XII IA-4

Pada masa pemerintahan Soekarno, Indonesia pernah berencana melakukan nasionalisasi terhadap berbagai perusahaan asing yang ada.

Menurut anda, apakah hal itu memang benar-benar rencana yang baik bagi Indonesia, atau malah sebaliknya rencana yang tidak berguna dilakukan! Coba anda bandingkan dengan apa yang dilakukan saat ini oleh Hugo Chavez (Venezuela) dan Evo Morales (Bolivia)!

This entry was posted on Agustus 16, 2007, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. 47 Komentar

47 thoughts on “XII IA-4

  1. Menurut saya,hal itu baik dilakukan sebagai pendorong bangsa Indonesia untuk lebih maju ke depan. Sehingga pemiliknya tidak didominasi bangsa asing. Kita juga harus ikut bersaing dalam melakukan aktivitas tersebut. Sehingga jadilah negara ini milik “Bangsa Indonesia” dan tidak selalu bergantung kepada bangsa lain.

  2. Assalammualaikum Wr. Wb.
    Menurut saya,hal itu baik dilakukan sebagai pendorong bangsa Indonesia untuk lebih maju ke depan. Sehingga pemiliknya tidak didominasi bangsa asing. Kita juga harus ikut bersaing dalam melakukan aktivitas tersebut. Sehingga jadilah negara ini milik “Bangsa Indonesia” dan tidak selalu bergantung kepada bangsa lain.
    Demikian komentar saya, apabila ada yang tidak berkenan mohon dimaafkan.
    Wass

    Wishnu Triananda (XII IA 4)

  3. Menurut saya,rencana nasionalisasi terhadap perusahaan asing tersebut, ada baik dan buruknya. Nasionalisasi pada saat itu cukup dibutuhkan, karena pada saat itu ekonomi di Indonesia belum stabil, maka rencana tersebut dapat mencegah adanya monopoli oleh perusahaan asing yang ada di Indonesia agar perusahaan asing tidak merajai perdagangan di Indonesia. tetapi, menurut saya tidak semua perusaan asing dapat dan mau dinasionalisasikan. hal itu dapat berpengaruh pada pandangan perusahaan asing lain yang ingin berinvestasi di Indonesia. sebab, mereka beranggapan bahwa mereka tidak bebas mengembangkan usaha mereka di negara kita pada saat itu. sedangkan, pada saat itu kita membutuhkan kepercayaan dari negara lain, untuk meningkatkan stabilitas ekonomi dengan menarik para inventor dan perusahaan asing ke negara kita.

  4. mnurut saya, rencana Indonesia untuk menasionalisasikan perusahaan asing ada sisi positf dan negatifnya.
    Dilihat dari sisi positif. bangsa Indonesia dapat lebih mandiri dan tidak bergantung oleh bangsa lain.Karena kondisi ekonomi Indonesia pada saat itu diibaratkan seperti “air di daun talas” yang artinya masih belum stabil.
    Sedangkan dilihat dari sisi negatif,setiap bangsa yang baru berkembang akan lebih baik jika menjalin kerja sama dengan bangsa lain.Karena dapat memudahkan dalam pergaulan internasional.

  5. Menurut saya, tidak mungkin ada pembangunan nasional jika tidak dilakukan nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan asing.Tuntutan nasionalisasi tidak bisa dipisahkan dari perjuangan politik untuk memisahkan negara dari modal monopoli asing. Tetapi selama keadaan politik memungkinkan, tindakan-tindakan nasionalisasi sebagai pelaksanaan tuntutan bagian daripada seluruh bangsa, mempunyai arti yang besar untuk menghidupkan kembali ekonomi yang sudah dirusak oleh restriksi-restriksi (pembatasan-pembatasan) kapitalis monopoli-monopoli dan yang sudah dibinasakan oleh pendudukan fasis Jepang dalam perang dunia kedua.
    Nasionalisasi mempunyai sisi negatif dan positifnya. Jika suatu negara akan mengadakan nasionalisasi maka harus ada Undang-Undang yang mengatur karena sesuai dengan bab V Perlakuan terhadap Penanaman Modal pasal 7 ayat 1. Jadi sisi positifnya adalah nasionalisasi digunakan untuk membangun ekonomi yang sudah terpuruk dan dapat memakmurkan masyarakat asalkan terdapat Undang-Undang yang mengaturnya. Sedangkan sisi negatifnya adalah dapat membuat perusahaan asing membatalkan investasi di Indonesia.

