XII IA-1

Salah satu hal yang penting dari kebijakan suatu negara adalah politik luar-negerinya. Seperti nasib  Saddam Hussein yang anti barat sehingga membuat Irak di invasi AS.

Jika kita belajar dari sejarah Indonesia, apa yang membedakan politik luar negeri Indonesia pada masa Sukarno dan Soeharto? Menurut kalian mana yang lebih membanggakan untuk Indonesia?

Oh iya, jangan lupa membandingkan dengan pola politik luar-negeri Mahmoud Ahmadinejad (Iran)!

This entry was posted on Agustus 16, 2007, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. 39 Komentar

39 thoughts on “XII IA-1

  1. Sukarno menjalankan politik luar negri indonesia yang nasionalis dan revolusioner.hal itu tercermin pada politik konfrontasi malaysia,penolakan keras sukarno terhadap bantuan keuangan barat dengan jargon go to hell with your aid,dan pengunduran diri Indonesia dari keanggotaan PBB.Landasan pemikiran sukarno adalah Indonesia harus menolak perluasan imperialisme dan kolonialisasi.dan pembentukan malaysia dengan bantuan barat serta PBB.
    Sedangkan soeharto menghadapi dengan cara yang berbeda.Dia tidak menolak hubungan dengan negara-negara barat,pada saat bersamaan berusaha untuk menjaga interdepedensi politik Indonesia.Berbeda dengan Sukarno,Soeharto mengandalkan bantuan dari barat untuk keperluan dalam negeri.Perusahhan dari luar dapt dengan mudah memperoleh kontrak di Indonesia,berbeda dengan Sukarno yang malah menasionalisasikan perusahaan luar.
    menurut saya,pada masa Soekarno lebih membanggakan dibanding era Soeharto.Karena pada masa Sukarno bangsa kita tidak bergantung terhadap bangsa lain seperti sekarang ini,pada masa soeharto bangsa kita malah berkiblat kebarat yaitu dengan meminta bantuan keuangan dalam negri yang sekarang bisa kita rasakan dampaknya seprti hutang negara yang semakin menumpuk dan sulit untuk dilunasi.pada pola politik Mahmoud Ahmadinejad,ia menerapkan politik yang hampir sama dengan sukarno,seperti program nuklirnya yang ditentang habis-habisan oleh amerika,namun ia tetap meneruskan program nuklir itu sampai saat ini,walaupun mendapat banyak kecaman dari pbb dan negara lainnya.walupun iran dimusuhi oleh barat dia tetap dapat melakukan proses demokrasi secara damai,sebuah proses yang tidak mampu dilakukan oleh sekutu amerika di timur tengah.

  2. Politik luar negeri Presiden Sukarno tidak dapat disamakan dengan Presiden Soeharto. Pada masa kepemimpinan Presiden Sukarno, Indonesia lebih membanggakan dan hebat di mata dunia, meskipun sebagian rakyatnya masih hidup dengan susah payah, namun saya merasa itu adalah hal yang cukup pantas dikorbankan. Lagipula, Presiden Sukarno menyatakan bahwa revolusi kita belum selesai pada masa itu.

    Presiden Soeharto, bagaimana pun juga, adalah sosok org Indonesia yang terlalu “tunduk” pada para pemimpin negera Barat. Sangat berbeda sekali dengan sosok Presiden Sukarno, yang menjunjung tinggi kebebasan dan lebih memilih untuk menentang imperialisme.

    Di lain pihak, Presiden Ahmadinejad adalah sosok pemimpin kuat yang pantas disandingkan dengan Presiden Sukarno. Beliau tidak gentar dan berani menghadapi ancaman dari negara-negara Barat.

  3. menurut saya masa kpemimipinan soeharto lebih baik drpd bung karno.Tapi saya lebih stuju klw politik luar negri bung karno sngt baik.knyataanya dapat dilihat bhw pada saat bung karno me2rintah,indonesia dihomati dan ditakuti olh bangsa barat.terlebih Amerika!!!pesawat tempur indonesia adlh terbaik ke 5 dsedunia..tapi sekarang…????
    bung karno menerapkan politik mercusuar,politik yang artinya indonesia bgitu bagus dimata dunia,tp knyataanya di dlm indonesia sendiri ‘bobrok’.
    itu jg slh 1 klemahan sukarno..
    ia pun menjalani politik bebas-aktif!!!

    berbeda dg soeharto,politik luar negeri yg dterapkan yaitu bangsa luar dapat masuk dg mudah sperti mananam saham(bung karno sangat menetang imperaialisme dn kolonialisme!!)
    pada waktu itu di mata dunia indonesia tdk dpt dikatakn sbg bgsa yg baik..tapi fondasi yg soeharto bkin di dlmnya sdh bgz..
    bisa dkatakn suharto tiu sangat tunduk dengan bgsa lain..
    itu yang saya tdk suka dari soeharto!!!
    sangat lemah!

    Mahmoud Ahmadinejad hampir sama cara berpolitiknya dg sukarno!!
    dia sangat nasionalisme dn anti imperial dn kolonialisme!!!
    hujatan dr bgs barat ttg nuklirnya dia tdk dengar..yang ia pikirkan hanya demokrasi di negaranya!!

  4. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Sistem politik luar negeri yang dijalani oleh Sukarno dan Suharto sudah jelas sangat bertolak belakang.

    Pada masa Sukarno, Sukarno sangat menjaga jarak untuk melakukan hubungan dengan negara lain. Sukarno memiliki keinginan untuk mempertahankan harga diri bangsa dengan tidak melulu bergantung kepada negara lain.

    Pada era Sukarno, beliau juga banya menasionalisasi perusahaan-perusahaan Inggris.

    Apalagi ketika saat itu Malaysia menyatakan sebagai bagian federasi Inggris tanpa kompromi lagi.
    Hal tsb menyebabkan beliau mengambil keputusan u/ keluar dari PBB. Pada hal ini, beliau masih mampu menjaga harga diri bangsa, namun nyatanya dalam kehidupan ekonomi Indonesia yang jelas-jelas bergantung thd luar negeri menyebabkan perekonomian di Indonesia menjadi terpuruk. Saat terjadi ketegangan itu, Sukarno juga menyatakan untuk tidak berhubungan lagi dengan IMF yang tidak lain dan tidak bukan adalah kepanjangan tangan dari Amerika.

    Sedangkan di tangan Suharto, Indonesia dibawa menuju arena politik yang menyebabkan Indonesia memiliki ketergantungan terhadap luar negeri. Suharto membuka kembali hubungan dengan IMF dan negara-negara Eropa. Padahal, Indonesia sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia sudah menjadi sasaran empuk para petinggi IMF yang berstatus Yahudi Amerika.
    Hingga akhirnya pada era Suharto, utang Indonesia bertumpuk-tumpuk. Jadi duit ‘utangannya” diapain tuh?

    Jadi bener kata orang-orang..waktu orde lama, orang-orang korupsi di bawah meja, waktu orde baru orang korupsi di atas meja!!! Tapi, masih lebih parah sekarang sih karena katanya, di zaman reformasi, orang kalo korupsi meja-mejanya ikut dikorupsi..

    Indonesia pada masa Suharto, menurut saya itu dianggap sebagai mainan oleh negara-negara Eropa dkk. ( Apalagi zaman SBY ini, mau-maunya di suruh-suruh sama Amerika)

    Jadi menurut saya, lebih membanggakan waktu zamannya Sukarno. Walaupun miskin tapi tetep punya Izzah. Kalau zamannya Suharto, sepertinya saya nggak bangga-bangga amat. Meskipun waktu itu kita hidup enak-enak aja, tapi toh kita nggak tau kalau saat itu ternyata negara tercinta kita ini banyak utangnya!!!

    Oya, yang tentang Ahmadinejad. Saya pikir nggak ada yang salah dengan politik luar negeri yang dia terapkan. Dalm proyek nuklirnya, emangnya dia pengen bikin bom nuklir yang bisa membahayakan orang-orang???
    Enggak toh???

    Itu mah, emang dasar George Bush-nya aja yang ketakutan kalau Islam itu punya suatu kekuatan yang bisa membahayakan dirinya, toh?

    Jadi yang bermasalah dengan Politik Luar Negeri itu, ya, Amerika!!! Terlalu campur tangan sama kehidupan internal negeri orang lain. Itu tuh, katanya Densus 88 itu kan create-an Amerika…Amerika yang ngebiayain… Dia pengen nyari teroris di negara-negara yang banyak orang Islamnya…

    George Bush nggak sadar kalo yang teroris itu Dia dan temen deketnya si Ehud “monyet” eh Ehud OLmert,,,,Ariel Sharon dkk…

    Dan saya pikir keputusan Iran untuk nggak menanggapi Resolusi PBB, itu sah-sah saja karena untuk apa menanggapi ketakutan-ketakutan orang-orang kafir yang nggak beralasan itu???

    Belum apa-apa udah takut diapa-apain sama nuklirnya Iran. Habisnya, mereka itu sudah main mengeluarkan resolusi saja tanpa sebab-sebab dan alasan yang cukup logis…Dan kenapa Iran yang baru sekali mengacuhkan sebuah resolusi diberikan hukuman yang begitu berat.

    Pasdahal, asal bapak tau, Israel itu sudah berpuluh-puluh kali mengacuhkan resolusi-resolusi yang dikkleuarkan PBB tentang masalah senjata nuklir yang dimiliki Israel…Tapi nggak dikasih sanksi apa-apa…

    Ya jelas aja…Israel itu kan anak kesayangannya Amerika githu!!!

    Saya juga kecewa sama keputusan SBY yang ikut mendukung resolusi itu…Padahal waktu Ahmadinejad minta dukungan dateng ke Indonesia, SBY bilang bakal mendukung…

    Tp, karena beberapa saat sebelum voting, SBY ditelepon sm Beorge Bush…INDONESIA SETUJU SM RESOLUSI ITU!!

    Sebenernya SBY itu waktu voting ngewakilin siapa sih>? Rakyat Indonesiakah? atau Amerika?
    Bukankah mengkhianati janji namanya Munafik????

    Jadi, saya pikir, saya lebih bangga sama kebijakannya Sukarno…

  5. Politik luar negeri yang dilakukan oleh sukarno lebih berhaluan komunis hal ini dibuktikan dengan adanya kerja sama poros jakarta-peking dan poros jakarta-moskva. sedangkan politik luar negeri yang dilakukan suharto lebih berhaluan kapitalis hal ini dibuktikan dengan kerja sama dengan negara-negara seperti amerika serikat, dan uni eropa.

    diantara keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, contohnya : kelebihan dari politik luar negeri sukarno: indonesia digolongkan sebagai negara nefo (new emergency forces) negara baru yang akan menjadi negara yang berpengaruh dalam politik dunia, sehingga kedudukan indonesia menjadi tinggi dimata dunia. contoh negara-negara nefo adalah negara2 yang memiliki haluan komunis. kekurangannya politik ini sebenarnya bertentangan dengan pancasila sila pertama karena komunis tidak menganggap adanya suatu agama. sedangkan sila pancasila yang pertama berbunyi ketuhanan yang maha esa. sehingga terdapat pertentangan dalam hal ini.

    kelebihan politik luar negeri suharto mendekatkan diri pada negara liberal yang menyebabkan indonesia mudah mendapatkan pertolongan dalam menyelesaikan masalah. contohnya masalah ekonomi, sehingga pada jaman suharto berkurangnya jumlah rakyat miskin dibandingkan di jaman sukarno. kekurangannya pertolongan dari negara2 liberal sebenarnya adalah hutang yang akan dibayarkan dalam jangka waktu tertentu sehingga rakyat indonesia akan menanggung hutang-hutang yang besar.

    dari penjelasan yang tadi saya uraikan saya tidak dapat membedakan mana yang lebih membanggakan karena setiap kebijakan politik luar negeri antara suharto dan sukarno memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    politik luar negeri Mahmoud Ahmadinejad saya kira merupakan politik luar negeri yang cukup berani alasannya karena Mahmoud Ahmadinejad berani menentang kebijakan amerika serikat dan lebih mendekatkan diri pada negara2 berkembang. saya kira Mahmoud Ahmadinejad adalah salah satu pemimpin negara yang berani mengatakan TIDAK kepada kebijakan2 amerika yang kontroversial. dan jika dibandingkan dengan politik luar negeri yang dilakukan oleh sukarno dan suharto saya kira sama karena apa yang dilakukan oleh masing2 pemimpin negara ditujukan untuk kebaikan rakyatnya.

  6. menurut saia…
    Sukarno menjalankan politik luar negeri rvolusioner dan nasionalis. Sukarno sangat menjaga jarak dalam melakukan hubungan kerjasama dg negara lain. Sukarno sangat percaya dengan kekuatan bangsany sendiri yaitu bangsa Indonesia. Sukarno adalah orang yang kekeuh pada pendiriannya yaitu mempertahankan harga diri bangsa Indonesia, meskipun rakyatnya hidup susah.Beliau sangat menolak keras bantuan-bantuan dari bangsa asing.Hal ini tecermin dari politik konfrontasi dengan Malaysia, penolakan keras Soekarno terhadap bantuan keuangan Barat dan pengunduran diri Indonesia dari keanggotaannya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Sukarno juga menganut faham kolonialisme. Makanya Sukarno itu cenderung bekerjasama dengan negara”komunis seperti contohnya persahabatan Indonesia-Tiongkok. Pada masa pemerintahan sukarno, semua negara tunduk,takut dengan sukarno. Hal ini dikarenakan karena kewibawaan sukarno.

