Humaidi. Lahir di Jakarta, pada 25 Syafar 1402 H dengan “status” anak pertama, agama Islam dan kewarganegaraan Indonesia. Masa sekolah, ia lalui di SDN 05 Duri Kosambi, SLTPN 176 dan SMU 84 Jakarta-Barat. Di sela-sela kesibukan pendidikan formal, ia menyempatkan diri mengaji di Ponpes Al-Itqan Jakarta-Barat. Setelah mengkhatamkan pendidikan di SMU, ia meneruskan studi di Jurusan Sejarah FIS-Universitas Negeri Jakarta sesuai dengan pilihan pertama UMPTN-nya. Sengaja ia memilih Program pendidikan dan Sejarah, karena ia ingin membuat iri Soe Hok Gie yang hanya “harus memilih diantara dua pilihan”.
Semasa SMU, ia pernah menjadi pengurus Rohis SMU 84, pengurus Papkor (Putra-puri Korpri) Jakarta-Barat serta pengurus Ikatan Remaja Masjid Ad-Da’wah di lingkungan rumah serta ikut berpartisipasi dalam aksi pemantauan PEMILU 99 bersama Komite Independent Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta-Barat. Ketika masuk ke UNJ, ia aktif dalam kegiatan intra maupun ekstra kampus. Lembaga Intra yang pernah digelutinya antara lain: BEMJ Sejarah sebagai LK (2000-2001) dan BEM FIS sebagai staf Deplu (2001-2002).
Dalam bidang gerakan mahasiswa, pada tahun 1999 ia menggabungkan diri dalam wadah Keluarga Mahasiswa (KM) UNJ. Sedangkan untuk mengasah gairah intelektualnya, ia masuk ke dalam Lembaga Pers Mahasiswa UNJ Didaktika sebagai reporter dan biro advokasi (2000-2003). Dalam organisasi ekstra, sejak 1999 ia memilih aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Di PMII ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisariat UNJ (2002-2003) serta Ketua Cabang PMII Jakarta-Timur (2003-2005). Secara praksis, ia juga turut berpartisipasi dalam berbagai aksi parlemen jalanan, sepanjang 1999-2005.
Disela-sela kesibukannya berorganisasi, ia juga mengikuti berbagai pelatihan, seminar dan diskusi. Dalam PEMILU 2004, humaidi aktif melakukan tugas pemantauan didalam JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat) serta sebagai tenaga riset pemilih JAMMPI (Jaringan Masyarakat Pemilih Indonesia).
Pada tahun 2002, ia terpilih sebagai penerima Scholarship dan Outstanding Student Exxon Mobil Oil Indonesia 2002-2003. Setelah selesai study S-1 pada tahun 2005, sampai saat ini ia meneruskan studi Program Pasca Sarjana di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia atas beasiswa Tokyo Foundation.
Penggemar “Liverpool FC” dan grup musik “Koil dan /rif” ini juga aktif sebagai Ketua Kajian Sejarah Pasca Sarjana Universitas Indonesia (2007-2008), Pengurus Koordinator Cabang PMII Jakarta dan Pengurus Divisi Lembaga Pengabdian Masyarakat Sasakawa Youth Fellow UI (2007-2009).
Saat ini ia sedang menyusun perpustakaan pribadinya yang baru terisi 800 buku, sehingga membuka lowongan pemberian buku untuk menambah koleksi perpustakaannya. Pemilik hobi jalan-jalan, nonton film dan wisata kuliner ini jatuh cinta pada berbagai macam bacaan, terutama bacaan bertema Sejarah-filsafat-budaya. Penulis yang sangat ia kagumi, antara lain: Ibnu Batutah, Karl Marx, Ali Syariati, Syed Naguib Al-Attas, WF Nietszche, Leopold Van Ranke, Antonio Gramsci, Pablo Neruda, JP. Sartre, Peter Berger, Michael Foucault, Kuntowijoyo, Romo Mangun Wijaya dan Abdurrahman Wahid.
Pernikahannya dengan Ismahan pada 27 Januari 2008 lalu, bertepatan dengan meninggalnya sang Diktator ke alam baka! Sebuah kado yang “dinikmati” tidak hanya secara individual, melainkan secara komunal bagi rakyat Indonesia yang mengerti bagaimana memberi penghormatan terakhir terhadap koruptor nomer wahid didunia (Versi IMF).