  6. Ass. Wr. Wbr,,

    Menurut saya, rencana untuk me-nasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia saat itu, merupkan pemikiran yang cukup bagus. Mengapa demikian? Karena pada saat itu,, kondisi ekonomi di Indonesia belum bisa dibilang stabil. Bila dibandingkan dengan apa yang telah diperbuat oleh Evo Morales dan Hugo Chavez saat ini,, tentulah itu merupakan suatu rencana yang bagus dilakukan oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi dengan suatu syarat yang mutlak harus dilakukan, yaitu melakukan program itu dengan cara yang bersih, jujur tanpa adanya praktek KKN yang saat itu sudah menjadi kebiasaan para pejabat pemerintahan. Bila satu syarat itu bisa dilaksanakan dengan baik dan didukung dengan suatu rancangan program yang tersusun secara sistematis, sudah barang tentu rencan Presiden Sukarno berguna bagi bangsa Indonesia.

    Demikian komentar dari saya, atas izinnya untuk mempersilahkan untuk mengisi pernyataan ini, saya mengucapkan terima kasih.

    Wass, Wr, Wbr.

  7. Menurut saya baik, karena dengan menasionalisasikan perusahaan asing yang ada di indonesia, pemerintah telah peduli untuk menggembangkan perusahaan disektor BUMN,
    sehingga dapat meminimalisir penggaguran yang ada, dan dapat meningkatkan devisa negara dari perusahaan yang dinasionalisasikan tersebut. kita bisa membandingkan dengan Hugo Chavez (Venezuela) dan Evo Morales (Bolivia) ia menasionalisasikan perusahaan asing yang ada dinegara masing masing, untuk memakmurkan rakyat. dan bisa kita lihat hasilnya sekarang negara venezuela dan bolivia, bisa lebih maju ketimbang indonesia yang dulu lebih makmur dari kedua negara tersebut.

  8. Ass. wr. wb

    Sebelumnya, saya minta maaf dulu ya pak, barang kali komennya gak nyambung.. he.. maklum pak namanya juga pelajar, jadi masih belajar untuk mengomentari.

    Menurut saya, apabila rencana untuk menasionalisasikan perusahaan asing merupakan cara yang baik.
    Hal tersebut dikarenakan, perusahaan asing yang merugikan bagi bangsa Indonesia dapat diatasi.

    Perusahaan asing yang merugikan pada saat itu tidak hanya satu, atau dua tapi banyak sekali, karena bangsa Indonesia yang baru merdeka secara hukum, masih belum begitu mengerti tentang hal-hal yang dapat merugikan bangsa Indonesia. Misalnya saja, bangsa Indonesia kaya akan sumber daya alamnya, tapi untuk sumber daya manusianya masih sangat minim, sehingga dapat dengan mudahnya perusahaan asing mengeksplor SDA dan merekrut rakyat Indonesia untuk dijadikan budak (mungkin untuk masa ini namanya karyawan) yang disuruh untuk bekerja keras tetapi uang gajinya minim, tidak sesuai dengan pekerjaannya. Dari hal demikian, kita sebagai rakyat Indonesia, tidak mendapatkan hal-hal yang menguntungkan, yang ada kita malah jadi rugi. Terus menerus dibudak bangsa lain di negara sendiri.

    Bila rencana menasionalisasi perusahaan asing diberlakukan, pemerintah dapat berbuat lebih untuk menolong para rakyat itu atau bisa saja pemerintah menutup perusahaan asing tersebut. Sehingga hal-hal yang merugikan setidaknya dapat diatasi sedikit demi sedikit.

    Jika perusahaan asing atau juga investor asing yang tidak mau dinasionalisasikan mengundurkan diri, jangan takut,karena kekayaan alam Indonesia jika diolah dengan benar dan ditangan orang-orang yang benar, hasilnya akan jauh lebih besar dari pada jumlah investasi dari para investor.

    Demikianlah pendapat dari saya.
    Terima kasih.