    Pada masa pemerintahan Suharto yaitu pada masa Orde baru, Suharto sangat menerima dengan tangan terbuka kerjasama dengan negara-negara asing dan bantuan-bantuan dari negara asing. Suharto menganut faham kapitalis, hal ini dapat dilihat dari kerjasama Indonesia-Amerika. Saya akui, kerjasama dengan negara-negara barat ini sangat menguntungkan negara Indonesia, rakyat-rakyatny hidup lebih enak dari pada masa pemerintahan sukarno. Tetapi, di balik itu semua indonesia adalah negara yang lemah dari segi manapun. Pada saat itu indonesia punya banyak hutang yang sampai sekarang gak Lunas”!!
    G kbayang deh dosanya sampe ke anak cucu!!! kasian y..
    Pada saat itu, suharto sangat anti terhadap Tiongkok, segala hal yang berhub. dg tiongkok dimusnahkan.

    Mahmoud Ahmadinejad adalah presiden Iran yang senang membuat perubahan-perubahan ke arah yang baik dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Beliau adalah orang yang sangat tegas dan berani. Beliau sangan berani menentang amerika dang mengacuhkan kritikan dari kalangan konservatif maupun reformis mengenai kebijakan ekonominya dan cara dia menangani isu nuklir Iran. Yang beliau lakukan hanyalah fokus melakukan yang terbaik untuk Negara dan rakyatnya.

    Jadi, menurut saya pemerintahan sukarno dan Mahmoud Ahmadinejad itu sama. Yaitu sama-sama mempertahankan harga diri bangsa dan sangat anti amerika.
    Tetapi pemerintahan ke 3 pemimpin tersebut juga punya kesamaan yaitu menginginkan negaranya maju, sgala hal dilakukan demi kebaikan rakyatnya.

  7. Assalamualaikum. Wr. Wb
    Pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, politik luar negeri yang digunakan oleh Bung Karno sangat berpengaruh terhadap keadaan ekonomi di Indonesia. Pada saat itu Bung Karno memilih untuk tidak bekerja sama sekali dengan pihak asing, karena ia masih ingin melakukan revolusi terhadap bangas Indonesia. Ia mengatakan bahwa “ Revolusi Belum Selesai “, dengan dalih seperti itu ia berniat membangun bangsa Indonseia tanpa bantuan dari Negara atau pihak asing. Justru malah Bung Karno sendiri yang membuat poltik Nefo dan Oldefo, bersama Negara – Negara yang tertindas. Dari sinilah Bung Karno mulai mencuatkan namanya sebagai tokoh politik yang disegani atau “ ingin disegani “ oleh bangsa – bangsa lain. Salah satu tindakannya adalah Indonesia ingin mengalahkan Malaysia yang notabenenya diangkat sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dengan cara keluar dari PBB. Walaupun dengan politik luar negeri yang terlihat kuat ini, tetapi sebenarnya pihak dalam negerilah yang mengalami kerugian, karena Bung Karno tetap bersih keras dengan tidak meminta bantuan kepada bangsa lain. Dengan begitu ekonomi dan pembangunan pada saat itu terhambat karena tidak adanya dana atau pinjaman dari pihak asing. Di satu sisi politik luar negeri pada zaman Bung Karno sangatlah baik karena kita sebagai Bangsa Indonesia bisa mandiri dengan tanpa bantuan dari bangsa asing. Tapi di satu sisi politik ini sungguh menyiksa rakyat dan bangsa Indonesia sendiri.

    Berbeda lagi dengan politik luar negeri yang dijalankan pada zaman Suharto menjabat sebagai presiden RI. Untuk memikat hati para rakyat, secara drastis ia mengubah skema politik luar negeri yang dianut Bung Karno. Ia menganggap revolusi sudah selesai dan ingin memulai pembangunan terhadap bangsa kita. Langkah yang diambil ialah Pak Harto menjalin kerja sama dengan bangsa dan pihak asing serta masuk kembali menjadi anggota PBB. Dengan begitu, bangsa – bangsa lain menggangap perekonomian Indonesia sudah pulih. Hasilnya perkembangan ekonomi di Indonesia menunjukkan hasil yang pesat. Rakyat pun mulai memberi simpati kepada Pak Harto. Tapi, di lain sisi seakan – akan bangsa Indonesia diperbudak oleh bangsa asing. Buktinya lama – kelamaan hutang Indonesia semakin menumpuk dan banyak para pejabat yang melakukan korupsi. Dengan begitu hutang kita terhadap asing pun semakin menggila. Sampai akhirnya Pak Harto lengser dan terjadilah krisi moneter yang berkepanjangan.

    Kalau pada zaman Bung Karno ia enggan bermain dengan asing. Beda hal dengan Pak Harto yang bekerjasma dengan asing. Hebatnya Bung Karno bisa membeli perusahaan asing, sedangkan Pak Harto senang menjual saham kita kepada asing dan di kelola oleh pihak asing. Kalau sudah begini, kita tidak bisa merujuk pada salah satu kebijakan politik luar negeri yang dilakuakn kedua tokoh tersebut. Karena selalau ada kelebihan dan kekurangan dalam politik luar negeri tersebut.

    Tentang politik luar negeri Iraq yang dijalankan oleh Mahmoud Ahmadinejad,sangatlah bijak. Ia mampu mementahkan berbagai kecaman maupun ancaman yang datang bertubi -tubi dari AS. Ia ingin membangun bangsanya menjadi bangsa yang mandiri. Beliau sepaham dengan Bung Karno yang ingin membangun bangsanya dengan kekutan yang dimiliki oleh bangsa itu tersebut, tidak peduli apapun usaha yang dilakukan asing untuk menjatuhkannya. Yang beliau lakukan hanyalah membangun Iraq menjadi negara yang maju dan berkembang serta memberikan yang terbaik kepada rakyatnya..

    Saya bangga terhadap Bung Karno dan kebijakan – kebijakannya, karena ia dapat mencerminkan kepribadian bangsa Indonseia yang sesungguhnya. Bung Karno adalah Bapak Revolusi kita semua, bahkan dalam kurun 100 tahun pun belum tentu di Indonesia lahir seorang tokoh seperti Bung Karno.Ia mempunyai kepribadian yang luar biasa sehingga dapat memimpin Indonesia, berkat jasanya, kita bisa hidup seperti sekarang ini. Terima kasih Bung…

  8. Soekarno dan soeharto memiliki banyak perbedaan . SOekarno dengan politik mercusuar , ingin menjadi pemimpin oldefo ,banyak berhubungan dengan pihak timur yang cenderung komunis dan sifat yanga anti blok barat . Sementara Soeharto bersifat kebalikannya.

  9. Soekarno dan soeharto memiliki banyak perbedaan . SOekarno dengan politik mercusuar , ingin menjadi pemimpin oldefo ,banyak berhubungan dengan pihak timur yang cenderung komunis dan sifat yanga anti blok barat . Sementara Soeharto bersifat kebalikannya.
    kedua pemimpin tsb masih belum bisa menjalankan politik luar negri bebesa aktif dengan sebenar-benarnya namun entah kenapa saya cendrung lebih membanggakan politik luar negeri soeharto . mungkin karena soeharto telah banyak membangun indonesia . selain itu pada masa soeharto banyak kerjasama dengan pihak asing yang menguntungkan indonesia serta harga kebutuhan pokok serta nilai mata uang rupiah yang cendrung stabil pada masanya membuat rakyat indonesia hidupnya lebih enak di bandingkan dengan sokarno yang sering terjadi inflasi pada masa pemerintahannya . meski demikian pada masa soeharto HAm kurang dihargai . banyak terjadi kasus pelanggaran HAM . Selain itu praktek korupsi yang banyak terjadi pada masanya membuat hutang yang kian menuupuk yang hingga kini belum lunas dan diiringi dengan inflasi . hingga akhir pemerintahannya , soeharto telah berjasa banyak di bidang pembangunan . namun sebgai seorang manusia ia juga punya kesalalahan . Bagaimanapun juga menurut saya kita harus menghormati orang dari jasa2 yang ia berikan. pak Hartto telah banyak jasanya bagi indonesia . kita wajib menghormatinya meski ia sering dianggap sebagai pemimpin yang otoriter .
    sudah saatnya kita bangsa indonesia bisa menghargai para pemimpin kita meski dalam menjalankan tugasnya mereka melakukan banyak kesalahan ( toh jasanya lebih banyak dari kesalahannya) , karena kesalahan itu milik kita manusia dan kesempurnaan hanya milik-Nya.
    namun kita harus tetap menghargai bungkarno krn kl bukan krnnya kita belum tentu bisa merdeka 62 tahun silam .
    sementara politik luar negeri Mahmoud Ahmadinejad adalah politik yang sangat berani . ia adalah pemimpin hebat yang tetap teguh pada pendiriannya . Meski banyak pihak yang menentang kebijakan politiknya namun ia tetap bersih kukuh pada pendiriannya karena ia yakin apa yang dilakukannya benar . itu ia lakukan untuk mensejahterakan rakyatnya.toh seorang pemimpin yang baik akan selau mencari cara untuk mansejahterakan rakyatnya meski mendapat tentangan dari kelompok lain .

    nb. maap krn salah tekan jd ada yang ke save sebelum selesai ngetik !

  10. Assalamualaikum. Wr. Wb

    Saya kira banyak perbedaan antara kepemimpinan Sukarno dan Soeharto.

    Sukarno lebih mengedepankan kebijakan politik daripada ekonomi. Ia adalah seorang sosok yang anti kolonialisme dan imperialisme yang banyak dianut oleh negara-negara barat. Seperti pada saat inggris akan memberikan kemerdekaan Malaysia ia menggerakkan ganyang Malaysia dan keluar dari keanggotaan PBB. Lalu ia bisa membagi dunia kedalam dua kelompok yaitu NEFO dan OLDEFO, Indonesia masuk kedalam NEFO yaitu kelompok-kelompok negara baru dan berkembang. Ia juga mengeluarkan politik mercusuar yang mendekatkan Indonesia ke dalam Komunisme. Pada saat Indonesia dipimpin oleh Sukarno selalu mendapat bantuan dari negara-negara Timur dan membeli peralatan perang ke Uni Soviet.

    Berbeda dengan Sukarno, Soeharto adalah orang yang selalu tunduk dengan kebijakan-kebijakan dunia barat. Pada zaman pemerintahannya ia sangat otoriter terhadap rakyat. Lebih mengedepankan ekonomi dibanding politiknya. Ia lebih banyak meminta bantuan kepada negara-negara barat ketimbang menjadi diri sendiri.

    Saya lebih bangga terhadap Sukarno dan kebijakannya politiknya dibanding dengan Soeharto. Karena ia bisa menciptakan kepribadian bangsa Indonesia sesungguhnya.

    Pola politik Mahmoud Ahmadinejad saya kira hampir sama dengan pola politik Sukarno. Ia tidak terpengaruh oleh negara-negara lain dan ingin menjadi diri sendiri. Ia berani menjalankan program nuklirnya padahal sudah ditentang habis-habisan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat. Ia patut disandingkan dengan Sukarno.

  11. Assalamualaikum WR WB .

    Politik luar negeri Presiden Sukarno dan Presiden Soeharto sangat berbeda. Politik Luar Negeri Sukarno dan SOeharto memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing . Yaitu ..

    Kelebihan dari politik luar negeri Sukarno:
    Sukarno membentuk negara oldefo dan nefo (new emergency forces) negara baru yang akan menjadi negara yang berpengaruh dalam politik dunia, sehingga kedudukan indonesia menjadi tinggi dimata dunia. contoh negara-negara nefo adalah negara2 yang memiliki haluan komunis.

    Kekurangannya politik ini sebenarnya bertentangan dengan pancasila sila pertama karena komunis tidak menganggap adanya suatu agama. sedangkan sila pancasila yang pertama berbunyi ketuhanan yang maha esa. sehingga terdapat pertentangan dalam hal ini.

    Presiden Soeharto, bagaimana pun juga, adalah sosok orang Indonesia yang terlalu “tunduk” pada para pemimpin negera Barat. Sangat berbeda sekali dengan sosok Presiden Sukarno, yang menjunjung tinggi kebebasan dan lebih memilih untuk menentang imperialisme.

    Dalam menghadapi dilema di atas, Soekarno dan Soeharto–dua presiden yang lama berkuasa–menghadapinya dengan cara yang berbeda. Soekarno menjalankan politik luar negeri Indonesia yang nasionalis dan revolusioner. Hal ini tecermin dari politik konfrontasi dengan Malaysia, penolakan keras Soekarno terhadap bantuan keuangan Barat dengan jargon go to hell with your aid, dan pengunduran diri Indonesia dari keanggotaannya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Landasan pemikiran Soekarno adalah Indonesia harus menolak perluasan imperialisme dan kembalinya kolonialisme. Dan pembentukan Malaysia, bantuan keuangan Barat serta PBB, dalam pemikiran Soekarno ketika itu, adalah representasi imperialisme dan kolonialisme.

    Di lain pihak, Soeharto menghadapinya dengan cara yang berbeda. Soeharto dan Orde Baru-nya tidak menolak hubungan dengan negara-negara Barat, dan pada saat yang bersamaan berusaha untuk menjaga independensi politik Indonesia. Paling tidak hal ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa Indonesia melalui ASEAN menolak kehadiran kekuatan militer Barat di kawasan regional Asia Tengggara. Perlu diperhatikan bahwa Hatta, Soekarno, dan Soeharto bekerja dalam konteks Perang Dingin dengan fixed-premis-nya mengenai dunia yang bipolar, terbagi dua antara Blok Barat dan Timur.

