIRAN PENDEK ( DUNGU)
    4. KALAU KALAH BERDEBAT SUKA MENCACI MAKI
    5. KELIHATAN SHOLEH TAPI HATINYA BUSUK
    6. BERWATAK KERAS KEPALA
    7. MENGHALALKAN DARAH SAUDARANYA SENDIRI YG TIDAK SEIMAN
    8. SANGAT BENCI DAN DENGKI KEPADA AHLUL BAIT KETURUNAN RASULALLAH

  25. Hadits-hadits yang memberitakan akan datangnya Faham Wahabi.
    Sungguh Nabi SAW telah memberitakan tentang golongan Khawarij ini dalam beberapa hadits beliau, maka hadits-hadits seperti itu adalah merupakan tanda kenabian beliau SAW, karena termasuk memberitakan sesuatu yang masih ghaib (belum terjadi). Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan sebagian yang lain terdapat dalam selain kedua kitab tsb. -Hadits-hadits itu antara lain:
    1. Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini, sambil menunjuk ke arah timur (Najed-pen ).
    2. Akan muncul segolongan manusia dari arah timur, mereka membaca Al Qur’an tetapi tidak bisa membersihkannya, mereka keluar dari agamanya seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan mereka tidak akan kembali ke agama hingga anak panah itu bisa kembali ketempatnya (busurnya), tanda-tanda mereka bercukur kepala (plontos – pen).

  26. Peringatan Nabi SAW Tentang Munculnya Wahabi

    Hadits-hadits yang memberitakan akan datangnya Faham Wahabi.
    Sungguh Nabi s a w telah memberitakan tentang golongan Khawarij ini dalam beberapa hadits beliau, maka hadits-hadits seperti itu adalah merupakan tanda kenabian beliau s a w, karena termasuk memberitakan sesuatu yang masih ghaib (belum terjadi). Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan sebagian yang lain terdapat dalam selain kedua kitab tsb. Hadits-hadits itu antara lain:
    1. Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini, sambil menunjuk ke arah timur (Najed-pen ).
    2. Akan muncul segolongan manusia dari arah timur, mereka membaca Al Qur’an tetapi tidak bisa membersihkannya, mereka keluar dari agamanya seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan mereka tidak akan kembali ke agama hingga anak panah itu bisa kembali ketempatnya (busurnya), tanda-tanda mereka bercukur kepala (plontos – pen).
    3. Akan ada dalam ummatku perselisihan dan perpecahan kaum yang indah perkataannya namun jelek perbuatannya. Mereka membaca Al Qur’an, tetapi keimanan mereka tidak sampai mengobatinya, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya, yang tidak akan kembali seperti tidak kembalinya anak panah ketempatnya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berbahagialah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka menyeru kepada kitab Allah, tetapi sedikitpun ajaran Allah tidak terdapat pada diri mereka. Orang yang membunuh mereka adalah lebih utama menurut Allah. Tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen).
    4. Di Akhir zaman nanti akan keluar segolongan kaum yang pandai bicara tetapi bodoh tingkah lakunya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah dan membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, meraka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, maka apabila kamu bertemu dengan mereka bunuhlah, karena membunuh mereka adalah mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat.
    5. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai mengobati mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur kepala (plontos – pen).
    6. Kepala kafir itu seperti (orang yang datang dari) arah timur, sedang kemegahan dan kesombongan (nya) adalah (seperti kemegahan dan kesombongan orang-orang yang) ahli dalam (menunggang) kuda dan onta.
    7. Dari arah sini inilah datangnya fitnah, sambil mengisyaratkan ke arah timur (Najed – pen).
    8. Hati menjadi kasar, air bah akan muncul disebelah timur dan keimanan di lingkungan penduduk Hijaz (pada saat itu penduduk Hijaz terutama kaum muslimin Makkah dan Madinah adalah orang-orang yang paling gigih melawan Wahabi dari sebelah timur / Najed – pen).
    9. (Nabi s a w berdo’a) Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau s a w bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan.
    10. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai membersihkan mereka. Ketika putus dalam satu kurun, maka muncul lagi dalam kurun yang lain, hingga adalah mereka yang terakhir bersama-sama dengan dajjal.