    Wass. wr. wb

    (Syifa Maulia)

  9. Menurut saya yang sebagai pelajar Pak, nasionalisasi terhadap perusahaan asing yang dilakukan oleh Sukarno ada sisi baik dan buruknya mengingat kondisi Indonesia pada masa itu. Bangsa ini sudah dijajah berabad-abad lamanya. Nasionalisasi tsb memang baik untuk mencegah monopoli maupun intervensi dari negara lain. Namun, pada waktu itu kita adalah negara yang masih sangat muda, mungkin ada baiknya juga apabila ada perusahaan asing yang istilahnya lebih berpengalaman daripada kita menjalankan industrinya disini. Bukan berarti kita menyerahkan perindustrian seluruhnya kepada bangsa asing, apabila begitu, pemerintah harus dengan tegas membatasi kinerja dari perusahaan tsb untuk tidak terlalu mengintervensi urusan dalam negeri. ‘Wewenang’ perusahaan tsb dibatasi hanya untuk menjalankan usahanya saja. Lagipula tidak semudah itu untuk menasionalisasikan perusahaan asing. Tidak semua perusahaan dengan mudahnya setuju akan hal tersebut. Namun alangkah baiknya apabila pemerintah memfokuskan juga terhadap masalah pendidikan karena menurut saya SDM suatu negara amat menentukan berhasil atau tidaknya negara tsb dalam mensejahterakan penduduknya. Bila SDM negara kita sudah terbenahi, kita tidak akan ‘diperbudak’ lagi oleh bangsa lain. Sehingga kita tidak perlu lagi diikut campuri oleh bangsa lain.
    Namun, kita tidak usah bergantung terhadap perusahaan asing tsb..Apabila kita sudah menjalankan pemerintahan yang jujur dan bebas KKN rencana nasionalisasi Sukarno mungkin dapat terealisasi dengan baik.

    Demikian pendapat saya..Maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan. Terima kasih atas kesempatannya.

  10. Menurut saya menasionalisasi perusahaan asing itu berdampak positif bagi bangsa indonesia,karna dapat membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat indonesia serta memberikan kemakmuran pada negara. serta menambah aset negara dan mempersempit jarak kesenjangan sosial di dalam negri.
    Tetapi bukan hanya berdampak positif,itu juga dapat berdampak negatif yaitu:
    -melemahkan kurs mata uang
    -terkucilnya negara tersebut dr pergaulan dunia
    -berkurangnya tenaga kerja ahli di dlm negri
    -hilangnya kepercayaan dari negara luar

    Demikian pendapat dari saya,kurang lebihnya saya mohon maaf…….
    karena saya masih dalam tahap belajar.

  11. Ass. Wr. Wb.

    Menasionalisasikan perusahaan asing pada saat itu merupakan tindakan yang kurang tepat menurut saya. Karena pada saat itu indonesia masih belum berpengalaman untuk mengelola berbagai industri.

    Trims.

    Wass. Wr. Wb

  12. Ass. Wr. Wb.

    Menurut saya rencana Bung Karno untuk melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan asing merupakan rencana yang positif. Karena dengan melaksanakan rencana tersebut Indonesia mungkin akan lebih maju dari negara lainnya. Mungkin di Indonesia tidak ada lagi pengangguran karena tersedianya lapangan kerja yang banyak serta dapat tercapainya kesejahteraan dan rakyat akan makmur. Dengan nasionalisasi tersebut, negara kita juga tidak akan bergantung pada negara-negara yang lain dan mungkin negara kita bisa membantu negara-negara yang lain.
    Tetapi rencana tersebut akan sia-sia jika masyarakatnya tidak mendukung begitu juga kepada pemerintahnya, jika terus-menerus mempraktekan KKN.
    Jadi kesimpulannya rencana tersebut sangat positif tetapi seluruh warga negara juga harus ikut berpartisipasi agar negara Indonesia menjadi maju.

    Demikian komentar saya

    Wass. Wr. Wb.