    Menurut pendapat saya ,Bung Karno yang lebih membanggakan Indonesia .

    Sedangkan perbandingan politik luar negeri antara Sukarno dan Soeharto dengan Mahmoud Ahmadinejad adalah salah satu pemimpin negara yang berani mengatakan TIDAK kepada kebijakan2 amerika yang kontroversial. dan jika dibandingkan dengan politik luar negeri yang dilakukan oleh sukarno dan suharto saya kira sama karena apa yang dilakukan oleh masing2 pemimpin negara ditujukan untuk kebaikan rakyatnya.
    Presiden Ahmadinejad adalah sosok pemimpin kuat yang pantas disandingkan dengan Presiden Sukarno. Beliau tidak gentar dan berani menghadapi ancaman dari negara-negara Barat.

    *maylina*

  12. Jawaban
    Politik Luar Negeri Indonesia Pada masa Pemerintahan Sukarno

    Politik luar negeri yang dianut pada masa pemerintahan Presiden Sukarno atau pada masa demokrasi terpimpin adalah lebih banyak mengarah pada politik konfrontasi dan meninggalkan politik luar negeri yang bebas aktif.Politik konfrontasi ditujukan kepada negara-negara kapitalis,yaitu Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat.Adanya penyimpangan terhadap poitik luar negeri bebas aktif membuat Indonesia tidak bisa bergerak leluasa.Ruang gerak diplomasi Indonesia cenderung mengarah ke komunis.Beberapa kebijakan politik luar negeri pada masa Pemerintahan Sukarno adalah:
    1)Presiden Sukarno mengemukakan pandangan tentang kekuatan poitik dunia yang terbagi menjadi 2 ,yaitu oldefo dan nefo
    2)Indonesia melaksanakan “politik mercusuar” yaitu hanya mengejar kemegahan di tengah-tengah pergaulan bangsa.Indonesia ingin menempatkan diri pada kedudukan terkemuka di kalangan Nefo.
    3)Memasuki tahun 1965,Indonesia membentuk poros Jakarta-Peking dan poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang.Terbentuknya poros semacam ini menyeret Indonesia semakin mendekatkan diri kepada negara-negara komunis.

    Politik Luar Negeri Indonesia pada masa Pemerintahan Soeharto

    Sedangkan pad masa Pemerintahan Soeharto (orde baru) Indonesia mulai menata kembali politik luar negerinya yang bebas aktif serta berusaha meninggalkan politik konfrontasi . Hal itu diwujudkan dengan bergabung kembalinya Indonesia dalam wadah organisasi dunia PBB pada 28 September 1966.Indonesia juga menjalin kembali kerja sama dengan negara-negara lain,terutama dengan negara tetangga.Hal itu diwujudkan dengan menghentikan konfrontasi dengan Malaysia yang sempat meradang karena Malaysia diterima sebagai anggta tidak tetap DK PBB

    Jadi,dari uraian di atas menurut saya politik yang paling cocok untuk diterapkan di Indonesia adalah politik luar negeri yang digunakan pada masa pemerintahan Soeharto yaitu Bebes Aktif karena dapat mempermudah Indonesia dalam menjalin kerjasama antar negara karena sangat tidak mungkin kita menjalankan kehidupan bernegara secara individualis.

    Menanggapi politik yang dianut Mahmoud Ahmadinedjad saya sangat setuju dengan keberanian ia menantang AS dalam melindungi bangsanya. Ia tidak gentar sedikitpun dengan kekuatan AS.Keberaniannya sama dengan Soekarno ingin mempertahankan haga diri bangsa…

  13. Assalammualaikum Wr.wb

    Politik luar negeri Indonesia pada saat pemerintahan Sukarno dengan Soeharto sangat berbeda.
    Hal ini dapat terlihat dari kebijakan saat pemerintahan Sukarno,Sukarno menggunakan politik luar negeri Nefo Oldefo serta menggunakan politik Mercusuar.Dengan menggunakan politik Nefo Oldefo,politik tersebut cenderung mengarah ke komunis sehingga hubungan Indonesia dengan Bangsa barat sangat renggang,hal ini menyebabkan Indonesia keluar dari anggota PBB karena ada konfrontasi dengan Malaysia.Sukarno sangat mempertahankan harga diri Indonesia sehingga ia berpendapat bahwa Indonesia dapat menyelesaikan masalah negaranya sendiri.
    Sedangkan kebijakan politik luar negeri Soeharto,ia lebih cenderung ke arah kapitalis.Soeharto menggunakan politik luar negeri yang bebas dan aktif dan lebih cenderung bekerja sama dengan bangsa barat.Kepimpinan Soeharto sangat otoriter.Tetapi pada saat kepimpinan Soeharto bangsa Indonesia dapat menjalin hubungan dengan bangsa barat sehingga Indonesia masuk kembali ke anggota PBB.
    Jadi menurut saya politik yang lebih baik digunakan oleh Indonesia adalah politik luar negeri yang digunakan oleh Soeharto yaitu bebas aktif.

    Presiden Mahmoud Ahmaddinedjad adalah sosok presiden yang sangat berani,ia berani mengatakan “tidak” pada Amerika sehingga Iran di jauhkan oleh Amerika dan sekutunya.Ia sama sekali tidak takut dengan Amerika dan sekutunya,ia sangat kukuh dengan pendirianya.

  14. Assalmualaikum Wr. Wb.

    Yang membedakan politik luar negri Sukarno dan Soeharto adalah pada point dimana Sukarno membangun Indonesia dengan anti Imprealisme-nya, yang lebih kepada anti Amerika. menurut saya, itu bagus sekali, menasionaliskan perusahan” di Indonesia, dengan begitu yang “take in charge” di Indonesia ya pengusaha” Indonesia, yang merasakan kekayaan alam Indonesia ya warga negaranya. Menurut saya dalam perkembangannya akan lebih baik dari keadaan Indoneia yang sekarang. Walaupun pada saat itu rakyat Indonesia banyak yang miskin, karena politik mercusuarnya Bung Karno yang menitikberatkan “Indonesia yang maju di mata luar negeri”nya saja, tapi keadaan dalam negerinya sempoyongan tak terurus dengan baik. Ditambah lagi dengan sikap Sukarno yang menolak bantuan dari negara” Kapitalis, memang berat pada awalnya, tapi toh Indonesia terlihat lebih berpendirian kokoh pada saat itu. Dan juga lebih berwibawa. Seperti dalam kasus “Indonesia ganyang Malaysia” saat itu keadaanya indonesia menetang, Indonesia tidak suka. Entah bertentangan dengan negara berkuasa atau tidak, kalau tidak suka ya tidak suka. Sampai pada peristiwa dimana Indonesia mengundurkan diri dari PBB, dapat dilihat sikap Indonesia yang tegas, berteguh akan pendiriannya. Sangat bertolak belakang dengan Indonesia yang sekarang ini.

    Lain halnya dengan Pak Harto. Dengan mengatasnamakan “memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia yang buruk” lantas dia minta bantuan dana dari sana sini, pinjaman demi pinjaman, tiada lagi Indonesia yang teguh, yang ada Indonesia yang membuang malunya lantas menjual diri kepada negara” kapitalis. Indonesia anti Amerika menjadi Indonesia budak Amerika. SDA yang melimpah ruah menguntungkan, bukan bagi Indonesia, tapi bagi negara” luar. Akhirnya, yang ada semua SDA itu semakin habis, dengan hutang yang kian “impossible” untuk diunasi. Kalau sudah begini, siapa yang tanggung jawab? Semua lempar batu sembunyi tangan. Korupsi dimana – mana. Kasihan para presiden seterusnya, karena mereka akan terus dihantui oleh huntang yang harus dilunasi, sementara Indonesia butuh dana. Kapan Indonesia bisa merdeka dari keterbelakangannya kalau begitu? Pada akhir pemerintahan Pak Harto pun, terjadi krisis moneter, kalau begitu, mana yang katanya “memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia”?

    Kemudian Ahmadinejad. Seorang pemimpin yang sosoknya hampir sama dengan Bung Karno. Walaupun AS menentang kegiatan nuklirnya, namun ia tak terpengaruh oleh negara adidaya tsb. Sungguh keteguhan seorang pemimpin yang hebat!

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  15. assalamualaikum wr. wb.

    menurut saya,politik luar negeri sukarno-suharto sangat berbeda.
    Dan saya lebih memihak pada politik luarnegeri yang diterapkan sukarno.mengapa??
    alasan kuat saya adalah sukarno berani melawan negara adikuasa seperti AS dan bersikukuh pada pemikiranya sendiri.beliau menolak keras bantuan AS.dengan alasan beliau tidak mau menerima bantuan-bantuan dengan syarat-syarat hingga AS dapat mendikte Indonesia dan akhirnya menjadi budaknya.beliau juga berani keluar dari PBB.Menurutnya mahkota kemerdekaan suatu bangsa adalah bukan keanggotaan PBB, tetapi berdikari. Bahkan, Bung Karno sejak tahun 1960 nyata-nyata menuduh organisasi dunia ini hanya menguntungkan imperialisme dan merugikan negara-negara berkembang. Dan akhirnya pada 1 Januari 1965 Indonesia keluar dari PBB.Walaupun banyak yang mengasumsikan kesombongan sukarno karena politik mercusuarnya,tapi menurut saya itu adalah suatu pembuktian pada negara-negara lain bahwa mereka tidak dapat memandang remeh Indonesia.Dan itupun akhirnya membuat mata dunia tertuju pada Indonesia.Sedangkan Suharto dengan mudahnya tunduk dengan AS.Perusahaan – perusahaan negara dijualnya ke negara asing,padahal sukarno mempertahankan perusahaan itu agar tidak direbut asing.Beliau juga bersedia meminjam dana bantuan dari asing dan akhirnya menyebabkan menumpuknya hutang-hutang Indonesia dengan bunga yang akhirnya semakin lama semakin membesar.Dan hal ini menyebabkan terpuruknya negara Indonesia sehingga dianggap remeh oleh negara-negara lain.
    Jika dibandingkan dengan pemerintahan Iran di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad,beliau tidak gentar atas gerakan-gerakan politik AS. Bahkan, Ahmadinejad dengan gagah berani menyampaikan pidato di hadapan rakyat Iran bahwa adalah hak Iran untuk menguasai dan memiliki nuklir.Iran menyatakan sudah siap dengan segala risiko yang akan dihadapinya akibat dari ketidakpatuhannya terhadap resolusi DK PBB nomor 1737. Oleh karena itu, Iran menentang setiap bentuk arogansi imperialisme dari AS.
    Dan hal ini serupa dengan yang dilakukan sukarno.mereka tidak mau menjadi antek-antek negara adikuasa dan lebih memilih menjalankan pemerintahan dengan pemikiran sendiri dan bukanya didikte dari negara lain apa yang harus bangsanya lakukan.Seharusnya,Indonesia mampu melepaskan ketergantungan pada pihak asing dan menjadi bangsa yang mandiri seperti yang dilakukan sukarno dan ahmadinedaj.MAJU INDONESIA !!

    Maav pak kebanyakan..

  16. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Soekarno dan Soeharto–dua presiden yang lama berkuasa–menghadapinya dengan cara yang berbeda. Soekarno menjalankan politik luar negeri Indonesia yang nasionalis dan revolusioner. Hal ini tecermin dari politik konfrontasi dengan Malaysia, penolakan keras Soekarno terhadap bantuan keuangan Barat dengan jargon go to hell with your aid, dan pengunduran diri Indonesia dari keanggotaannya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Landasan pemikiran Soekarno adalah Indonesia harus menolak perluasan imperialisme dan kembalinya kolonialisme. Dan pembentukan Malaysia, bantuan keuangan Barat serta PBB, dalam pemikiran Soekarno ketika itu, adalah representasi imperialisme dan kolonialisme.

    Di lain pihak, Soeharto menghadapinya dengan cara yang berbeda. Soeharto dan Orde Baru-nya tidak menolak hubungan dengan negara-negara Barat, dan pada saat yang bersamaan berusaha untuk menjaga independensi politik Indonesia. Paling tidak hal ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa Indonesia melalui ASEAN menolak kehadiran kekuatan militer Barat di kawasan regional Asia Tengggara.

    jujur, saya lebih suka politik luar negeri Sukarno. kenapa? karena menurut saya meskipun pada zaman orde baru Indonesia mengalami kemajuan ekonomi yang pesat tapi tetap terlihat jelas dampak dari segala jenis korupsi pada zaman tersebut sampai sekarang. kejelasan tentang para pelaku korupsi pada zaman tersebut tidak terlihat. bahkan banyak yang sulit ditemui ketika hendak di “interogasi”.Soeharto dengan mudahnya bekerjasama dengan negara adikuasa. sangat berbeda dengan Sukarno yang saya lihat lebih berprinsip. beliau dapat menahan diri untuk tidak menjadi “budak” negara adikuasa.

    politik luar negeri Iran, saya rasa ga ada salahnya kalo Iran mau bikin nuklir. toh alasannya jelas,,mau di jadikan sumber energi. tuduhan Israel, AS, dan antek-anteknya itu berlebihan.masa’ Israel yang jelas2 punya senjata pembunuh massal dan nulir yang ga kehitung, ga dikasih konsekuensi apa2. padahal jelas, bahwa senjata2 itu dipakai Israel buat membantai kaum muslimin di Palestina, Libanon, dll. ga seharusnya kalo Indonesia justru mendukung Resolusi PBB tentang Iran. sepertinya pemerintah kita udah ga “bebas-aktif” lagi, buktinya mereka justru dukung negara2 blok barat. saya miris, saudara2 kita lagi butuh bantuan kita. bukan mengharapkan kita tuk jadi “ekor” AS, Israel, dan sekutunya.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  17. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Soekarno dan Soeharto–dua presiden yang lama berkuasa–menghadapinya dengan cara yang berbeda. Soekarno menjalankan politik luar negeri Indonesia yang nasionalis dan revolusioner. Hal ini tecermin dari politik konfrontasi dengan Malaysia, penolakan keras Soekarno terhadap bantuan keuangan Barat dengan jargon go to hell with your aid, dan pengunduran diri Indonesia dari keanggotaannya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Landasan pemikiran Soekarno adalah Indonesia harus menolak perluasan imperialisme dan kembalinya kolonialisme. Dan pembentukan Malaysia, bantuan keuangan Barat serta PBB, dalam pemikiran Soekarno ketika itu, adalah representasi imperialisme dan kolonialisme.

