Diposkan dalam Studi Marxism pada November 22, 2007 | Leave a Comment »
Takdir Historis bagi Doktrin Karl Marx
by: Vladimir Lenin (1913)
Diterbitkan dalam Pravda No. 50, 1 Maret 1913
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Stepan Apresyan (1963). Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Anonim (November 1998) Diterjemahkan dari teks dalam Marxists’ Internet Archive
Keutamaan doktrin Marx adalah ia memunculkan peran historis kaum proletariat sebagai pembangun masyarakat Sosialis. Sudahkah jalannya [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Studi Marxism pada November 13, 2007 | Leave a Comment »
Marxisme dan Revisionisme
oleh: Vladimir Lenin (1908)
dari Collected Works, Volume 15, 1918. diterbitkan pertamakali dalam simposium Karl Marx 1818-1883. Tulisan ini dikutip dari Lembaga Penerbitan, Pendidikan dan Pengembangan Pers Mahasiswa (LP4M).
ADA ucapan yang terkenal bahwa jika aksioma geometrikal dipengaruhi upaya-upaya kepentingan manusia pasti ia akan ditiadakan. Teori tentang sejarah alam yang dipertentangkan dengan prasangka teologi lama [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Studi Marxism pada November 13, 2007 | Leave a Comment »
V.I. Lenin, Collected Works, vol. 10, 392).
Dari bermacam doktrin sosialis, Marxisme-lah yang saat ini paling dominan di Eropa. Perjuangan untuk mencapai masyarakat sosialis hampir sepenuhnya dipahami oleh Marxisme sebagai perjuangan kelas buruh di bawah pimpinan partai-partai sosialis demokrat. Mendominasinya sosialisme proletariat berdasar pada ajaran Marxisme tidak dicapai seketika, tetapi semata setelah terjadi perjuangan panjang menentang [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Studi Marxism pada November 13, 2007 | Leave a Comment »
KETERANGAN PENERBIT
Terbitan Sekarang ini adalah edisi revisi bahasa menurut ejaan yang telah disempurnakan. Naskah ini berdasarkan cetakan ketiga dari terjemahan hasil kerja Komisi Penerjemah Depagitprop C.C. PKI yang terbitkan pada tahun 1952.
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam catatan kaki pada November 6, 2007 | Leave a Comment »
Setiap manusia punya hak untuk mengekspresikan diri, terlepas apakah hal itu pantas atau tidak. Atas nama kebebasan, maka dilarang melarang! manusia bebas berteriak, berlari entah dalam daerah kuasanya maupun daerah publik.
Dengan kata lain, sesungguhnya manusia pada teoritisnya adalah makhluk yang maha-bebas.
Namun, kebebasan yang dipikirkan sejauh pikiran di atas sejauh ini tidak pernah ada. kebebasan hanyalah sebuah [...]
Untuk mentranslate bahasa