  13. Assalammualaikum Wr. Wb.
    Dalam menanggapi rencana Presiden Sukarno tersebut, kita harus melihat permasalahan dari dua sisi. Menurut saya, rencana tersebut memiliki sisi positif dan sisi negatif. Rencana tersebut saya anggap positif karena kekayaan Indonesia yang begitu banyak tentu lebih baik apabila bangsa Indonesia sendiri yang mengelolanya. Tetapi, untuk mengelola kekayaan alam tersebut kita membutuhkan perusahaan-perusahaan nasional yang benar-benar amanah. Bukan hanya itu, kita juga membutuhkan pemimpin yang amanah dan berani untuk menolak. Kalau kita melihat kondisi stabilitas politik saat Presiden Sukarno memerintah itu adalah suatu hal yang mungkin, apalagi dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia yang begitu fanatik terhadap Sukarno. Menasionalisasikan perusahaan-perusahaan membuat kita lebih bisa mengontrol sumber daya alam yang kita miliki tanpa campur tangan pihak asing (berdiri di atas kaki sendiri). Ini adalah suatu hal yang sangat menguntungkan bagi kita. Mengapa saya bisa berkata seperti ini ? Sekarang kita lihat kondisi Indonesia, begitu banyak perusahaan asing yang mengelola sumber daya alam manusia. Contohnya PT Freeport, perlu Anda ketahui pajak yang diyarkan oleh PT Freeport untuk pemerintah Indonesia tidak lebih dari 1% dari pendapatannya. Bayangkan berapa banyak emas yang dibawa oleh perusahaan tersebut tiap tahunnya. Ini hanya satu contoh saja. Dan masih banyak lagi perusahaan asing yang mengelola sumber daya alam di Indonesia.
    Sekarang kita beralih ke sisi negatifnya. Seandainya nasionalisasi perusahaan asing benar-benar dilakukan, maka masalah pertama yang akan timbul adalah teknologi yang diperlukan. Pada masa pemerintahan Sukarno teknologi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sangat minim, jangankan untuk mengelola sumber daya alam untuk sekedar melakukan pemerataan pembangunan saja sulit. Kita juga harus melihat kondisi sumber daya manusia saat itu. Tentu ini menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika nasionalisasi perusahaan asing memang ingin dilakukan. Ditambah lagi praktek KKN yang membanyangi bangsa Indonesia. Sudah 62 tahun Indonesia merdeka, tetapi kita masih belum bisa menuntaskan masalah KKN. Dan semua ini akan menjurus ke satu pertanyaan apakah Indonesia sudah siap untuk melakukan hal itu ?
    Bagaikan dua sisi mata uang, setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah tentu memiliki sisi positif dan negatif. Tapi, yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi kebijakan tersebut. Jika kita menganggap kebijakan itu tidak baik, melakukan kritik terhadap pemerintah adalah suatu keharusan. Sepertinya Bung Karno tidak merealisasikan kebijakan untuk menasionalisasikan perusahaan asing karena bangsa Indonesia masih belum siap untuk melakukannya.Dan apakah Indonesia dapat menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing di masa yang akan datang ? Itu adalah tugas kita sebagai generasi muda untuk menjawabnya.
    Tentu tak ada gading yang tak retak. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah atau menyinggung perasaan Anda. Demikianlah komentar saya.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  14. Assalamualaikum Wr.Wb

    menurut saya menasionalisasikan perusahaan asing yang ada itu adalah tindakan yang positif asalkan semua rakyat dapat menyikapinya dengan baik dan pemerintah bangsa dapat membatasi kerja samanya dengan perusahaan asing,jangan sampai perusahaan asing memonopoli perekonomian di indonesia.perusahaan asing dibatasi hanya untuk menjalankan usahanya saja,namun segala wewenang harus tetap di pegang oleh indonesia.
    sebaiknya pemerintah juga harus meningkatkan SDM di indonesia karena keberhasilan perekonomian negara sangat di tentukan oleh tingkat SDM yang tinggi.apabila tingkat SDM di negara kita sudah cukup tinggi maka kita tidak akan di bodohi dan di perbudak oleh bangsa asing.
    Keuntungan yang kita dapat bila bekerjasama dengan perusahaan asing dapat membuka lapangan pekerjaan di indonesia,jadi dapat mengurangi pengangguran yang ada di negara kita.
    Jadi kesimpulaannya menasinalisasikan perusahaan asing adalah tindakan yang baik asalkan pemerintahan dapat di jalankan secara jujur dan terbebas dari KKN,selain itu SDM negara kita juga harus tinggi agar kita dapat menjadi bangsa yang maju dan dapat dikenal oleh seluruh negara yang ada di dunia ini.

    Demikian komentar dari saya,mohon maaf bila ada salah-salah kata.Mohon maklum ya pak,kita kan baru belajar.
    Terima kasih…..