    Di lain pihak, Soeharto menghadapinya dengan cara yang berbeda. Soeharto dan Orde Baru-nya tidak menolak hubungan dengan negara-negara Barat, dan pada saat yang bersamaan berusaha untuk menjaga independensi politik Indonesia. Paling tidak hal ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa Indonesia melalui ASEAN menolak kehadiran kekuatan militer Barat di kawasan regional Asia Tengggara.

    Jujur, saya lebih menyukai politik luar negeri Sukarno. Karena meskipun jalan dan berkembangnya ekonomi saat masa pemerintahan beliau tidak se-pesat masa orde baru, masa pemerintahan beliau lebih mempunyai prinsip dan konsisiten terhadap prinsip tersebut. Sukarno tidak mau membuka hubungan dengan luar negeri, berbeda dengan Soeharto yang dengan mudahnya membuka hubungan dengan luar negeri tanpa proses “tebang pilih”. hal ini membuat Indonesia kehilangan kebijakan politik yang ditetapkan, yaitu bebas-aktif. Sampai saat ini pun kasus korupsi saat zaman orde baru belum diselesaikan secara tuntas. hal ini menunjukkan bahwa masa orde baru tidak sepenuhnya mencapai kejayaan.

    Tentang politik luar negeri Iran, saya rasa sangat sah apabila Iran membuat nuklir. Toh, tujuannya jelas.yaitu untuk keperluan sumber energi, bukan untuk senjata pembunuh massal. yang seharusnya ditindaklanjuti adalah nuklir2 dan senjata pembunuh massal milik Israel yang hingga saat ini dunia bungkam dengan ulahnya karena dunia terlalu taat tuk jadi pengikutnya. Sangat mengherankan, seolah-olah mata dunia ditutup oleh kekuasaan Israel. Yang lebih mengherankan lagi adalah keputusan Indonesia untuk mendukung Resolusi PBB tentang nuklir Iran. Apa yang kan terjadi nantinya?Akankah Indonesia kan benar2 jadi “ekor” AS,Israel, dan sekutunya?Yang jelas saya berharap agar Indonesia dapat menemukan jati dirinya kembali sebagai bangsa yang dapat berdiri sendiri tanpa harus jadi pengikut para Adikuasa..

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  18. Assalamualaikum wr. wb.

    Perbedaan politik luar negeri pada masa Soekarno dan masa Soeharto sangatlah jelas.
    Pada masa Soeharto politik luar negeri memang sesuai dengan UUD 1945 yang bebas dan aktif, dimana bebas artinya Indonesia bebas dari ikatan apa pun dari kekuatan dunia yang saling bertentangan dan aktif artinya Indonesia senantiasa bekerjasama dengan Negara-negara lain untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.Hal tersebut tercermin dari usahanya yang mencoba meninggalkan politik konfrontasiyang dijalankan pada masa kepresidenan Soekarno. Beliau turut serta kembali aktif berpartisipasi dalam wadah organisasi dunia PBB pada tanggal 28 September 1950 dan terdaftar sebagai anggota yang ke-60. Selain itu, Beliau juga menjalin kerjasama dengan negara-negara lain, seperti membentuk ASEAN dengan negara Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura, serta diikuti oleh negara-negara Asia Tenggara lainnya. Pada masa itu Indonesia juga tergabung dalam organisasi internasional, seperti OPEC, CGI, APEC, IMF dan World Bank. Beliau juga mencoba menghentikan konfrontasi dengan negara Malysia. Dengan menjalin hubungan kerjasam dengan negara lain diakui dapat memuluhkan citra bangsa Indonesia pada saat itu dan kondisi ekonomi Indonesia pun juga sangat maju, pembangunan terjadi di mana-mana, namun dengan kondisi seperti itu terjadi kesenjangan sosial diantara kehidupan masyarakat. Dengan menjalin kerjasama antara organisasi internasional, seperti CGI Pak Harto menjadi ketergantungan terhadap pinjaman yang diberikan oleh Belanda karena yang menjadi ketua dari CGI adalah Belanda, sehingga hutang Indonesia pun sangat banyak jumlahnya bahkan sampai sekarang pun hutang tersebut belum terlunasi sehingga berdampak buruk terhadap perekonomian Indonesia pada saat ini.

    Pada masa Soekarna, memang terjadi banyak penyimpangan-penyimpangan terhadap politik Indonesia yang bebas dan aktif, seperti membagi kekuatan politik dunia menjadi 2, yakni Old Establised Forces (OLDEFO) yang beranggotakan negara kapitalis (Blok Barat) dan New Emerging Forces (NEFO) yang beanggotakan negara yang anti imperialisme dan anti kolonialisme (Blok TIMUR). Beliau juga menjalankan “politik mercusuar”, yakni hanya mengejar kemegahan di tengah-tengah pergaulan bangsa dan membentuk poros “Jakarta-Peking” yang menyeret Indonesia semakin mendekatkan diri kepada negara-negara komunis. Walaupun demikian, hal tersebut membuat Indonesia tidak selalu tergantung dengan negara lain.

    Sedangkan politik luar negri Mahmoud Ahmadinejad, tidak jauh berbeda dengan politik yang dijalankan oleh Presiden Soekarno, ia tetap menjadikan negaranya anti AS walaupun AS gencar-gencarnya melarang kegiatan nuklir Iran.

    Jadi, menurut ulasan di atas menurut saya politik luar negeri Soekarno lebih membanggakan Indonesia daripada politik luar negeri Soehato.

    Wassalamualaikum wr. wb.

    -Dian Amalia-

  19. Assalamu alaikum Wr.Wb.

    menurut saya, politik luar negeri pada zaman Soekarno sangat berbeda dengan politik luar negeri pada zaman Suharto. Pada masa Soekarno, politik luar negeri kita adalah anti barat. Sedangkan pada masa Suharto, politik kita adalah mendukung barat.Buktinya, pada zaman Suharto banyak prusahaan-perusahaan asing yang menanam modal di Indonesia.

    Soekarno Cenderung Pandangan politik luar negerinya ke Komunis, sehingga pihak luar negeri (Amerika & eropa) punya kepentingan untuk mengurangi/mengeliminasi kemampuan soekarno.

    Presiden Soeharto memulai “Orde Baru” dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya.

    Soekarno dan Soeharto adalah dua presiden yang lama berkuasa dan menjalankan politik luar negeri dengan cara yang berbeda. Soekarno menjalankan politik luar negeri Indonesia yang nasionalis dan revolusioner. Hal ini tecermin dari politik konfrontasi dengan Malaysia, penolakan keras Soekarno terhadap bantuan keuangan Barat dengan jargon go to hell with your aid, dan pengunduran diri Indonesia dari keanggotaannya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Landasan pemikiran Soekarno adalah Indonesia harus menolak perluasan imperialisme dan kembalinya kolonialisme. Dan pembentukan Malaysia, bantuan keuangan Barat serta PBB, dalam pemikiran Soekarno ketika itu, adalah representasi imperialisme dan kolonialisme.

    Di lain pihak, Soeharto menghadapinya dengan cara yang berbeda. Soeharto dan Orde Baru-nya tidak menolak hubungan dengan negara-negara Barat, dan pada saat yang bersamaan berusaha untuk menjaga independensi politik Indonesia. Paling tidak hal ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa Indonesia melalui ASEAN menolak kehadiran kekuatan militer Barat di kawasan regional Asia Tengggara. Perlu diperhatikan bahwa Hatta, Soekarno, dan Soeharto bekerja dalam konteks Perang Dingin dengan fixed-premis-nya mengenai dunia yang bipolar, terbagi dua antara Blok Barat dan Timur.

    jadi, menurut saya, antara politik luar negeri Soekarno dan Suharto memiliki keunggulan masing-masing, namun saya lebih menyukai politik luar negeri Suharto.

    mengenai politik luar negeri Iran, yaitu Mahmoud Ahmadinejad, saya rasa dalam membuat nuklir memang sangat dibutuhkan, terutama dalam tenaga listrik. sehinggaa sikapnya yang tak gentar melawan AS itu didukung oleh banyak negara. tidak bedanya dengan Soekarno, Mahmoud Ahmadinejad tetap menjadikan negaranya anti AS walaupun AS gencar-gencarnya melarang kegiatan nuklir Iran.

  20. Menurut Pendapat Saya,
    Zaman orba, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Presiden Soeharto memulai “Orde Baru” dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno. Soeharto membuka jalan kerjasama dengan asing, padahal pada Zaman orla Sukarno mempunyai keyakinan bahwa Indonesia dapat mempertahankan dan memperbaiki sistematika pemerintahan atau urusan dalam negeri TANPA mengandalkan bantuan dari asing. Hal ini dibuktikan dengan pengunduran bangsa Indonesia dari PBB. Landasan pemikiran Sukarno adalah Indonesia harus menolak perluasan imperialisme dan kolonialisasi, dan pembentukan malaysia dengan bantuan barat serta PBB.
    Beliau juga menginginkan perekonomian Indonesia berupaya agar nilai tukar rupiah setara dengan nilai dolar, sehingga dengan begitu Indonesia dapat memenuhi segala kebutuhan dalam negeri sendiri.
    Zaman orba, menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Indonesia bebas menentukan sikap agar Negaranya maju dengan cara-cara tersendiri, namun AKTIF bekerjasama dengan negara-negara asing dengan batasan yang menguntungkan Indonesia. Seperti, mengikutsertakan Pasukan Indonesia dalam misi perdamaian di lingkungan PBB. Soeharto juga mengangkat banyak teknorat-teknorat yang berpendidikan Barat dan Liberal, dengan begitu Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dari negara-negara donor,seperti IGGI, (karena terlalu ikut campur dalam urusan dalam negeri, lalu digantikan CGI), dan bantuan lainnya dari lembaga internasional naungan PBB. Trickle down effect menyebabkan Indonesia mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi segelintir kalangan dan buruknya manajemen ekonomi yang membuat Indonesia bergantung pada donor Internasional.
    Masa pemerintahan yang lebih membanggakan Indonesia yaitu masa pemerintahan Sukarno. Karena, Presiden pertama RI dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialisme dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat.
    Namun Presiden kedua RI sama sekali bukan orator, jauh lebih tertutup, serta dikenal sebagai orang yang-meskipun pemerintahannya penuh dengan kasus kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) memimpin proses bergabung kembalinya Indonesia dengan sistem kapitalisme internasional, setelah sempat hendak diputus oleh pendahulunya. Ia juga terkesan curiga dengan kekuatan rakyat, kebijaksanaan “massa mengambang” Orde Baru didasari premis bahwa rakyat harus dipisahkan dari politik.
    Sementara Presiden Iran Mahmoed Ahmadinejad, merupakan seorang pemimpin yang berintegrasi tinggi, dibuktikannya dengan berani mengatakan “TIDAK” terhadap tekanan negara adikuasa Amerika Serikat. Dia mampu menunjukan bahwa dia adalah pemimpin sebuah negara yang berdaulat dan hanya mengabdi untuk kepentingan rakyat yang memilihnya. Dia berkuasa tidak tergantung seperti negara berkembang yang menjadi pelayan negara kapitalis barat seperti Amerika Serikat. Ahmadinejad dengan gagah berani menyampaikan pidato di hadapan rakyat Iran bahwa adalah hak Iran untuk menguasai dan memiliki nuklir. Oleh karena itu, Iran menentang setiap bentuk arogansi imperialisme dari AS.
    Integritas tinggi, kehidupan yang sederhana dan kepribadian yang utuh Ahmadinejad sebagai salah seorang pemimpin negara berkembang, patut menjadi teladan bagi pemimpin negara berkembang lainnya termasuk Indonesia. Sikap tegas dan tidak gampang dalam mengambil keputusan, kebijakan yang berpihak untuk kepentingan rakyat banyak serta tidak tergantung kepada bantuan dan kepentingan asing, adalah pemimpin yang didambakan oleh Rakyat Indonesia. Kita butuh pemimpin yang “Kata sesuai dengan perbuatan”, pemimpin yang tidak membohongi rakyat.
    Ketegasan dan keberanian dalam mengambil suatu keputusan itulah seorang pemimpin yang punya kewibawaan sebenarnya, serta cermat dan selalu terarah pada suatu yang tepat dan benar dalam penerapan sebuah kebijakan.