    Dalam hadits-hadits tsb dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen). Dan ini adalah merupakan nash atau perkataan yang jelas ditujukan kepada kaum khawarijin yang datang dari arah timur, yakni para penganut Ibnu Abdil Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya bercukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikut kepadanya tidaklah dibolehkan berpaling dari majelisnya sebelum melakukan perintah tsb (bercukur – plontos). Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dari aliran-aliran SESAT lainnya. Oleh sebab itu, hadits-hadits tsb jelas ditujukan kepada mereka, sebagaimana apa yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal, seorang mufti di Zubaid. Beliau r a berkata: “Tidak usah seseorang menulis suatu buku untuk menolak Ibnu Abdil Wahhab, akan tetapi sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah s a w itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidaklah pernah berbuat demikian selain mereka.”
    Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri Wahabisme – pen) sungguh pernah juga memerintah kaum wanitanya untuk bercukur (gundul – pen). Pada suatu saat ada seorang wanita masuk agamanya dan memperbarui Islamnya sesuai dengan doktrin yang dia masukkan, lalu dia memerintahkan wanita itu bercukur kepala (gundul pacul – pen). Kemudian wanita itu menjawab: “anda memerintahkan kaum lelaki bercukur kepala, seandainya anda memerintahkan mereka bercukur jenggot mereka maka boleh anda memerintahkan kaum wanita mencukur rambut kepalanya, karena rambut kaum wanita adalah kedudukannya sama dengan jenggot kaum lelaki”.Maka dia kebingungan dan tidak bisa berkata apa-apa terhadap wanita itu. Lalu kenapa dia melakukan hal itu, tiada lain adalah untuk membenarkan sabda Nabi s a w atas dirinya dan para pengikutnya, yang dijelaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul/plontos). Jadi apa yang dia lalukan itu semata-mata membuktikan kalau Nabi s a w itu benar dalam segala apa yang disabdakan.
    Adapun mengenai sabda Nabi s a w yang mengisyaratkan bahwa akan ada dari arah timur (Najed – pen) keguncangan dan dua tanduk syaithon, maka sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk syaithon itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahhab.Sebagian ahli sejarah menyebutkan peperangan BANI HANIFAH, mengatakan: Di akhir zaman nanti akan keluar di negeri Musailamah seorang lelaki yang menyerukan agama selain agama Islam.
    Ada beberapa hadits yang didalamnya menyebutkan akan timbulnya fitnah, diantaranya adalah:
    1. Darinya (negeri Musailamah dan Muhammad bin Abdul Wahhab) fitnah yang besar yang ada dalam ummatku, tidak satupun dari rumah orang Arab yang tertinggal kecuali dimasukinya, peperangan bagaikan dalam api hingga sampai keseluruh Arab, sedang memeranginya dengan lisan adalah lebih sangat (bermanfaat – pen) daripada menjatuhkan pedang.
    2. Akan ada fitnah yang menulikan, membisukan dan membutakan, yakni membutakan penglihatan manusia didalamnya sehingga mereka tidak melihat jalan keluar, dan menulikan dari pendengaran perkara hak, barang siapa meminta dimuliakan kepadanya maka akan dimuliakan.
    3. Akan lahir syaithon dari Najed, Jazirah Arab akan goncang lantaran fitnahnya.Al-Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub As-Sayyid Abdullah Al-Haddad Ba’Alawi didalam kitabnya :”Jalaa’uzh zhalaam fir rarrdil Ladzii adhallal ‘awaam” sebuah kitab yang agung didalam menolak faham wahabi, beliau r a menyebutkan didalam kitabnya sejumlah hadits, diantaranya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib r a sbb :“Akan keluar di abad kedua belas nanti dilembah BANI HANIFAH seorang lelaki, tingkahnya seperti pemberontak, senantiasa menjilat (kepada penguasa Sa’ud – pen) dan menjatuhkan dalam kesusahan, pada zaman dia hidup banyak kacau