    Wassalamualaikum Wr.Wb

  15. Menurut saya, rencana Presiden Sukarno untuk menasionalisasikan berbagai perusahaan yang ada di Indonesia merupakan sudah menjadi salah satu agenda pemikiran sistem perekonomian yang akan di terapkan di Indonesia. Ini berkaitan dengan peralihan sistem perekonomian pada masa itu yakni, dari sistem perekonomian kolonial menjadi sistem perekonomian nasional. Seharusnya perekonomian nasional merupakan sebuah perekonomian dimana pemilikan, pengawasan, dan pengelolaan di bidang ekonomi berada di tangan golongan pribumi jadi ada pandangan dan usaha untuk mengalihkan modal asing menjadi modal pribumi.Kalau kita melihat apa yang di lakukan oleh Hugo Chavez dan Evo Morales dalam melakukan revolusi di bidang perekonomian mereka telah melahirkan konstitusi
    baru dan kebijakan-kebijakannya telah berhasil membawa perubahan secara struktural pada negaranya masing-masing.
    Menasionalisasikan perusahaan asing pada saat itu bukanlah perkara yang mudah dan sederhana.Hal ini dikarenakan beberapa kendala yang terjadi,yakni :
    1. Jumlah orang Indonesia yang sudah terlatih dan berpengalaman terlalu sedikit untuk dapat melaksanakan kebijakan guna mendorong perkembangan suatu kelas pengusaha golongan pribumi dan mempercepat perbaikan ekonomi.
    2. Perusahaan-perusahaan milik asing dan kelompok masyarakat Tionghoa masih mendominasi sektor-sektor ekonomi modern, sedangkan kaum pribumi tidak memiliki modal yang kuat dan ketrampilan berwiraswasta yang diperlukan untuk dapat bersaing dengan perusahaan asing.
    Mengingat berbagai kendala tersebut maka rencana menasionalisasikan perusahaan asing pada saat itu menurut saya adalah rencana yang sia-sia dan tidak berguna.
    Kesimpulan:
    1.Pelajaran penting dari sejarah pengelolaan sumber daya alam di Indonesia adalah rakyat Indonesia tidak berani untuk mengakses sumber daya alam, posisi rakyat hanya sebagai penonton dan kuli dari penjarahan kekayaan alam di wilayah kelola masing-masing, dan lainnya adalah eksploitasi yang berlebihan dan praktek korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam.
    2. kesadaran rakyat di perlukan untuk mensukseskan program pemerintah.

  16. Ass.Wr.Wb.
    Sebelumnya, saya minta maaf kalo komentar saya kurang-kurang dapat di pahami dan menyinggung.

    Menurut saya, mengenai rencana Bung Karno ingin menasionalisasikan perusahaan asing yang ada di Indonesia sendiri merupakan hal yang positif. Tetapi mengingat SDM yang belum memadai dengan kata lain belum dapat mengolah kekayaan yang begitu banyak di Indonesia.Contoh saja coklat yang ada di Indonesia. Jarang sekali kita menemukan coklat olahan dari Indonesia. Justru coklat yang banyak tumbuh di negara kita di olah oleh negara lain sangat banyak kita temui.Jadi, hal tersebut belum memungkinkan.Apalgi soal KKN yang sangat mendominasikan negara kita ini. Tetapi jika banyak perusahaan asing yang menduduki Indonesia kita pun tidak mendapatkan banyak keuntungkan malah kita banyak tertipu dan di monopolilah ekonomi kita.

    Melihat apa yang di lakukan Hugo Chavez dan Evo Morales dapat melakukan nasionalisasi perusahaan asing dengan kebijaksanaan dan keberanian mereka. Karena, tak mudah dan singkat untuk melakukan segala yang dapat menguntungkan dan memakmurkan rakyat butuh perjuangan yang panjang seperti yang dialami oleh Hugo Chavez.

    Demikian komentar saya.
    mohon maaf dan terimakasih
    Wass.

  17. Ass. Wr. Wb.

    Menurut saya mengenai keinginan Sukarno dalam menasionalisasikan perusahaan asing, lebih condong ke arah positif. Walaupun mungkin masih ada hal yang perlu dikhawatirkan dalam proses penasionalisasian sebuah perusahaan asing. Proses tersebut tidak semudah yang dibayangkan karena negara kita dan negara asing adalah negara yang memiliki kepribadian berbeda dan tentunya sama- sama menginginkan keuntungan atau yang sering disebut simbiosis mutualisme. Jadi kita perlu bekerja keras dalam penyatuan hukum – hukum yang nantinya akan berlaku.