  21. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Dari pernyataan yang bapak ajukan,saya menyimpulkan bahwa politik luar negeri yang diterapkan oleh kedua pemimpin tersebut jelas berbeda.Dan saya lebih memihak pada Sukarno.Karena Sukarno ingin membuktikan pada dunia betapa hebatnya Indonesia,dengan membangun bangunan-bangunan megah yang membutuhkan dana banyak.Padahal,masyarakat Indonesia sendiri masih dilanda kemiskinan dan kelaparan.Politik ini lebih kita kenal dengan ‘politik mercusuar’.Dan ini merupakan pembuktian pada mata dunia,bahwa Indonesia adalah Negara yang tidak pantas dipandang sebelah mata.Sukarno juga berani menolak bantuan AS dikarenakan tidak mau menjadi antek AS.Baginya,lebih baik miskin tapi mandiri,daripada berleha-leha tetapi mendapat bantuan dan akhirnya menjadi pengikut. Landasan pemikiran Soekarno adalah Indonesia harus menolak perluasan imperialisme dan kembalinya kolonialisme. Dan pembentukan Malaysia, bantuan keuangan Barat serta PBB, dalam pemikiran Soekarno ketika itu, adalah representasi imperialisme dan kolonialisme.
    Presiden Soeharto memulai “Orde Baru” dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya.Beliau kembali membuka pergaulan dengan bangsa-bangsa asing. Soeharto dan Orde Baru-nya tidak menolak hubungan dengan negara-negara Barat, dan pada saat yang bersamaan berusaha untuk menjaga independensi politik Indonesia. Paling tidak hal ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa Indonesia melalui ASEAN menolak kehadiran kekuatan militer Barat di kawasan regional Asia Tengggara.Yang walaupun membuat Indonesia tunduk di bawah AS.Suharto melarang para warga Tionghoa berekspresi.Karena pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. Padahal, kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang, yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme, yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan .Suharto juga dengan seenaknya menjual perusahaan negara ke bangsa asing
    Hubungan dengan Ahmadinejad adalah persamaan sifat yang dimiliki beliau dengan Sukarno.Ahmadinejad juga menentang imperialisme. Ahmedinajad merasa hubungan dengan Amerika hanya akan merugikan Iran. Ahmadinejad juga orang yang tidak percaya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ahmadinejad tidak akan tunduk kepada Barat. Baginya,nuklir adalah salah satu senjata untuk memperkuat ketahanan nasional Iran.Dan AS tidak berhak ikut campur dalam persoalan Iran.

    sekian dan terima kasih

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  22. Mari kita mulai bertukar argumen :

    Sebenarny kita tidak bisa juga mengadili mana yang lebih baik antara kepemimpinan Soekarno dan Soeharto. Karena keduannya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Di satu sisi, Bung Karno memang hebat dengan pendiriannya untuk membangun suatu negera merdeka yang tidak perlu bergantung dengan negara lain, seperti AS, tetapi di sisi lain kita juga tidak dapat mengungkiri bahwa kita tidak dapat hidup berbangsa dan bernegara tanpa hubungan dengan negara lain. Kita saling membutuhkan dan juga saling melengkapi. Mungkin baik adanya prinsip yang diterapkan oleh Bung Karno itu, tapi mari kita coba menelaah apa saja yang sudah kita dapatkan semasa pemerintahan beliau. Memang Indonesia dahulu merupakan negara yang kaya kan sumber daya alamnya, namun apakah itu bisa kita manfaatkan dengan baik?
    Di masa pemerintahan Soeharto, segalanya terasa lebih nyaman dan gamblang di berbagai bidang pemerintahan politik sosial budaya, walaupun tetap saja korupsi semakin merajalela. Tapi dengan sikap kooperatif Soeharto dengan negara-negara Barat, kita bisa banyak belajar dari kesuksesan negara-negara maju, sehingga kita bisa memaksimalkan kekayaan negara kita yang melimpah ini. Namun ada suatu kesalahan yang dilakukan oleh Soeharto, beliau terlalu bergantung pada bantuan negara-negara maju tersebut, sehingga banyak hal yang tidak diinginkan terjadi pada masa pemerintahannya, seperti saat krisis ekonomi 1998 yang akhirny membuat Indonesia sangat terpuruk.
    Soekarno memang hebat dengan pendirian akan prinsipnya yang anti AS, Soeharto juga hebat dengan kepemimpinannya selama 32 tahun itu. Namun di kedua pemerintahan mereka, tetap masih bayak rakyat yang menderita bukan?
    Saat Bung Karno menjabat, memang banyak rakyat yang bahagia dan sejahtera, tapi masih banyak bukan yang menderita? Saat Pak Harto memimpin negara kita selama 32 tahun, ekonomi serta pembangunan negara kita memang lebih maju, tetapi apakah itu mampu mengurangi kemiskinan dan keterpurukan sebagian rakyat Indonesia?
    Kedua pemimpin kita itu telah melakukan hal terbaik bagi kemajuan bangsa dan tanah air kita walaupun masih banyak kesalahan di sana-sini. Mereka tetap amat sangat berjasa bagi bangsa Indonesia. Mari kita hargai jasa-jasa mereka dalam membangun Indonesia merdeka.

    Jadi marilah kita tidak lagi membahas tentang segala kelebihan dan kekurangan kepemimpinan dua mantan presiden hebat kita itu. Mari kita sekarang belajar untuk memperbaiki kesalahan yang telah beliau-beliau lakukan di masa lalu. Sebagai penerus bangsa kita patut menghargai jasa-jasa kedua pemimpin kita itu dan memperbaiki kesalahan yang telah terjadi, melakukan yang terbaik demi kemajuan bangsa kita, tanah air kita tercinta, Indonesia.

    Mahmoud Ahmadinejad, adalah seorang tokoh dengan gaya hidup sederhana, tegas dan berani dalam mengambil suatu keputusan yang dianggapnya benar. Siapakah beliau? Tentu kita sudah tahu bahwa beliau merupakan orang nomor satu di Iran, beliau Presiden Iran, seorang kelahiran desa pertanian yang tidak jauh dari Teheran, beliau besar dalam keluarga yang hidup sederhana.
    Kesederhanaan hidup keluarganya dimasa lalu, terefleksi dalam gaya hidup Ahmadinejad walau sudah menjadi orang nomor satu di negara produsen minyak bumi kedua terbesar setelah Arab Saudi.
    Ahmadinejad bergeming menghadapi hidup hedonisme dan tak terperdaya dengan gaya hidup kebanyakan pemimpin dunia yang penuh dengan kemewahan. Sebagai negara berkembang yang relatif kaya, kalau dia mau, Iran mampu memeberikan kehidupan mewah kepada Ahmadinejad. Itu tidak dilakukannya. Bahkan ketika naik kekursi Presiden Juni 2005, Ahmadinejad memotong tunjangan para pejabat negara untuk kepentingan rakyat banyak. Kepemimpinan cermat dan terarah, membuat ahmadinejad seorang pemimpin yang harus diperhitungkan baik oleh kawan maupun lawan.
    Bahwa Ahamadinejad adalah seorang pemimpin yang berintegrasi tinggi, dibuktikannya dengan berani mengatakan “TIDAK” terhadap tekanan negara adikuasa Amerika Serikat. Dia mampu menunjukan bahwa dia adalah pemimpin sebuah negara yang berdaulat dan hanya mengabdi untuk kepentingan rakyat yang memilihnya. Dia berkuasa tidak tergantung seperti negara berkembang yang menjadi pelayan negara kapitalis barat seperti Amerika Serikat.
    Iran menyatakan sudah siap dengan segala risiko yang akan dihadapinya akibat dari ketidakpatuhannya terhadap resolusi DK PBB nomor 1737. Bahkan, beberapa hari sebelum batas akhir pemenuhan resolusi itu, Angkatan Bersenjata Iran menggelar latihan perang besar-besaran di kawasan Teluk Persia. Simulasi perang ini merupakan isyarat kuat bahwa Iran sudah siap bertempur dengan negara mana pun, termasuk AS, yang mencoba mengganggu kedaulatan nasionalnya. Fakta ini telah memaksa DK PBB yang dimotori AS untuk bersidang dan mengeluarkan resolusi baru yang akan memperkuat sanksi terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan militer ke Iran.
    Namun, pemerintahan Iran di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad tampaknya tidak gentar atas gerakan-gerakan politik AS tersebut. Bahkan, Ahmadinejad dengan gagah berani menyampaikan pidato di hadapan rakyat Iran bahwa adalah hak Iran untuk menguasai dan memiliki nuklir. Oleh karena itu, Iran menentang setiap bentuk arogansi imperialisme dari AS.
    Kaitannya dengan kemungkinan terjadinya peperangan dengan AS, Ahmadinejad menyatakan bahwa secara teknologi militer, Iran mungkin jauh di bawah AS. Namun, para Mullah di Iran tidak menyandarkan secara penuh kekuatan militer Iran pada kekuatan teknologi militer semata. Para Mullah di Iran menekankan pada mobilisasi pembangunan national and character building bangsa Iran, maka jihad fii sabilillah adalah pijakan hakiki bagi setiap insan militan Islam dan militer Iran dalam melawan agresor negara luar. Dengan kata lain, ini menunjukkan karakter musuh yang jauh berbeda dengan musuh-musuh AS sebelumnya.
    Lebih lanjut menurut Iran, politik luar negeri axis of evil (tuduhan poros kejahatan yang ditujukan kepada Iran, Irak, dan Korea Utara) yang dijalankan AS di bawah kepemimpinan George W. Bush memiliki kesamaan dengan politik luar negeri evil empire yang dilakukan oleh pendahulunya Ronald Reagan lebih dua dekade yang lalu. Saat itu politik luar negeri seperti itu diberlakukan untuk memperluas dan menjaga stabilitas kekuasaan yang dimiliki oleh peradaban Barat terutama Amerika Serikat.

    Kepemimpinan presiden Iran tersebut mirip dengan kepemimpinan Bung Karno, kita patut belajar satu hal dai dua tokoh hebta itu, bahwa pendirian yang kuat mampu mengalahkan segalanya dan membawa perubahan yang baik di masa depan.

    Sekian. Terima Kasih.
    *scotty*

  23. Politik luar negerinya pasti berbeda,karena ditangani oleh orang yang berbeda pula.Tapi dibalik perbedaan-perbedaan yang ada itu mereka sama-sama memiliki tujuan yang sama,yakni memajukan Indonesia.

    Nah….sekarang mari kita telaah lagi apa yang ditimbulkan dari dua buah pikiran yang berbeda ini.

    Bung Karno…
    Jujur dari segi kepemimpinan saya jauh lebih menyukai Bung Karno.Ia seorang sosialis sejati.wataknya keras dan sangat teguh pada pendiriannya.Hal ini dibuktikan dengan usaha keras yang dia lakukan untuk menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia.Selain itu dalam politik luar negeri yang ia jalankan pada masa kepemiminannya,beliau dikenal sangat anti Amerika Serikat dan para sekutunya.Hal ini dikarenakan Bung Karno ingin membangun Indonesia dengan usaha dari Bangsa Indonesia itu sendiri,semboyannya ini terkenal dengan istilah BERDIKARI.Hal yang saya kurang suka dari Bung Karno ini adalah politik mersucuar yang ia jalankan.Dimana dalam politik itu,ia lebih mengutamakan pembngunan Indonesia secara FISIK.Ia lebih memilih membangun MONAS,PATUNG MERDEKA,GELORA BUNG KARNO dan SARINAH,daripada memperhatikan rakyatnya yang miskin kelaparan.Walaupun tidak dapat kita pungkari dengan begitu Indonesia sempat dipandang oleh dunia.Oh ya………Yang palig saya suka pada masa kepemimpinan Bung Karno adalah Wibawanya.Di bawah kepemimpinannya Indonesia menjadi negara yang KUAT dan MANDIRI,HAL INI DIKARENAKAN bUNG KARNO tidak segan-segan mengambil tindakan perang bila ada yang mengganggu keutuhan NKRI.

    NAH…sikap BUNG KARNO INI sangat mirip dengan Sikap PRESIDEN IRAN saat ini,dimana ia juga seorang sosialis sejati dan ia siap menghadapi segala halangan dari negara luar demi memimpin negara Iran yang ia pimpin.Terlepas dari benar atau tidaknya proyek nuklir yang ia jalani,tapi kita patut memberikan penghrmatan atas keteguhannya.

    PAK HARTO
    DiTANGAN Pak HARTO Indonesia tumbuh menjadi negara yang maju.dengan program-program yang ia laksanakan guna membangun Indonesia maju dari sektor ekonomi.
    JUJUR…………..saya kurang suka dengan politik yang dijalankan SOEHARTO ini.Walaupun kita tidak bisa pungkiri keadaan ekonomi saat itu JAUHHHHHH…. lebih baik dari sekarang.Tapi menurut saya keadaan negara kita pada saat itu ibarat kapal TITANIC yang akan tengelam.DARI LUAR BAGUS DALEMNYA AMBRUK…..Hal ini dikarenakan politik luar negeri yang dijalankan Soeharto amat sangat berbeda dengan SUKARNO.Soeharto sangat bekerja sama dengan bangsa barat termasuk AS.Karena hal ini pula yang menyebabkan mudahnya berbagai PINJAMAN yang pada saat itu diberi istilah BANTUAN dari luar negeri mengalir ke Indonesia.Awalnya baik,tapi lama-lama kita jadi terlalu tergantng pada BANTUAN dan citra Indonesia sebagai NEGARA yang MANDIRI Runtuh seketika.

    terlepas dari kelebihan dan kekurangan sistem masing-masing,mereka berdua memiliki peran penting bagi sejarah Indonesia.