balau, menghalalkan harta manusia, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah manusia, dibunuhnya manusia untuk kesombongan, dan ini adalah fitnah, didalamnya orang-orang yang hina dan rendah menjadi mulia (yaitu para petualang & penyamun digurun pasir – pen), hawa nafsu mereka saling berlomba tak ubahnya seperti berlombanya anjing dengan pemiliknya”. Kemudian didalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab dari Tamim. Oleh sebab itu hadits tersebut mengandung suatu pengertian bahwa Ibnu Abdul Wahhab adalah orang yang datang dari ujung Tamim, dialah yang diterangkan hadits Nabi s a w yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri r a bahwa Nabi s a w bersabda :“Sesungguhnya diujung negeri ini ada kelompok kaum yang membaca Al Qur’an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka membunuh pemeluk Islam dan mengundang berhala-berhala (Amerika, Inggeris dan kaum Zionis baik untuk penggalian berhala purbakala atau untuk kepentingan yang lain – pen), seandainya aku menjumpai mereka tentulah aku akan membunuh mereka seperti dibunuhnya kaum ‘Ad.Dan ternyata kaum Khawarij ini telah membunuh kaum muslimin dan mengundang ahli berhala (Amerika, Zionis dan sekutunya – pen). Ketika Imam Ali bin Abi Thalib kw ditebas oleh kaum khawarij, ada seorang lelaki berkata: “Segala Puji bagi Allah yang telah melahirkan mereka dan menghindarkan kita dari mereka”. Kemudian Imam Ali berkata: “Jangan begitu, demi Tuhan yang diriku berada didalam Kekuasaan-Nya, sungguh diantara mereka ada seorang yang dalam tulang rusuknya para lelaki yang tidak dikandung oleh perempuan, dan yang terakhir diantara mereka adalah bersama dajjal”.
    Ada hadits yang diriwayatkan oleh Abubakar didalamnya disebutkan BANI HANIFAH, kaum Musailamah Al-Kadzdzab, Beliau s a w berkata: “Sesungguhnya lembah pegunungan mereka senantiasa menjadi lembah fitnah hingga akhir masa dan senantiasa terdapat fitnah dari para pembohong mereka sampai hari kiamat”.Dalam riwayat lain disebutkan: “Celaka-lah Yamamah, celaka karena tidak ada pemisah baginya”
    Di dalam kitab Misykatul Mashabih terdapat suatu hadits berbunyi sbb: “Di akhir zaman nanti akan ada suatu kaum yang akan membicarakan kamu tentang apa-apa yang belum pernah kamu mendengarnya, begitu juga (belum pernah) bapak-bapakmu (mendengarnya), maka berhati-hatilah jangan sampai menyesatkan dan memfitnahmu”.Allah SWT telah menurunkan ayat Al Qur’an berkaitan dengan BANI TAMIM sbb:“Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak mengerti”. (QS. 49 Al-Hujurat: 4).
    Juga Allah SWT menurunkan ayat yang khitabnya ditujukan kepada mereka sbb: “Jangan kamu semua mengangkat suaramu diatas suara Nabi”. (QS. 49 Al-Hujurat 2)Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan: “Sebenarnya ayat yang diturunkan dalam kasus BANI HANIFAH dan mencela BANI TAMIM dan WA”IL itu banyak sekali, akan tetapi cukuplah sebagai bukti buat anda bahwa kebanyakan orang-orang Khawarij itu dari mereka, demikian pula Muhammad bin Abdul Wahhab dan tokoh pemecah belah ummat, Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud (pendiri kerajaan Saudi Arabia – pen) adalah dari mereka”.
    Diriwayatkan bahwa Nabi s a w bersabda: “Pada permulaan kerasulanku aku senantiasa menampakkan diriku dihadapan kabilah-kabilah pada setiap musim dan tidak seorangpun yang menjawab dengan jawaban yang lebih buruk dan lebih jelek daripada penolakan BANI HANIFAH”. Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan: “Ketika aku sampai di Tha’if untuk ziarah ke Abdullah Ibnu Abbas r a, aku bertemu dengan Al-Allamah Syeikh Thahir Asy-Syafi’i, dia memberi tahukan kepadaku bahwa dia telah menulis kitab guna menolak faham wahabi ini dengan judul: “AL-INTISHARU LIL AULIYA’IL ABRAR”. Dia berkata kepadaku: “Mudah-mudahan lantaran kitab ini Allah memberi mafa’at terhadap orang-orang yang hatinya belum kemasukan bid’ah yang datang dari Najed (faham Wahabi), adapun orang yang hatinya sudah kemasukan maka tak dapat diharap lagi kebahagiannya, karena ada sebuah hadits riwayat Bukhari: ‘Mereka keluar dari agama dan tak akan kembali’. Sedang yang dinukil sebagian ulama yang isinya mengatakan bahwa dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah semata-mata meluruskan perbuatan orang-orang Najed, berupa anjuran terhadap orang-orang Baduy untuk menunaikan sholat jama’ah, meninggalkan perkara-perkara keji dan merampok ditengah jalan, serta menyeru kemurnian tauhid, itu semua adalah tidak benar”.
    Memang nampaknya dari luar dia telah meluruskan perbuatan manusia, namun kalau ditengok kekejian-kekejiannya dan kemungkaran-kemungkaran yang dilakukannya berupa:
    1. Mengkafirkan ummat muslimin sebelumnya selama 600 tahun lebih (yakni 600 tahun sebelum masa Ibnu Taimiyah dan sampai masa Wahabi, jadi sepanjang 12 abad lebih- pen).
    2. Membakar kitab-kitab yang relatif amat banyak (termasuk Ihya’ karya Al-Ghazali)3. Membunuh para ulama, orang-orang tertentu & masyarakat umum.
    4. Menghalalkan darah dan harta mereka (karena dianggap kafir – pen)
    5. Melahirkan jisim bagi Dzat Allah SWT.
    6. Mengurangi keagungan Nabi Muhammad s a w, para Nabi & Rasul a s serta para Wali r a
    7. Membongkar makam mereka dan menjadikan sebagai tempat membuang kotoran (toilet).
    8. Melarang orang membaca kitab “DALAA’ILUL KHAIRAT”, kitab Ratib dan dzikir-dzikir, kitab-kitab maulid Dziba’.
    9. Melarang membaca Shalawat Nabi s a w diatas menara-menara setelah melakukan adzan, bahkan telah membunuh siapa yang telah melakukannya.
    10. Menyuap orang-orang bodoh dengan doktrin pengakuan dirinya sebagai nabi dan memberi pengertian kepada mereka tentang kenabian dirinya dengan tutur kata yang manis.
    11. Melarang orang-orang berdo’a setelah selesai menunaikan sholat.
    12. Membagi zakat menurut kemauan hawa nafsunya sendiri.
    13. Dia mempunyai i’tikad bahwa Islam itu sempit.
    14. Semua makhluk adalah syirik.
    15. Dalam setiap khutbah dia berkata bahwa bertawasul dengan para Nabi, Malaikat dan para Wali adalah kufur.
    16. Dia mengkafirkan orang yang mengucapkan lafadz: “maulana atau sayyidina” terhadap seseorang tanpa memperhatikan firman Allah yang berbunyi: “Wasayyidan” dan sabda Nabi s a w kepada kaum Anshar: “Quumuu li sayyidikum”, kata sayyid didalam hadits ini adalah shahabat Sa’ad bin Mu’adz.
    17. Dia juga melarang orang ziarah ke makam Nabi s a w dan menganggap Nabi s a w itu seperti orang mati lainnya.
    18. Mengingkari ilmu Nahwu, lughat dan fiqih, bahkan melarang orang untuk mempelajarinya karena ilmu-ilmu tsb dianggap bid’ah.
    Dari ucapan dan perbuatan-perbuatannya itu jelas bagi kita untuk menyakini bahwa dia telah keluar dari kaidah-kaidah Islamiyah, karena dia telah menghalalkan harta kaum muslimin yang sudah menjadi ijma’ para ulama salafushsholeh tentang keharamannya atas dasar apa yang telah diketahui dari agama, mengurangi keagungan para Nabi dan Rasul, para wali dan orang-orang sholeh, dimana menurut ijma’ ulama’ keempat mazhab Ahlissunnah wal jama’ah / mazhab Salafushsholeh (yang asli – pen) bahwa mengurangi keagungan seperti itu dengan sengaja adalah kufur, demikian kata sayyid Alwi Al-Haddad”.
    Dia berusia 95 tahun ketika mati dengan mempunyai beberapa orang anak yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali mereka disebut dengan AULADUSY SYEIKH atau PUTRA-PUTRA MAHA GURU AGUNG (menurut terminologi yang mereka punyai ini adalah bentuk pengkultusan-individu, mengurangi kemuliaan para Nabi dan Rasul tapi memuliakan dirinya sendiri – dimana kejujurannya? – pen). Mereka ini mempunyai anak cucu yang banyak dan kesemuanya itu dinamakan AULADUSY SYEIKH sampai sekarang.