    Sisi positifnya, dengan menasionalisasikan perusahaan asing maka negara ini juga akan memiliki kesempatan yang lebih besar dalam mengembangkan dirinya.Hal ini disebabkan karena sebuah perusahaan asing yang sampai membuka cabangnya di berbagai negara tentunya memiliki tenaga kerja dan daya inisiatif yang tinggi, mereka terbiasa untuk mengerjakan segala sesuatunya sesuai dengan tujuan awal. Tidak seperti masyarakat Indonesia yang kurang memiliki konsistensi dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Perlu diingat bahwa tidak semua masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan seperti itu, sesungguhnya Indonesia kaya akan SDA namun kurang diimbangi oleh SDM yang memadai. Itulah yang menyebabkan perusahaan di Indonesia kurang mengalami kemajuan pada zamannya. Maka sangat bagus jika perusahaan asing lantas dinasionalisasikan agar dapat menjadi contoh dan menambah lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia pada khususnya. Tapi Indonesia tetap harus mempertahankan kekuatannya sebagai tuan rumah, jangan sampai perusahaan asing malah balik memonopoli perusahaan kita (perusahaan Indonesia). Kita juga tidak perlu khawatir apabila perusahaan asing lebih memilih mundur dari perjanjian penasionalisasian, karena ternyata kita masih memiliki banyak kemampuan dalam mengembangkan segala sumberdaya yang ada di tanah air ini Indonesia.

    Sekian komentar yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf.

    Wass. Wr. Wb.

    Dwiki Khrisnawardhani
    XII IPA 4

  18. Assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut saya,rencana sukarno untuk menasionalisasikan perusahan asing sangat bagus sekali,karena dengan itu dapat menumbuhkan perekonomian nasional tanpa campur tangan pihak asing contohnya,PT Freport pada zaman Sukarno mampu mendapatkan keuntungan sebesar 15 kali lipat untuk pemasukan negara,sedangkan pada saat ini Indonesia hanya mendapatkan keuntungan 15%,akibat Suharto yang telah menjual PT Freport ke tangan negara asing.dengan menasionalisasikan perusahaan2 asing di Indonesia ini,ada keuntungan dan kerugian yang di dapat oleh Indonesia.Salah satu dampak kerugianya yaitu pihak asing tidak dapat menginvestasikan modal di indonesia sehingga Indonesia agak tetutup pada pergaulan luar negeri.

  19. ass.Wr.Wb

    Menurut saya, rencana Ir. Sukarno untuk menasionalisasikan perusahahan asing adalah rencana yang bagus. Karena hal itu baik dilakukan sebagai pendorong bangsa Indonesia untuk lebih maju ke depan. Sehingga pemiliknya tidak didominasi bangsa asing.
    Rencana tersebut mungkin akan berjalan lancar jika semua rakyat dapat menyikapinya dengan baik dan pemerintah bangsa dapat membatasi kerja samanya dengan perusahaan asing,jangan sampai perusahaan asing memonopoli perekonomian di indonesia.
    Menasionalisasikan perusahaan-perusahaan membuat kita lebih bisa mengontrol sumber daya alam yang kita miliki tanpa campur tangan pihak asing.

    Demikian komentar saya.

    Wass.Wr.Wb

  20. Ass. Wr. Wb

    Menurut saya, itu merupakan sebuah ide yang brilian.
    Karena, dengan itu, secara tidak langsung Sukarno memerintahkan perusahaan-perusahaan asing tersebut untuk menambah devisa Indonesia. Karena, semua perusahaan yang ada di Indonesia kan membayar pajak. Dan, pajak itu kan untuk Indonesia. Negaranya, dan rakyatnya.
    Selain itu, dengan di nasionalisasikannya perusahaan-perusahaan asing tadi, maka hal-hal seperti yang saudara-saudara kita alami di Irian tidak terjadi.
    Masalah antara pemerintah daerah Irian dengan PT Freeport (kalo tidak salah) yang berebut hasil bumi Indonesia tidak akan terjadi karena perusahaan-perusahaan asing tadi akan tunduk pada presiden.
    Masalah ini terjadi karena ketidakmerataan pembagian hasil alam Irian yang dimonopoli oleh PT Freeport