    HIDUP INDONESIA

  24. perbedaan politik soekarno dengan soeharto. pada saat pemerintahan soekarno, bung karno membuat politik jakarta – peking – pyongyang yang tidak melibatkan blok barat sedangkan soeharto lebih banyak bekerja sama dengan negara negara barat seperti inggris dan amerika yang tentu saja sangat merugikan bangsa kita karena negara kita hanya menjadi negara penikmat produksi produksi negara barat. hal ini tentu saja sangat menguntungkan pihak barat karena telah mengonsumsi barang barang dari negara mereka hingga sekarang. saya sangat tidak setuju denagn hal ini..
    saya benci soeharto..juga keturunannya yang telah membunuh hakinm agung dan dipenjara sangat sebentar.
    hidup soekarnooo…

    mahmood ahmadinejad
    dia memiliki persamaan denga soekarno yaitu tidak menyukai blok blok barat. saya juga bagitu.
    Beliau dilihat sebagai memberikan kesan yang berbeda kepada iklim politik sejagat. Sejak hari pertama beliau bertanding sebagai presiden sehingalah kemenangannya sebagai presiden pada 3 agustus 2005, kenyataan dan pandangannya menjadi perhatian dan perkiraan.

    Sebahagian besar penganalisis mengaitkan kemenangan besar Ahmadinejad dengan sikapnya yang populis walaupun konservatif. Mereka mengaitkan kemenangannya dengan imej ‘Mardomyar’ atau sahabat rakyat sehingga golongan sederhana pun mengundi beliau walaupun mengetahui beliau sangat keras berpegang kepada khattul-Imam (garis-garis perjuangan yang ditetapkan Almarhum Imam Khomeini).

    Kehidupan presiden yang miskin itu, dengan hanya sebuah kereta Paykan buatan Iran yang buruk dan sebuah rumah buruk, ternyata menarik perhatian ramai. Ahmadinejad hidup sederhana seperti pemimpin-pemimpinnya, Imam Khomeini dan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei (Rahbar).

    Semasa hayatnya, Imam memilih kehidupan yang sukar walaupun di puncak kuasa. Ketika menjadi pemimpin nombor satu di Iran, pernah berlaku berlaku bekalan elektrik terputus. Para pembantu membawa minyak ke rumah sewaan Imam untuk menghidupkan janakuasa bagi membolehkan pemanas atau heater berfungsi.

    Namun, Imam menolak. Kalau rakyat dan mustadh’afin menggigil kesejukan, Imam bertanya, mengapa pula dia harus bersenang-senang memasang pemanas?

    Begitu juga dengan Rahbar. Pernah berlaku tetamu-tetamu yang menziarahinya dihidangkan dengan minuman yang sepatutnya berais tetapi tanpa ais. Apabila ditanya, mengapa tiada ais? Pembantunya memberitahu, “peti ais rosak, belum ada duit lagi nak dibaiki”. Terpulanglah sama ada hendak mempercayainya atau tidak, pemimpin nombor satu Republik Islam Iran yang kaya dengan minyak, salah satu kuasa minyak terbesar di dunia, tidak ada duit hendak membaiki peti aisnya yang rosak!

    Itulah juga jalan hidup yang dipilih oleh Ahmadinejad. Ketika menjadi pemimpin besar dan boleh mendapatkan wang semahu hati kalau dia mahu, Ahmadinejad pernah menegur anaknya kerana terlalu lama mengakses Internet kerana, “abah tak cukup duit nak bayar bil Internet banyak-banyak”. Begitu keterlaluan untuk diterima sebagai kebenaran?

    Sebab itulah Naib Presiden PAS, Haji Mohamad Sabu, ketika menyimpulkan mengapa orang-orang seperti Ahmadinejad diberi perhatian dan perkiraan, berkata, “orang gerun kepada dia sebab dia yang perintah dunia, bukan dunia yang perintah dia”. Maksudnya pesona kemewahan dunia tidak mampu menumpaskannya.

    Sambil mengakui pandangan itu, pandangan Almarhum Dr Kalim Siddique ketika menilai kejayaan Imam Khomeini mungkin lebih tepat. Menurut Dr Kalim, Imam berjaya kerana beliau berpegang dengan sistem nilai dan logiknya sendiri, yang terbentuk dalam pengajian dan kemudian komitmennya sebagai ulama di hauzah-hauzah dan husainiyah-husainiyah (pusat-pusat pengajian Islam).

    Beliau tidak membiarkan dirinya menjadi lembu yang diikat tengkuknya dengan sistem nilai dan logik Barat.

    Jika beliau terlalu bimbang dengan pandangan, logik serta sistem nilai Barat, dunia mungkin tidak menyaksikan kejayaan Revolusi Islam. Perjuangan Imam sendiri mungkin tidak akan mendapat apa-apa dan tidak akan mencapai kejayaan, jika beliau tunduk dan patuh kepada peraturan, sistem nilai, logik serta disiplin ilmu Barat.

    Memilih kehidupan yang susah itu sendiri sebenarnya mencerminkan Imam, Rahbar dan Ahmadinejad berpegang kepada sistem nilai dan logik yang berlainan. Ketika logik umum para pemimpin dunia, termasuk sebahagian ulama dan pemimpin di Iran sendiri, memilih sistem nilai yang mahukan para pemimpin menunjukkan kehebatan dan kehidupan yang penuh kilau-kemilau kononnya “supaya dihormati musuh,” mereka memilih sistem nilai dan logik yang samasekali berlainan.

    Mereka mungkin mencontohi logik dan sistem nilai yang dipegang oleh Sayyidina Husain r.a. yang berlainan dari logik dan sistem nilai orang-orang awam.

    Ketika Ibnu Umar r.a. menasihati Husain supaya jangan menempah maut dengan melakukan bara’ah atau pemisahan diri dari kepimpinan Yazid, Husain memilih logik seorang syahid yang percaya bahawa di atas titisan darahnya akan berlaku islah terhadap kehidupan beragama masyarakat yang dinodai pemerintahan yang dilihatnya sebagai bejat dan akan berlaku juga kebangkitan yang lebih hebat – Revolusi Islam Iran, yang menumpaskan Shah si badut dan boneka Israel dan Amerika yang durjana, berpegang kepada pendirian “setiap hari adalah ‘Asyura dan setiap tempat adalah Karbala”.

    Begitu juga Ahmadinejad. Beliau memilih untuk berpegang dengan logik dan sistem nilainya sendiri yang dibentuk oleh madrasah Khomeini dan Revolusi.

    Dalam mempertahankan hak yang sah negaranya untuk memajukan tenaga nuklear, beliau memilih untuk merongkai belenggu sistem nilai dan peraturan yang dipaksakan kuasa-kuasa besar yang jahat yang memperkudakan Agensi Tenaga Atom Antarabangsa (IAEA) dan Majlis Keselamatan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu.

    salam dahsyat

  25. Assalamualikum Wr.Wb.

    Menurut saya masa pemerintahan Bung Karno jauh lebih baik dari Soehearto. Bung karno adalah sosok pemimpin terbaik yang pernah saya ketahui. Ia berani menentang Negara – Negara barat yang bersifat Kolonialis dan Imperialis. Walaupun pada masa pemerintahannya, rakyatnya masih hidup dengan susah payah, tetapi apakah yang akan terjadi kalau saja Soeharto tidak “menggulingkan” Sukarno dengan SUPERSEMAR yang keberadaanya saja tidak jelas? Apakah Indonesia yang sekarang adalah Indonesia yang kita dambakan? Apakah Pancasila benear – benar telah manjadi dasar kehidupan rakyat?

    TIDAK, jawaban untuk semua pertanyaan itu adalah tidak. Jika saja Bung Karno masih menjabat sebagai Presiden RI, saya yakin Indonesia saat ini telah menjadi negara terkaya di dunia walaupun tanpa “bantuan” pihak asing yang di bangga – bangga kan Soeharto. Kita punya banyak hasil tambang, Hutan kita lebat, Minyak banyak, perairan luas, kurang apalagi sehingga kita membutuhkan bantuan dari luar? Kurang apa?

    Hal ini sangat kita sesali dari Soeharto yang BODOH,KERAS KEPALA,BOTAK,KORUPSI LAGI… yang dengan sukarela memberikan harta kekayaan alam kita untuk digali bangsa luar, Lalu bangsa luar akan memberikan bantuan pada kita yang nilainya jauuuhhh tidak sepadan dengan kekayaan alam kita.

    Jadi mana yang lebih membanggakan saya piker hal itu sudah jelas, Bung Karno adalah Pemimpin Indonesia yang sebenarnya!

    Jika di bandingkan dengan Mahmoud Ahmadinejad, saya rasa Ia adalah orang yang sangat mirip denagn Bung Karno, Ia sangat sadar akan Kekayaan alam bangsanya, dan ia sangat memperjuangkannya. Dan untuk menjaga harga diri bangsa siapapun lawannya tak ada yang harus kita takuti selain Allah SWT. Tetapi saya kurang setuju dengan cara terror yang di berikan (jika benar – benar di berikan oleh atau di “perlihatkan” diberikan oleh Amerika) karena akan memberi alasan pada amerika untuk untuk menghancurkan mereka, merebut kekayaan mereka. Yang saya lebih heran kenapa White House tidak pernah di sentuh? Siapa sebenarnya yang menteror? “Pintar adalah kemenangan”

    Dan untuk proyek nuklir yang di kembangkan, saya rasa Indonesia juga akan mempunyainya jika Bung karno masih “Hidup”. Karena Senjata adalah salah satu ‘penjaga’ kedamaina Negara.

  26. pada masa sukarno landasan politik luar negerinya condong ke arah sosialis komunis ini ditandai dengan program NASAKOM.Sukarno banyak bekerja sama dengan negara-negara blok timur khususnya dengan uni sovyet,mereka bekerja sama di bidang persenjataan.indonesia banyak mengimpor senjata dari uni soviet.Sedangkan pada masa soeharto landasan politik luar negerinya bebas aktif ini berdasarkan UUD45,tapi pada masa soeharto banyak bekerja sama dengan amerika serikat ani ditandai dengan kerja sama ekonomi melalui IMF.Politik luar negeri iran sangat anti terhadap amerlka serikat,mereka berusaha menghimpun kekuatan untuk melawan amerika melalui pertahanan yang ditandai dengan persenjataan nuklir yang masih dikembangkan sampai saat ini dan menghimpun negara-negara anti amerika untuk memperkuat pertahanan negaranya guna melawan amerika serikat.

  27. ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

    perbandingan antara politik luar negeri Soekarno dengan soeharto.

    *POLITIK LUAR NEGERI SOEKARNO
    Politik luar negeri Soekarno dimulai pada saat Dekrit Presiden 1959,yang membuat Soekarno memegang peranan yang sangat penting di dalam Pemerintahan.Politik luar negeri Soekarno adalah NASAKOM(Nasionalis,agama,dan Komunis).Salah satu alasan mengapa Soekarno ingin membuat politik luar negeri tesebut adalah karena Soekarno mempunyai paham Komunis dan ingin membentuk kelompok yang berpaham Komunis.Soekarno ingin Negara Indonesia menjadi suatu negara yang disegani oleh seluruh negara yang ada di dunia tanpa harus bekerjasama dengan pihak Amerika.Banyak kebijakan yang dilakukan oleh Soekarno,antara lain Politik Mercusuar yang ingin membuat Negara Indonesia maju sebagai penerang di dunia.Namun Kelemahan dari politik luar negeri Soekarno adalah Politik luar negeri Soekarno tidak menyesuaikan dengan Butir-butir Pancasila yang berisi tentang Kepercayaan Terhadap Tuhan YME yang sangat bertolak belakang dengan paham Komunis.Sehingga politik Luar negeri Soekarno tidak berlangsung lama.

    *POLITIK LUAR NEGERI SOEHARTO

    Setelah pergantian kekuasaan,Soeharto terpilih menjadi Presiden kedua RI dan melakukan banyak perubahan di dalam Pemerintahan RI.Salah satu kebijakan dari Soeharto adalah mengganti politik luar negeri bebas aktif.Alasan Soeharto mengembalikan politik luar negeri Indonesia karena negara Indonesia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan negara lain.Makna dari bebas aktif disini adalah Indonesia tidak memihak blok manapun namun Indonesia berperan sangat aktif dalam memjukan kesejahteraan umum dan menjaga ketertiban dunia sesuai dengan pembukaan UUD 1945.Namun politik luar negeri Indonesia menjadi terhambat karena sikap Soeharto yang sangat otoriter yang berimbas pada kehidupan ekonomi,sosial,dan politik Indonesia.Sehingga Politik Bebas-aktif Indonesia tidak dapat dijalankan secara maksimal.

    *Politik Mahmoed Ahmadinejad
    Meskipun politik Mahmoed ahmadinejad sangat keras,namun hal ini yang membuat negara Iran sangat berperan sangat pesat dalam bidan tekhnologi.Politik Ahmad sangat berpengaruh terhadap pertahanan keamanan negara Iran.Meskipun salah satu politik ahamdinejad adalah membuat nuklir,namun kita dapat melihat hal tersebut dari sisi positifnya,yakni nulir tersebut nanatinya dapat digunakan untuk melindungi negara yang dijajah oleh pihak lain.Namun,hal yang paling penting disini adalah kekerasan tidak dapat menyelesaikan masalah yang sedan terjadi.Dengan kepala dinginlah kita dapat menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.

    Saya lebih memilih poltik luar negeri Soeharto,Karena politik luar negeri bebas aktif sangat cocok dengan tujuan nasional Indonesia yang ingin menjaga ketertiban dunia dan ikut serta memajukan kesejahteraan umum.Saya berharap semoga Politik luar negeri Indonesia dapat membuat negara Indonesia dikenal dan disegani keberadaannya oleh bangsa-bangsa di dunia.MAJULAH INDONESIAKU!!!!