    Catatan: Kalau melihat 18 point doktrin Wahabi diatas maka jelaslah bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang preman dan petualang akidah serta sama sekali tidak dapat digolongkan bermazhab Ahlissunnah Wal Jama’ah atau mazhab Salafush-Sholeh.
    Ada lagi doktrin yang tidak disebutkan oleh penulis diatas yaitu:
    1. Melarang penggunaan alat pengeras untuk adzan atau dakwa atau apapun.
    2. Melarang penggunaan telpon.
    3. Melarang mendengarkan radio dan TV
    4. Melarang melagukan adzan.
    5. Melarang melagukan / membaca qasidah
    6. Melarang melagukan Al Qur’an seperti para qori’ dan qari’ah yakni yang seperti dilagukan oleh para fuqoha
    7. Melarang pembacaan Burdah karya imam Busiri rahimahullah
    8. Melarang mengaji “sifat 20″ sebagai yang tertulis dalam kitab Kifatayul Awam, Matan Jauharatut Tauhid, Sanusi dan kitab-kitab Tauhid Asy’ari / kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah, karena tauhid kaum Wahabi berkisar Tauhid “Rububiyah & uluhiyah” saja.
    9. Imam Masjidil Haram hanya seorang yang ditunjuk oleh institusi kaum Wahabi saja, sedang sebelum Wahabi datang imam masjidil Haram ada 4 yaitu terdiri dari ke 4 madzhab Ahlussunnah yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Inilah, apakah benar kaum Wahabi sebagai madzhab Ahlissunnah yang melarang madzhab Ahlussunnah?. Tepatnya, Wahabi adalah: “MADZHAB YANG MENGHARAMKAN MADZHAB”.
    10. Melarang perayaan Maulid Nabi pada setiap bulan Rabiul Awal.
    11. Melarang perayaan Isra’ Mi’raj yang biasa dilaksanakan setiap malam 27 Rajab, jadi peraktis tidak ada hari-hari besar Islam, jadi agama apa ini kok kering banget?
    12. Semua tarekat sufi dilarang tanpa kecuali.
    13. Membaca dzikir “La Ilaaha Illallah” bersama-sama setelah shalat dilarang
    14. Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah dan melarang pembacaan Qunut pada shalat subuh.
    Doktrin-doktrin Wahabi ini tidak lain berasal dari gurunya Muhammad bin Abdul Wahhab yakni seorang orientalis Inggris bernama Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah guna mengadu domba kaum muslimin. Imprealisme / Kolonialisme Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru ditengah ummat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Jadi Wahabiisme ini sebenarnya bagian dari program kerja kaum kolonial.
    Mungkin pembaca menjadi tercenggang kalau melihat nama-nama putra-putra Muhammad bin Abdul Wahhab yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali dimana adalah nama-nama yang tekait dekat dengan nama tokoh-tokoh ahlilbait, hal ini tidak lain putra-putranya itu lahir sewaktu dia belum menjadi rusak karena fahamnya itu dan boleh jadi nama-nama itu diberikan oleh ayah dari Muhammad bin Abdul Wahhab yang adalah seorang sunni yang baik dan sangat menentang putranya setelah putranya rusak fahamnya dan demikian pula saudara kandungnya yang bernama Sulaiman bin Abdul Wahhab sangat menentangnya dan menulis buku tentangan kepadanya yang berjudul :”ASH-SHAWA’IQUL ILAHIYAH FIRRADDI ALA WAHABIYAH”. Nama-nama itu diberikan oleh ayahnya tidak lain untuk bertabaruk kepada para tokoh suci dari para ahlilbait Nabi s a w. Kemudian nama-nama itu tidak muncul lagi dalam nama-nama orang yang sekarang disebut-sebut atau digelari Auladusy Syaikh tsb.
    Diantara kekejaman dan kejahilan kaum Wahabi adalah meruntuhkan kubah-kubah diatas makam sahabat-sahabat Nabi s a w yang berada di Mu’ala (Makkah), di Baqi’ & Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah diatas tanah dimana Nabi s aw dilahirkan, yaitu di Suq al Leil di ratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta. Saat ini karena gencarnya desakan kaum muslimin international maka kabarnya dibangun perpustakaan. Benar-benar kaum Wahabi itu golongan paling jahil diatas muka bumi ini. Tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam Semula Alkubbatul Khadra atau kubah hijau dimana Nabi Muhammad s a w dimakamkan juga akan didinamit dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman international maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya.