Bagaimanapun, hidup terus berjalan dan untuk itu penulisan cerita hidup masih terus ditulis dalam nafas dan keyakinan!






dat is heel vriendelijk van U ..
salam setengah merdeka!!! hidup rakyat indonesia!!! sepertinya anda dari dulu adalah aktifis. jadi anda bukan bagian dari KMSO(keluarga mahasiswa study oriented). saya berharap anda tetap semangat mendidik next generation sbg pembela2 hak2 rakyat. bukan sebagai pemangsa rakyat. revolusi belum selesai!!!!
selesaikan revolusi indonesia…
blognya sudah berevolusi,,,lebih”sejarah”!
AUTO-biografi ya pak,,,pantesaann aga”gmn gitu,,
pak tolong persiapkan”mereka”menghadapi universitas pak,,,satu2nya guru sma yang’pantas’ dan memberi persiapan yang cukup adalah bapak didi,,eh salah kak didi!
salam hangat dengan rindu..(bener lo pak eh kak saya kangen)
imam solihin
assalamualaikum……. kyanya lebih enak klo sy panggil mas didi aj y. mas, gmn udah ada calon bini belom? lg usaha bikin biografi, mas? kya org penting aj
Ass..!!
Pa kabar pak..??!!
Asik juga baca autobiografinya..
lebih berhasil dari soe hok gie..
haha..
ada rencana buat debat nasional ntar pak bulan januari..
dateng pak..
oia,jaman sekarang udah ga ada lagi orang idealis..
maw makan apa..??
apakah idealis mati..??
kalah dong sama soe hok gie..??
Halo Apa Kabar? Dah lulus? saya angk.2000? Beres Bos
salam perjuangan. salam kenal. salam!
assalamu’alaikum ya shohib
Rasanya sdh lama bgt kita tdk diskusi, biarkanlah di blog antum ini aku coba tuk bernostalgia dalam kerinduan akademis yang pernah kita sama2 enyam dahulu.
Ada satu hal yang aku menjadi tertarik untuk mendiskusikannya…yakni: WAHABI
Kebetulan sudah beberapa tahun terakhir ini aku memang sangat tertarik juga untuk mencoba masuk ke etos keberagamaan mereka, yang memang cenderung literal dan dogmatis.
Afwan ya akhi,
kalau boleh tahu, mengapa akhir-akhir ini santri nahdhliyin sangat intens dengan perbincangan tentang tema-tema revivalisme islam, terutama yang terselebrasi dalam istilah-istilah seperti arabisme/arabisasi, ideologi transnasional, dan yang terakhir ini adalah salafi atau wahabi. Apakah keberadaan kelompok2 ini memang dirasakan BERBAHAYA bagi ummat? sehingga akhir-akhir ini perlu ada himbuan tersistematis untuk mewaspadainya.
Bila kita tengok secara historis, aku sangat faham mengapa konfrontasi ini bisa terjadi. Tapi yang tidak pernah bisa aku fahami adalah kapankah semua dialektika ini bisa berubah menjadi simbiose yang saling melengkapi…
Allahu yu barrik fik…
History Teacher at Citra Nusa School Cibinong
0813 1521 1407 (sms ya!)
Assalamualaikum boss… weiks.. udah sukses nih kyknya…
inget ane ga ente?? satu skul dulu di 84… secara ente diem2 aje jd kite jarang komunikasi de..
oiyaa… dapet salam juga nih dari ruang sidang anggota dewan yg terhormat…hahaha..
klo ente mo tau ane ente liat aje email ane ntar ente kroscek di FS..
Wassalam..
Barakallahu Laka Wa Baraka ‘Alaika Wa Jama’a Bainakuma Fii Khoir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah wamaddah wa rahmah, banyak rezekinya, banyak anak dan banyak istri (ups!).
M’f ya pak,kalau seandainya g sempet hadir di walimatul ursynya…Kami mohon ampun pada Allah seandainya g memenuhi undangan dan mohon maaf dari bapak ‘n istri…maklum anak sekolah yang mau ujian…agak ngak punya waktu luang pak…
hm, bagus juga. ditiru ah
Waalaikum Salam.