  28. Presiden Sukarno dan Suharto menganut sistem politik luar negeri yang berbeda . . .
    Sukarno memganut sistem politik Mercususar.Yaitu sikap ingin dianggap negara yang megah padahal masih terdapat banyak keboborokan di dalam negerinya sendiri.Dengan alasan dia ingin memberitahu kehebatan Indonesia pada dunia.Ia juga menganut sistem nasionalisme dan sangat menentang sistem kolonialisme.Ia inginn membangun negaranya sendiri tanpa mau meminta bantuan dari negara lain.Seperti saat ia menolak bantuan asing,dikarenakan tidak ingin dijadikan budak AS.Baginya,lebih baik negaranya miskin daripada negaranya makmur tapi harus tunduk pada negara lain.Ia tidak mau bangsa lain menjajah bangsa Indonesia.Dan terbukti dengan sikap Sukarno yang berani dan berkarisma,ia dihormati negara-negara lain.Ia juga berani mengambil sikap keluar dari PBB karena Malaysia diangkat menjadi dewan tidak tetap PBB.Sikap berani ini hanya dimiliki Bung Karno selama kepresidenan yang ada di Indonesia,sedangkan presiden-presiden lain mudah tunduk dan patuh dengan negara besar seperti AS.Sedangkan sistem politik luar negeri yang dijalankan Suharto sangat bertolak belakang dengan sistem yng dianut oleh Sukarno.Ia menganut sistem politik luar negeri yang bebas aktif,yang dapat melakukan hubungan kerjasama dengan negara lain.Suharto bukan saja bekerjasama,tetapi menjadi tunduk dan ketergantungan dengan negara lain.Ia melakukan cara apapun agar bansa Indonesia makmur.Banyak cara yang dilakukan untuk memajukan perekonomian Indonesia,seoerti menjual perusahaan Indonesia kepada bangsa asing.Meminjam bantuan dana kepada IGGI , CGI dan lembaga-lembaga lainnya.Karena banyaknya dana yang yang ia pinjam akhirnya menimbulkan hutang yang sangat besar,dan entah sampai kapan bangsa Indonesi dapat melunasinya . . .
    Sama halnya Ahmadinejad dengan sikap politik luar negeri yang ia terapkan,beliau berani mengambil sikap menentang AS.Baginya,ialah pemimpin negaranya,dan bukan budak dari AS.Beliau berani mengambil resiko atas apapun yang akan dilakukan AS.
    Dari pernyataan-pernyataan di atas,saya lebih menyukai kepemimpinan dan sikap Sukarno yang mempertahankan haraga diri bangsa ,sangat menentang kolonialisme dan tidak mau tunduk dengan bangsa lain.Sikap ini patut dihargai dan dicontoih oleh pemimpin-pemimpin negara,tetapi bangsa Indonesia juga harus menerapkan politik bebas-aktif.Karena bagaimanapun juga bangsa kita ini membutuhkan kerjasama dan bantuan dari negara lain.
    Demikian pendapat saya tentang perbedaan politik Sukarno dengan Suharto. . .

  29. Presiden Sukarno dan Suharto menganut sistem politik luar negeri yang jelas berbeda dan itu samgat bertolak belakang.

    Sukarno menganut sistem politik MERCUSUAR.Yaitu sikap ingin dianggap negara yang megah padahal masih terdapat banyak keboborokan di dalam negerinya sendiri.Dengan alasan ingin memberitahu kehebatan Indonesia pada dunia.Ia juga menganut sistem nasionalisme dan sangat menentang sistem kolonialisme.Ia inginn membangun negaranya sendiri tanpa mau meminta bantuan dari negara lain selain itu beliau mempunyai paham Komunis yang menginginkan Negara Indonesia menjadi suatu negara yang disegani oleh seluruh negara yang ada di dunia tanpa harus bekerjasama dengan pihak Amerika.
    Kelemahan dari politik luar negeri Soekarno adalah Politik luar negeri Soekarno tidak menyesuaikan dengan Butir-butir Pancasila yang berisi tentang Kepercayaan Terhadap Tuhan YME yang sangat bertolak belakang dengan paham Komunis.Sehingga politik Luar negeri Soekarno tidak berlangsung lama.

    Suharto lebih banyak bekerja sama dengan negara negara barat seperti inggris dan amerika yang tentu saja sangat merugikan bangsa kita karena negara kita hanya menjadi negara penikmat produksi produksi negara barat. hal ini tentu saja sangat menguntungkan pihak barat karena telah mengonsumsi barang barang dari negara mereka hingga sekarang. Kebodohan dari seseorang yang pernah memimpin bangsa kita. Yang di massa depan sangat merugikan bangsa Indonesia. Bukan hanya di massa depan, di massa saat ini pun sudah banyak dampaknya tapi apakah ia mendapatkan balasan yang setimp[al dengan perbuatannya??

    Saya benar- benar sangat menyayangkan hal ini.
    Jelas terlihat bukan siapa yang patut diteladani. Sukarno tentunya bukan!

    Sedangkan Presiden Ahmadinejad adalah sosok pemimpin kuat yang pantas disandingkan dengan Presiden Sukarno. Beliau tidak gentar dan berani menghadapi ancaman dari negara-negara Barat.Jika di bandingkan dengan Mahmoud Ahmadinejad, saya rasa Ia adalah orang yang sangat mirip denagn Bung Karno, Ia sangat sadar akan Kekayaan alam bangsanya, dan ia sangat memperjuangkannya.

    Tapi dari ketiga tokoh di atas. Jelas Soekarno lah yang sangat patut kita teladani. Arif, bijaksana dan selalu memikirkan nasib bangsa dan rakyatnya..

  30. Menurut saya politik luar negri yang dilakukan Bung karno dan Pak Harto, terlepas dari Penyimpangan terhadap politik luar negri Indonesia yang bebas dan aktif, memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Untuk lebih jelasnya saya akan uraikan mengenai poloitik luar negri masing – masing :

    1.Politik Luar Negri Bung Karno
    Kita semua tahu bahwa pada pemerintahan Bung Karno politik yang di jalankan adalah politik konfrontasi yang berarah pada negara – negara kapitalis (AS, Eropa Barat) dan Sosialis (Uni Soviet). Tak ketinggalan politik ‘mercusuar’ yang sangat terkenal pada masa itu. Plus (+) Minus (-) Ketiga – tiganya saya uraikan di bawah ini :

    a.Politik Konfrontasi
    Kelebihan dari politik ini adalah tindakan tegas dan sangat berani yang di ambil oleh Bung Karno dalam memusuhi negara – negara kapitalis membuat Indonesia pada masa itu disegani oleh bangsa – bangsa asing.
    Kita semua tahu bahwa pada masabung karno, Indonesia menjadi pemimpin dalam gerakan NEFO.Bung Karno bahkan tak segan – segan akan mengambil alih freeport. Kalu saja Bung karno tdk di gulirkan pemerintahannya, rencana itu akan segera terwujud.
    Hal ini merupakan tindakan yang sangat tepat, karena kita tahu bahwa PT freeport mengambil keuntungan dari negara kita sedangkan hasilnya dinikmati oleh bangsa asing.Hal tersebut terus berlangsung hingga sekarang. Pemerintah Indonesia seakan – akan tak berdaya di kandang sendiri, Memalukan!!

    b.keterpihakan Indonesia Dengan sosialis
    Mengenai hal ini saya kurang sependapat karena bagaimanapun juga negara – negara sosialis merupakan bangsa asing yang secara tidak langsung ingin menjajah negri indonesia. Kita lihat bagaimana kepercayaan bung karno terhadap PKI justru membuat PKI mengadakan pemberontakan. Kita boleh bekerjasama denagn bangsa asing, tapi jangan sampai bangsa asing terlibat terlalu jauh mengenai permasalahan negri kita, apalagi sampai mendikte kita !

    c.Politik Mercusuar
    Dalam politik ini ada segi positif dan segi negatif walaupun lebih banyak sisi negatifnya. Salah satu sisi positifnya menurut saya adanya bangunan – bangunan bersejarah dan megah yang terkenal tidak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia .
    Sisi negatifnya banyak, salah satunya kehancuran ekonomi akibat mementingkan Indonesia dilihat dari luar tanpa mementingkan dalamnya.

    2.Politik luar negri pak Harto
    Pak Harto mengambil kebijakan politik yang berbeda 180º dengan Bung Karno. Jika Bung karno pro sosialis maka Pak Harto pro Liberalis, walaupun dibuku – buku sejarah di anggap memurnikan politik luar negri bebas aktif. Kelebihannya adalah bagaimana pak Harto membuat Indonesia kembali menjadi anggota PBB sehingga lebih mudah mengadakan kerjasama dengan negara lain. Kekurangannya adalah kesalahan dalam mengambil sikap menghadapi peluang kerja sama dengan bangsa lain. Bukannya mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan malah membuat hutang luar negri yang puncaknya Indonesia mengalami krisis moneter 1997.

    Nah mengenai kebijakan politiknya presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, terutama soal nuklir Iran saya sangat setuju dan mendukung kebijakkannya. Seperti yang telah saya singgung di atas, bangsa asing, terutama AS tidak senang melihat negara – negara yang mengalami kemajuan lebih dari mereka untuk itu AS berusaha semaksimal mungkin untuk menghentikan kemajuan suatu negara, salah satunya Iran.
    Untungnya, Mahmoud Ahmadinejad tidak seperti Pak Harto yang tunduk pada negara barat, tetapi seperti Bung karno yang dengan tegas mengatakan kepada dunia bahwa Iran tidak akan menghentikan program nuklir. Bahkan tidak seperti bung Karno Mahmoud Ahmadinejad dapat menjalin kerja sama yang baik dengan negara lain namun dia tetap memegang kendali kendali pemerintahannya dan seluruh rakyatIran mendukungnya!

  31. Asslamualaikum. WR.WB

    A. Pola Politik Presiden Soekarno

    pola politik yang digunaka oleh soekarno cenderung keppda politik beraliran kiri hal ini bisa kita lihat dari jargon “Nasakom” dimana soekarno memberikan kebebasan bagi komunis,Dalam politik ini ada segi positif dan segi negatif walaupun lebih banyak sisi negatifnya. Salah satu sisi positifnya menurut saya adanya bangunan – bangunan bersejarah dan megah yang terkenal tidak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia .
    Sisi negatifnya banyak, salah satunya kehancuran ekonomi akibat mementingkan Indonesia dilihat dari luar tanpa mementingkan dalamnya.

    B. Poilitik Presiden Soehato
    sedangkan mengenai politik yang digunakana oleh soeharto adala politik bebas dengan bersyarat dan harus seragam, hal ini kita bisa lihat pada pendirian sebuah golongan yaitu golongan karya. Sedangkan politik luar negeri yang digunakan soeharto pada awalnya lebih cenderung kepada barat atau “amerika” sedangkan diakhir masa kepemerintahannya soeharto cenderung memusuhi barat. hal ini bisa kita lihat pada embargo senjata kepada indonesia. Jika Bung karno pro sosialis maka Pak Harto pro Liberalis, walaupun dibuku – buku sejarah di anggap memurnikan politik luar negri bebas aktif. Kelebihannya adalah bagaimana pak Harto membuat Indonesia kembali menjadi anggota PBB sehingga lebih mudah mengadakan kerjasama dengan negara lain. Kekurangannya adalah kesalahan dalam mengambil sikap menghadapi peluang kerja sama dengan bangsa lain. Bukannya mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan malah membuat hutang luar negri yang puncaknya Indonesia mengalami krisis moneter 1997.

    C. Ahmadinejad
    Sedangkan Ahmadinejad Sedangkan Presiden Ahmadinejad adalah sosok pemimpin kuat yang pantas disandingkan dengan Presiden Sukarno. Beliau tidak gentar dan berani menghadapi ancaman dari negara-negara Barat.Jika di bandingkan dengan Mahmoud Ahmadinejad, saya rasa Ia adalah orang yang sangat mirip denagn Bung Karno, Ia sangat sadar akan Kekayaan alam bangsanya, dan ia sangat memperjuangkannya.cenderung mengarah kepada komunis, hal ini bisa kita lihat kepada keseragaman dan kerjasama yang dilakukan cenderung kep
    ada negara komunis seperti rusia dan libia

  32. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Politik luar negeri Sukarno dan Soeharto sudah jelas berbeda. Perbedaan yang mendasar yang membedakan ialah sukarno menganut sistem politik mercusuar. sedangkan soeharto politik luar negri bebas aktif yang tidak memihak pada blok manapun.
    sekarng kita berbicara mengenai sukarno. sukarno memerintah dengan berani, pada masa pemerintahannya indonesia maju dan berkembang. indonesia dihormati dan ditakuti oleh bangsa barat. karena saat itu kekuatan tempur indonesia, terkuat ke-5 di asia tenggara. sistem politik yang di terapkan sukarno sangatbaik, tapi karena sistem inilah sukarno jatuh dari kursi kepresidenan. karena politik ini menapilkan kesuksesan namun teryata masih banyak masalah yang belum teratasi.tetapi walau begitu menurut saya politik sukarno lebih membanggakan untuk indonesia.
    sekarang kita berbicara mengenai soeharto. soeharto menjadi presiden karena supersemar.soeharto adalah presiden yang memerintah secara otoriter tapi soeharto sangat dekat dengan para pemimpin negeri barat.dibalik itu semua indonesia jg mengalami kemajuan, seperti kemajuan di bidang pertanian. namun sekali lagi karena politik luar neeri ini lah presiden soeharto turun dari kursi kepresidenan. karena soeharto terlalu banyak menjual aset negara shg negara mengalami krisis ,dan banyak demo dimana-mana.
    dan sekarang kita akan berbicara mengenai Mahmoud Ahmadinejad. menurut saya dia adalah presiden yang setipe seperti sukarno, berani, tegas dan tidak takut terhadap ancaman. wlaupun selama ini amerika selalu mengancam, tapi ia masih tetap pada pendiriannya.

    demikianlah komentar saya

    wAssalamualaikum Wr. Wb.