    Semula seluruh yang menjadi manasik haji itu akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentang termasuk Sayyid Almutawalli Syakrawi dari Mesir maka diurungkannya.
    Setelah saya memposting tentang Wahabi ini seorang ikhwan mengirim email ke saya melalui Japri dan mengatakan kepada saya bahwa pengkatagorian Wahabi sebagai kelompok Khawarij itu kurang lengkap, karena Wahabi tidak anti Bani Umaiyah bahkan terhadap Yazid bin Muawiyah pun membelanya. Dia memberi difinisi kepada saya bahwa Wahabi adalah gabungan sekte-sekte yang telah menyesatkan ummat Islam, terdiri dari gabungan Khawarij, Bani Umaiyah, Murji’ah, Mujassimah, Musyabbihah dan Hasyawiyah. Teman itu melanjutkan jika anda bertanya kepada kaum Wahabi mana yang lebih kamu cintai kekhalifahan Bani Umaiyah atau Abbasiyah, mereka pasti akan mengatakan lebih mencintai Bani Umaiyah dengan berbagai macam alasan yang dibuat-buat yang pada intinya meskipun Bani Abbas tidak suka juga pada kaum alawi tapi masih ada ikatan yang lebih dekat dibanding Bani Umaiyah, dan Bani Umaiyah lebih dahsyat kebenciannya kepada kaum alawi, itulah alasannya.
    Wahai saudaraku yang budiman, waspadalah terhadap gerakan Wahabiyah ini mereka akan melenyapkan semua mazhab baik Sunni (Ahlussunnah Wal Jama’ah) maupun Syi’ah, mereka akan senantiasa mengadu domba kedua mazhab besar. Sekali lagi waspadalah dan waspadalah gerakan ini benar-benar berbahaya dan jika kalian lengah, kalian akan terjengkang dan terkejut kelak. Gerakan ini dimotori oleh juru dakwa – juru dakwa yang radikal dan ekstrim, yang menebarkan kebencian dan permusuhan dimana-mana yang didukung oleh keuangan yang cukup besar (petro-dollar).
    Kesukaan mereka menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahlil bid’ah, itulah ucapan yang didengung-dengungkan disetiap mimbar dan setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri.
    Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng Islam kan penduduk negeri ini. Diantaranya timbulnya fitnah perang padri yang penuh kekejian dan kebiadaban persis seperti ketika Ibnu Sa’ud dan Ibnu Abdul Wahab beserta kaumnya menyerang haramain.
    Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih tercampur kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu jasanya telah meng Islam kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng Islam kan yang 10 % sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkapan orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwa ke negeri kita ini tentu orang-orang yang asal bunyi dan menjadi corong bicara kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir lainnya (Naudzu Billah min Dzalik).
    Klaim Wahabi bahwa mereka penganut As-Salaf, As-Salafushsholeh dan Ahlussunnah wal Jama’ah serta sangat setia pada keteladanan sahabat dan tabi’in adalah omong kosong dan suatu bentuk penyerobotan HAK PATEN SUATU MAZHAB. Mereka bertanggung jawab terhadap hancurnya peninggalan-pininggalan Islam sejak masa Rasul suci Muhammad s a w, masa para sahabatnya r a dan masa-masa setelah itu. Meraka menghancurkan semua nilai-nilai peninggalan luhur Islam dan mendatangkan arkeolog-arkeolog (ahli-ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan pra Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata dsb. Mereka dengan bangga setelah itu menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, maka jelaslah penghancuran nilai-nilai luhur peninggalan Islam tidak dapat diragukan lagi merupakan pelenyapan bukti sejarah hingga timbul suatu keraguan dikemudian hari.Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-ngaku sebagai faham yang hanya berpegang pada Al Qur’an dan As-Sunnah serta keteladanan Salafushsholeh apalagi mengaku sebagai GOLONGAN YANG SELAMAT DSB, itu semua omong kosong dan kedok untuk menjual barang dagangan berupa akidah palsu yang disembunyikan. Sejarah hitam mereka dengan membantai ribuan kaum muslimin di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang di namakan Saudi, suatu nama bid’ah karena nama negeri Rasulullah s a w diganti dengan nama satu keluarga kerajaan yaitu As-Sa’ud). Yang terbantai itu terdiri dari para ulama-ulama yang sholeh dan alim, anak-anak yang masih balita bahkan dibantai dihadapan ibunya.