Sahabatku, Agung. Kami, kaum Nahdliyyin melihat wahabi sebagai suatu pemikiran dalam Islam yang terlampau digeneralisasikan menjadi “Islam” dalam pemahaman dunia. Hal ini menjadi berbahaya, karena dalam Islam kebenaran hanyalah milik Allah, rabbul izzati. Tidak ada manusia yang memonopoli kebenaran untuk kelompoknya sendiri dan mengatasnamakan perspektif itu untuk mencaci-maki golongan lain.Wahabi terlampau mudah mengklaim “sesat-menyesatkan” atau “murtad” terhadap kelompok lain. Ana kira ini bukanlah cita-cita Islam yang sesungguhnya.
Pemahaman wahabi yang cenderung “fasis” inilah yang sangat berbahaya untuk digeneralisasikan dan mewakili Islam secara keseluruhan. Islam, bagaimanapun, harus ditempatkan sesuai dengan tujuannya yakni rahmatan lil-alamiin. Ana kira wahabi cenderung menyederhanakan Islam sebagai agama yang formal-kaku dan ritualistik, tidak menyentuh aspek manusiawiah.
Bagaimanapun, kita tidak hanya ingin menciptakan surga diakhirat yang fasis, tetapi ingin menciptakan surga didunia secara demokratis….
Assalamualaikum…………….
Kebenaran memang datangnya dari Allah… (Benar dan salah sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bukan berdasar hawa nafsu kita).
Jika kita tidak yakin yang kita lakukan adalah benar maka apa gunanya…… maka kita harus bisa mencari dasar setiap apa yang kita lakukan, bukan hanya ikut2an, apalagi dalam beragama.
memang yang berhak menCAP kafir atau sesat pada manusia adalah mereka yang berkompenten dengan ilmu Islam, tapi kalau memang sudah jelas ciri2 kekafirannya (sesuai hukum ALLAH) maka kita juga harus yakin bahwa itu kafir/sesat.
Kalau ente bilang untuk tidak mencaci maki golongan lain mengapa dalam blog ente malah Mencaci Maki
Mari kita kembali kepada Islam secara kaffah sesuai manhaj Rasulullah dan para sahabat, karena merekalah sebaik2 kaum…. dan sudah pasti dijamin dengan Janah-Nya.
Wassalam
Assalamualaikum
Maaf pak, saya lupa nanya kalo ketemu Bapak…itu, tadinya saya mau minjem buku2 yang dari anak2 kelas3..tp sekarang kan sudah masuk liburan dan sepertinya sudah tidak mungkin krn kls 3 sdh lulus…
Tapi, buku2 itu untuk ditaruh di perpus 47 kan Pak? atau untuk tambah koleksi Bapak? soalnya kalau ditaruh di perpus 47 anak2 masih mungkin u/baca…sedangkan dari kemarin, buku2 itu cuma dipajang di uks…udah gitu dikunci lagi..jadi g bisa dibaca..tx& mohon maaf
slm kiri mas…
Hallow sahabat, ternyata dunia itu sempit dan masih banyak sahabatku bertebaran di dunia maya,
salam pergerakan,
edhenk
halo bro,
numpang neduh di blognya, kebetulan saya suka sejarah jg, plus dr bio nya, kita sepertinya jg sama2 Liverpudlian
mampir ke blog saya bro:
You’ll Never BLOG Alone
Salam kenal ya
pak didi..
selamat y atas wisuda kmrn..
mdh2an guru2 yg lain bs ngikutin jejak bapak y..
Oh ya, sip. Salam.
Pakabar Mr Didi?
mampir pak ke blog gw, sekalian minta usul mau di tambahin apa blog gw… hehehe…
Assalamualaikum..
Pak, di STAN kan ada radio komunitas…
kalo nanti mereka mau ngadain ajang2 di radio yang ngangkat tema sejarah, bapak mau ngisi nggak?
Rencananya nanti kalau pas ada momen2 penting…
Nanti kalo jadi, ada yang bakal hub bpk..
Tapi Bapak harap maklum ya…namanya juga radio komunitas….
oiya pak…berhubung ini radio islam..jadi sejarah indonesianya dari kacamata islam ya pak…
Pak.. kami mengajak untuk bisa diskusi sejarah di
http://sukasejarah.org
trimakasih