  33. Assalamualaikum Wr.Wb

    Menurut saya,politik antara Soekarno dan Soeharto memiliki banyak sekali perbedaannya.
    Bung Karno dengan ucapannya yang terkenal, yang mengatakan bahwa Revolusi belum selesai. Ia juga terkenal dengan politik mercusuarnya. politik ini memiliki baik segi positif maupun negatifnya. Segi positifnya mungkin dapat kita lihat dari banyaknya bangunan-bangunan yang megah. Namun segi negatifnya juga jelas sangat terlihat, seperti mercusuar, yaitu hanya tampak terang dari jauh. Sementara terdapat kehancuran perekonomian akibat terlalu mementingkan tampak luar daripada dalamnya.
    Namun,Soekarno juga terkenal sebagai sosok yang teguh akan pendiriannya.Beliau ingin bangsa Indonesia maju sejajar dengan bangsa2 maju lainnya tanpa bantuan dari negara lain.Beliau tidak mudah percaya pada bangsa asing.Beliau juga menolak bantuan-bantuan dari negara asing seperti AS,karna beliau tidak mau Indonesia dijajah oleh bangsa asing. Bahkan beliau ingin menasionalkan bangsa-bangsa asing seperti Amerika. Hal ini menyebabkan beliau disegani sekaligus dipandang sebagai ancaman bagi bangsa asing.

    Berbeda dengan kepemimpinan Soeharto.Kepemimpinan Soeharto menjalankan sistem politik luar negri bebas aktif,yang dapat melakukan kerja sama dengan negara lain. Hanya saja dalam kasus Soeharto, Soeharto malah terlalu tunduk pada AS. Hal ini sangat bertentangan dengan Soekarno yang ogah tunduk kepada kaum-kaum kapitalis.dan karena itulah sekarang bangsa kita adalah bangsa penikmat hasil produksi asing.YAng tentunya adalah sesuatu yang tidak menguntungkan bagi negara kita, dan hanya menguntungkan bagi negara asing.Suatu kebodohan dan kesalahan masa lampau yang terus berlanjut hingga kini.Positifnya dari pemerintahan Soeharto adalah mungkin dengan perekonomian Indonesia yang membaik namun tetap saja dibarengi dengan korupsi yang merajalela dimana-mana. Terdapat kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Si kaya makin kaya, sementara si miskin tetap miskin.

    Terlepas dari kekurangan dan kelebihan para dua mantan penguasa RI itu, saya pribadi lebih memilih cara kepemimpinan dari Soekarno. Beliau tampak sangat teguh akan pendiriannya,dan tidak mau melihat Indonesia dijajah oleh pihak Asing yang tidak bertanggung jawab, yang hanya ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya semata.Beliau memikirkan cara agar Indonesia dapat menjadi negara maju yang disegani dan dihormati oleh pihak asing, dan bukannya menjadi terpuruk dan dipandang remeh dengan hutang yang menggunung seperti sekarang.Beliau tidak mudah percaya dan tunduk pada bangsa asing.

    Sementara menurut saya, Mahmoud Ahmadinejad memiliki persamaan dengan Soekarno. Beliau teguh pada pendiriannya,dan beliau dengan berani menghadapi ancaman-ancaman dari pihak Amerika.Suatu keberanian yang mungkin sudah jarang ditemukan saat ini.

  34. Pola politik presiden Soekarno dan soeharto sangatlah berbeda karena pada masa pemerintahan presiden Soekarno, pada masa sokarno cendrung mengarah pada sistem politik mercusuar ini ditandai bahwa pada masa pemerintahan bung karno negara indonesia pernah menjadi angkatan bersenjatanya menjadi nomor 2 terhebat di asia. dengan adanya hal seperti ini jelas pada masa pemrintahannya, bung karno ingin menunjukan pada dunia bahwa indonesia itu negara kuat dan ia pun menganut pada nasionalisme dan sangatlah menentang kolonialisme. karena itulah bung karno tidak pernah meminta bantuan dari negara manapun untuk negaranya. Sedangkan pada masa politik luar negeri pak harto sangatlah sering bekerja sama dengan negara-negara asing terbukti dengan adanya produk-produk luar yang ada di indonesia dan bangsa kita menjadi konsumen dari produk-produk asing dan bahkan melupakan produk-produk di indonesia. dari kedua perbedaan pemimpin bangsa indonesia ini maka jelas menurut aku pada masa pemerintahan bung karno lebih bagus, karena kita merasa bangga dengan hasil yang kita dapat dari negeri kita sendiri tanpa bantuan negara asing. menurut aku pada masa ahmadinejad dalam masalah pembuatan nuklir di iran menurut saya sangatlah bagus karena pihak amerika sangatlah biadab tidak boleh ada negara yang boleh menyaingi negaranya itulah sifat ketakaburan rakyat amerika yang haru diberantas dari akar-akarnya dan aku sangatlah mendukung perbuatan presiden ahmadnejad yang hampir sama dengan bung karno yang bangga akan bangsanya sendiri. sekian terima kasih kurang lebihnya mohon dimaafkan.

  35. Menurut saya politik luar negeri yang lebih membanggakan pada masa pemerintahan Soeharto. Karena pada masa pemerintahannya keadaan ekonomi di Indonesia mengalami kenaikan yang pesat dibandingkan pada masa pemerintahan Sukarno. Tetapi terdapat kelemahan pula pada pemerintahan Soeharto. Indonesia pada saat itu banyak memliki hutang kepada luar negeri. Dan pada saat itu juga, banyak pejabat negara yang melakukan tindak korupsi. Tetapi Soeharto pada saat itu mampu membuat rakyat Indonesia lebih makmur dan sejahtera. selain itu pada masa soeharto banyak kerjasama dengan pihak asing yang menguntungkan indonesia serta harga kebutuhan pokok serta nilai mata uang rupiah yang cendrung stabil pada masanya membuat rakyat indonesia hidupnya lebih makmur di bandingkan dengan sukarno yang sering terjadi inflasi pada masa pemerintahannya . hingga akhir pemerintahannya , soeharto telah berjasa banyak di bidang pembangunan .jadi, menurut saya politik bebas aktif yang dipilih oleh Soeharto sangat sejalan dengan keadaan bangsa Indonesia pada saat itu dan sampai sekarang.Dan politik bebas aktif tersebut dapat mempererat hubungan antar negara-negara di seluruh dunia dibanding dengan politik mercusuar yang dipilih oleh Sukarno yang hanya mementingkan kepentingan negara dari pada kepentingan rakyat. Akibat adanya politik mercusuar banyak rakyat yang mengalami kemiskinan .
    Mahmoud Ahmadinejad adalah presiden Iran. Beliau adalah presiden yang sangat sederhana tidak bergelimpangan harta. Beliau juga dosen dari salah satu universitas di Iran. dia hidup hanya dari gajinya sebagai dosen. dan gajinya sebagai presiden sepenuhnya hanya untuk kepentingan rakyat semata. pola politik Mahmoud Ahmadinejad,ia menerapkan politik yang hampir sama dengan sukarno, yang program nuklirnya ditentang oleh amerika, tetapi ia tetap meneruskan program tersebut . walaupun mendapat banyak kecaman dari perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan negara lainnya. Negaranya dimusuhi oleh blok barat tetapi dia tetap dapat melakukan proses demokrasi secara damai dan aman

  36. Menurut saya jelas sekali berbeda antara politik luar negeri yang dilakukan oleh Bung Karno dengan Pak Harto..

    Bung Karno
    Jelas sekali beliau bukan orang yang mau bekerja sama dengan para pemimpin dari negeri Barat. Beliau adalah sosok pemimpin yang condong bekerja sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari negeri barat, kalaupun ia ingin meminta bantuan beliau condong meminta bantuan pada negeri timur. Namun bukan manusia jika ia tidak memiliki kekurangan, tentu ada kekurangan yang dimiliki oleh bung Karno. Salah satunya adalah politik mercusuarnya yang berakibat fatal pada dirinya maupun kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Akibat/dampak negatif dari politik yang dijalankan oleh bung Karno ini adalah ketidakstabilan harga barang yang terjadi di Negara ini. Dan juga hampir tidak adanya kerjasama yang terjalin antara Indonesia dengan Negara lain. Tapi kita juga tidak boleh melupakan jasa dari bung Karno, tidak sedikit juga jasa yang diberikanya. Salah satunya adalah beliau sempat menjadikan Tentara Negara Indonesia (TNI) sebagai pasukan terkuat ke 2 di wilayah Asia.

    Pak Harto
    Berbeda dengan bung Karno, pak Harto adalah pemimpinyang gemar melakukan kerjasama dengan Negara Barat. Beliau banyak melakukan kerjasama dengan Negara Barat, contohnya pada zaman pemerintahan beliau banyak sekali produk-produk Negara Barat yang masuk dan beredar di pasaran , berbeda sekali dengan pada zaman kepemimpinan bung karno yang mengutamakan produk dalam negeri yang banyak beredar di pasaran. Tentu dampak ini banyak merugikan produsen-produsen Indonesia yang barang hasil produksinya hamper tidak laku di pasaran. Belum lagi banyaknya pinjaman-pinjaman yang dilakukan oleh pak Harto pada masa kepemimpinanya, dampak dari banyaknya pinjaman ini dapat kita rasakan sekarang. Negara ini sering mengalami ketidakstabilan ekonomi. Naik turunya harga kurs rupiah, hutang-hutang yang tidak ada habisnya, dan banyaknya penjualan asset-aset berharga Negara ke Negara asing guna menutupi hutang Negara ini. Tapi bukan karena pak Harto juga Negara Indonesia dapat melakukan perkembangan ekonomi dan pembangunan yang sangat pesat. Selama 32 tahun beliau memimpin Negara ini, banyak sekali pembangunan yang terjadi. Indonesia disulap menjadi Negara berkembang yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Pembangunan-pembangunan terus dilakukan oleh pak Harto, jalan tol, jembatan, dan jalan-jalan yang ada di Negara ini dapat kita rasakan bersama sekarang. Hanya yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita/Negara ini cara untuk menutupi hutang yang dimiliki Negara ini. Sebagai generasi penerus harusnya kita mampu membalas jasa para pahlawan mungkin dengan cara menutupi hutang yang sebenarnya kita tidak tahu atau tidak pernah berhutang kepada siapa?

    Jika ditanyakan membanggakan siapa, tentu saya akan menjawab bung Karno, karena di bawah kepemimpinan beliau Negara ini disulap menjadi Negara yang mandiri dan disegani oleh Negara lain.

    Menurut saya presiden Iran mirip dengan bung Karno, tetapi bukan secara fisik melainkan cara bagaimana ia memimpin negaranya. Ia memimpin Negara Iran dengan caranya, ia tidak mau menjadikan Negara Iran menjadi atau seperti Negara-negara lain yang tunduk kepada kekuasaan Negara Barat. Tentu saja banyak yang menentang cara beliau memimpnin negaranya. Terutama Negara Amerika Serikat, Negara ini lewat presidenya G.W.BUSH, secara terang-terangan mengecam cara kepemimpinan dari Presiden Negara ini. Banyak upaya yang dilakukan Negara barat untuk menjatuhkan presiden Irak ini. Namun kegigihan dari presiden Irak ini sendiri pun yang mampu membuat beliau bertahan dari kecaman-kecaman yang dilakukan oleh Negara-negara barat. Sebagai umat Islam saya tentu akan mendukung daya dan upaya dari Presiden Irak ini dalam menjaga dan melindungi agama Islam dari negara Barat.

  37. Saya lebih bangga politik luar negeri sukarno daripada suharto,karena terdapat banyak sekali perbedaan,sukarno dengan semangat nasionalismenya yang berapi-api,dengan berani melawan ketidakadilan imperialisme barat,meskipun pada masa pemerintahanya banyak sekali hambatan dan tantangan yang berat,namun ia tetap berjuang demi Negara yang dicintainya,sedangkan pada masa suharto perekonomian meningkat,namun suharto gila jabatan,dia berkuasa lebih dari 32 tahun,sehingga tidak heran suharto telah menetapkan system korupsi dan manipulasi politik

  38. Menurut saya politik luar negeri Bung Karno lebih membanggakan dibadingkan politik luar negeri soeharto karena politik luar negeri sukarno tidak bertentangan dengan asas kemandirian bangsa Indonesia sedangkan Soeharto lebih mengandalkan bantuan dari negara-negara asing. Hal itu sangat bertentangan dengan gerakan non-blok yang telah dibangun oleh Sukarno.

    Menurut saya kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad tidak berbeda jauh dengan Sukarno karena beliau adalah sosok pemimpin yang tidak takut melawan bangsa-bangsa asing yang sifatnya selalu ingin menjajah tetapi jika dibandingkan Sukarno saya kebih memilih politik luar negeri Bung Karno karena beliau memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap negara beserta isi-isinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s