    • anda salah besar bung , pahami dulu baru coment jgn fitnah , perbuatan anda sendiri yang bnyk tidak menurut sunnah ,mengada- ada yang tidak ada contohnya dari Nabi , buaaaaanyak BID`AH nya sadarilah , coba anda renungkan , wasssalam

  27. aq orang wahabi…jangan sekali-kali mengejek ibadah orang.orang ibadah kok di cela…lebih baik tengok dulu ibadahmu…jangan-jangan kamu yang termasuk musuh dari 49% orang seluruh dunia…yaitu ISLAM

  28. Bahaya Bebas Madzhab
    Dalam soal menjalankan ibadat, umat Islam telah sepakat bahawa al-Qur’an dan al-Hadits adalah dua sumber utama yang wajib ditaati dan diamalkan. Kedua-duanya merupakan pedoman dan rujukan paten bagi umat Islam di muka bumi ini. Hal ini tidak ada yang mengingkari kecuali orang-orang kafir dan munafiq. Para ulama usul sepakat, bahawa orang yang mempunyai kemampuan meng-istinbath hukum secara langsung dari sumbernya, yaitu al-Qur’an dan al-Hadits, maka wajib berpegang dan mengamalkan hasil ijtihadnya dan tidak dibenarkan kalau sampai mengambil hasil ijtihad ulama lain. Sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nisa’ 59, ……Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasulnya (al-Qur’an dan Hadits)”. Namun kenyataannya sekarang adalah, tidak semua orang Islam mampu melakukan istinbath (mengeluarkan hukum) dari al-Qur’an dan al-Hadits seperti imam-imam mazhab. Inilah sebabnya mengapa ada madzhab dan taqlid. Dan ternyata sejarah membuktikan, bahawa taqlid tidaklah menyebabkan umat menjadi jumud atau beku. Sebaliknya, seruan ijtihad dan bebas madzhab hanya menimbulkan perpecahan dan kehinaan yang berkepanjangan bagi umat ini. Seruan agar umat berijtihad tanpa melihat apakah umat memiliki kemampuan dan kelayakan sebagai mujtahid atau tidak, adalah satu seruan yang berbahaya yang dapat menimbulkan kekacauan dan perpecahan serta kerusakan di berbagai sektor kehidupan. Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi dalam karyanya, “alla Madzhabiyyah akhtharu bid`atin tuhaddidusy Syarii`atal Islamiyyah” telah menjelaskan panjang lebar tentang bahaya bebas mazhab.
    Banyak orang salah sangka bahwa adanya mazdhab, berarti sama dengan memicu perpecahan. Sehingga ada dari sebagian umat Islam yang menjauhkan diri dari bermazdhab, bahkan ada yang sampai anti mazdhab. Kesalahfahaman mereka tentang hakekat bermazdhab ini terjadi karena keawaman dan kekurangan informasi yang benar kepada mereka. Mazhab-mazhab fiqh itu bukanlah representasi dari perpecahan atau pereseteruan, apalagi peperangan di dalam tubuh umat Islam. Sebaliknya, adanya mazhab itu memang merupakan kebutuhan asasi untuk bisa kembali kepada al-Quan dan al-Hadits.
    Madzhab empat yang ada dan kita kenal selama ini adalah hasil ijtihad ulama-ulama yang tidak di ragukan lagi kemampuannya dibidang itu, yaitu, Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Ijtihad sebagaimana yang telah ketahui, adalah menggali isi al-Qur’an dan al-Hadits untuk dikaji, diteliti dan di analisa sehingga membuahkan hukum-hukum Islam yang konkrit dan positif. Buah atau hasil ijtihad itulah yang kemudian oleh orang disebut “madzhab”. Jelasnya, orang yang bermadzhab sama artinya dengan orang yang mengamalkan al-Qur’an dan al-Hadits, karena semua pendapat yang difatwakan oleh imam-imam madzhab adalah hasil dari kajian mereka terhadap al-Qur’an dan al-Hadits. Bahkan untuk memudahkan orang-orang awam, mereka siang malam berusaha mengkaji dan menggali hukum-hukum didalam al-Qur’an dan al-Hadits yang notabene ribuan dan tidak berurutan, mereka atur sedemikian rupa, di urutkan dari bab ke bab. Sehingga hukum-hukum islam lebih mudah dipelajari. Kemudian sebagai manusia biasa, mereka juga bisa salah, tentu kita maklumi itu. Dan ini bukan berarti kita lalu menolak atau bahkan anti dengan mereka hanya gara-gara ada satu atau dua kesalahan yang timbul dari mereka. Sebab kesalahan satu dua dalam rangka menggarap persoalan yang ribuan banyaknya adalah sudah wajar dan logis. Justru yang tidak wajar dan tidak logis adalah menolak seluruh persoalan-persoalan tersebut hanya karena adanya satu atau dua kesalahan tadi.
    Ironinya ada sebagian orang yang mungkin karena dengki atau iri, atau karena kepentingan pribadi, bermaksud menghapus secara total madzhab-madzhab yang ada dengan cara menolak dan mengibarkan bendera “anti madzhab”, serta mengharuskan setiap orang Islam agar berijtihad atau menggali hukum secara langsung dari sumbernya, tanpa melihat apakah mereka memiliki kemampuan dan kelayakan sebagai mujtahid atau tidak. Apa yang terjadi jika semua orang melepaskan diri dari madzhab-madzhab yang ada, dan mereka semua dibebaskan berijtihad. Padahal kita tahu bahwa tidak setiap orang Islam mempunyai kesempatan dan kemampuan dalam mempelajari agama secara mendalam, sehingga tidak setiap orang pula mampu meng-istinbath (menggali hukum) langsung dari sumbernya.? Pertanyaan ini sama jawabannya dengan pertanyaan, apa yang terjadi jika orang-orang sakit ditangani oleh buruh-buruh bangunan? Atau apa yang terjadi jika Negara ini di pimpin oleh orang-orang yang bukan ahlinya? Jawabannya tiada lain hanyalah kekacauan dan kerusakan total akan menimpah segi-segi kehidupan umat manusia. Sebab mereka melakukan usaha tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan keahliannya. Idza Wusidal Amru ilaa Ghoiri Ahlihi Fantadziris Saa’ah. Waallohu a’lam

  29. SEJARAH WAHABI

    Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain. Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.
    Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang sunni yang baik, begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselang lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama’ besar dari madzhab Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawa’iqul Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah. Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi’i, menulis surat berisi nasehat: “Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A’dham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin.
    Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini adalah kelompok terbesar. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (QS: An-Nisa 115)
    Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab, adalah mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul, ziarah kubur, maulid nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yang disampaikan ahlussunnah wal jama’ah berkaitan dengan tawassul, ziarah kubur serta maulid, ditolak tanpa alasan yang dapat diterima. Bahkan lebih dari itu, justru berbalik mengkafirkan kaum muslimin sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk guru-gurunya sendiri.
    Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul Wahab, Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan Ramadhan?? Dengan segera dia menjawab, “Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan” Lelaki itu bertanya lagi “Kalau begitu pengikutmu tidak mencapai satu person pun dari jumlah tersebut, lalu siapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang muslim. Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu bahasa. Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat ayahnya dan guru-gurunya itu.
    Dengan berdalihkan pemurnian ajaran Islam, dia terus menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed. Orang-orang yang pengetahuan agamanya minim banyak yang terpengaruh. Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasa Dar’iyah, Muhammad bin Saud (meninggal tahun 1178 H / 1765 M) pendiri dinasti Saudi, yang dikemudian hari menjadi mertuanya. Dia mendukung secara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah Muhammad bin Abdul Wahab. Jika dia menyuruh untuk membunuh atau merampas harta seseorang dia segera melaksanakannya dengan keyakinan bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih, dan membunuh orang musyrik dijamin surga.
    Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar mempelajari sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dll. Agaknya dia punya keinginan mengaku nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari daerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luar daerah dijuluki Al-Muhajirin. Kalau seseorang ingin menjadi pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah musyrik, begitu pula kedua orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui bahwa para ulama? besar sebelumnya telah mati kafir. Kalau mau mengakui hal tersebut dia diterima menjadi pengikutnya, kalau tidak dia pun langsung dibunuh. Muhammad bin Abdul Wahab juga sering merendahkan Nabi SAW dengan dalih pemurnian akidah, dia juga membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-sampai seorang pengikutnya berkata : ?Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karena tongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular, sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali. Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya. Pengikutnya semakin banyak dan wilayah kekuasaan semakin luas. Keduanya bekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya keliru dalam masyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid dan sebagainya. Tak mengherankan bila para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam yang mulia. Bahkan, pada 1802, mereka menyerang Karbala-Irak, tempat dikebumikan jasad cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena makam tersebut dianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada Allah. Dua tahun kemudian, mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah yang ada di atas kuburan, menjarah hiasan-hiasan yang ada di Hujrah Nabi Muhammad.
    Keberhasilan menaklukkan Madinah berlanjut. Mereka masuk ke Mekkah pada 1806, dan merusak kiswah, kain penutup Ka?bah yang terbuat dari sutra. Kemudian merobohkan puluhan kubah di Ma?la, termasuk kubah tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin Abbas. Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambil bersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang. Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur kaum solihin tersebut. Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka. Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali. Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Sa?ud bangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Sejak itu, hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global. Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi. Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi?i yang sudah mapan.
    Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma?la (Mekkah), di Baqi’ dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah di atas tanah Nabi SAW dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta, namun karena gencarnya desakan kaum Muslimin International maka dibangun perpustakaan. Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam. Semula AI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan juga akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman International maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya. Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentangnya maka diurungkan.
    Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.
    Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme paling punya andil dalam pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru. Pada bulan Juli yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.
    “Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994. Dalam maklumat tersebut tertulis, ?Pelestarian bangunan bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.
    Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi ala Wahabi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari.
    Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli bid?ah. Itulah ucapan yang selalu didengungkan di setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan penduduk negeri ini.
    Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang 10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid kepada Allah SWT. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu billah min dzalik).
    Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yang selamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka. Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang dinamakan Saudi). Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka lakukan dengan dalih memberantas bid?ah, padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatu nama bid?ah? Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi yaitu As-Sa’ud.
    Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk ke arah timur (Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)
    “Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).” (HR Bukho-ri no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban
    Nabi SAW pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.”, Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan.
    Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya. Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian. Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jala?udz Dzolam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW: “Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah BANY HANIFAH seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin”. AI-Hadits.
    BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi SAW yang mengisyaratkan bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahab.
    Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H / 1792 M, seorang ulama’ mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: “Ba daa halaakul khobiits” (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji) (Masun Said Alwy)

  30. Coba yang wahabi salafi.. Itu ada berita kebenaran. bantahan apalagi yang akan kalian berikan wahai tukang fitnah tukang bid’ah kelompoknya yahudi..

  31. Saya islam, saya bukan wahabi, NU, muhamadiyah, wahidyah, ASWAJA yang di sempitkan, dll, saya percaya bahwa semua perbuatan itu halal sampai ada dalil yang shohih mengharamkannya, dan semua ibadah itu haram sampai ada dalil yang menghalalkannya…. dan pastinya kita di tuntut untuk selalu mengali islam secara kaffah baik dalam kehidupan vertikal maupun horizontal,…. saya dan anda semua adalah ahlussunah waljamaah ketika melakukan itu… jangan mau di sesatkan dengan penyempitan makna bahwa Ahlussunah waljamaah milik satu golongan saja..it’s mbojok… g mbois lagi….

  32. saya sih kagah paham bener ,tapi yang saya tau mereka berdasarkan al-quran dan sunnah (mengambil yang paling shoheh) , tidaj ada bid`ahnya

  33. sejarahnya ga ada hadisnya… ga seru… mungkin aja orang tulis semau dia…apa org bs menyangkalnya? yg nulis aja jg blm hidup waktu itu.
    udahlah…. pada baca quran sana…. baca shohih buchori-muslim dan amalin… insya Allah pada masuk surga deh…. jgn mikirin yg aneh2…. sunnah ya sunnah… bid’ah ya neraka… heehehe udah jelas kok pada ribut aja

  34. hai orang2 yg beriman,jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita,maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg membuat kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Qs.al hujraat:6)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s