    Wassalam…

  21. assalamualaikum wr.wb

    pandangan saya mengenai hal ini, hal ini merupakan hal yang baik bagi bangsa Indonesia. karena hal ini bisa menambah lapangan kerja bagi negara kita di saat itu pastinya banyak sekali rakyat indonesia yang masih belum memiliki pekerjaan sehingga rakyat indonesia nantinya bisa bekerja dan mengembangkan sayapnya di pekerjaan.selain itu bangsa indonesia bisa mengembangkan dirinya bekerja sama dengan bangsa lain, dengan hal ini bangsa kita bisa bergaul dengan bangsa lain, dan tidak di kucilkan,sehingga bisa membuat bangsa indonesia dianggap di mata dunia internasional. selain itu menasiolisasikan perusahaan asing di negara kita juga dapat menambah devisa negara,karena hal ini bisa menambah pemasukan negara kita tentunya
    namun disisi lain, jangan sampai dengan penasionalisasian perusahaan asing malah membuat mereka menjadi memonopoli bangsa kita. jadi sebaiknya ada pemantauan dari pemerintah dalam hal ini. sehingga monopoli perusaan asing di negara kita tidak terjadi. dan juga tentunya pemerintah sendiri harus jujur, dan adil. seharusnya pemerintah jangan bertindak KKN sehingga tidak merugikan negara kita.

    demikian pendapat dari saya.mohon maaf bila ada kesalahan. terimakasih

    wassalamualaikum wr.wb

  22. Assalamualaikum wr. wb.

    Menurut pendapat saya, nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan asing merupakan rencana yang sangat baik. Alasannya :
    1. Dapat meningkatkan pendapatan negara. Perusahaan-perusahaan asing di Indonesia yang semula dimiliki Belanda, setelah nasionalisasi menjadi milik negara. Dengan menjadi milik negara, maka pendapatan dari perusahaan-perusahaan yang telah dinasionalisasikan menjadi pendapatan negara sepenuhnya. Dalam perkembangannya, nasionalisasi itu ternyata efektif meningkatkan perekonomian negara.
    2. Dapat mengundang investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Bank-bank asing yang telah dinasionalisasikan (seperti De Javasche Bank yang diubah menjadi Bank Indonesia) secara tidak langsung akan menambah keyakinan & rasa percaya investor asing untuk menanam modalnya di Indonesia. Sebab, bank tersebut dapat memberikan jaminan keamanan terhadap peredaran uang dan saham di Indonesia.

    Demikian komentar saya yang sangat singkat ini. Bila ada kesalahan atau kekurangan, saya mohon maaf.
    Wassalamualaikum wr. wb.

  23. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Menurut saya tindakan yang dilakukan oleh Ir. Soekarno pada saat itu adalah tindakan yang cukup bijak. Mengingat pada saat itu rakyat Indonesia belum memiliki modal yang cukup dan belum memahami secara baik cara untuk mengolah sumber daya yang ada di negeri ini.
    Dengan menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing diharapkan bangsa Indonesia memiliki acuan atau contoh untuk memanfaatkan sumber daya tersebut. Selain dapat memperluas lapangan pekerjaan, hasil yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan tersebut akan lebih banyak yang dapat digunakan untuk kepentingan bangsa Indonesia. Tidak seperti PT.Freeport yang saat ini memanfaatkan begitu banyak sumber daya alam di Papua yang hasilnya hanya digunakan untuk kepentingannya sendiri, sedangkan pajak yang harus ditanggungnya sangat tidak sebanding dengan apa yang didapatnya.
    Sekian pendapat dari saya. Apabila ada kekurangan saya mohon maaf.
    Wassalamu’alaikum wr. Wb.

  24. Assalamualaikum wr.wb
    menurut pendapat saya, nasionalisasi perusahaan asing pada masa pemerintahan Soekarno merupakan ide yang cukup baik, mengapa demikian?hal ini dikarenakan dapat membentuk sistem perekonomian Indonesia yang mandiri tanpa campur tangan pihak asing.Selain itu tidak ada eksploitasi SDA Indonesia oleh pihak asing,dengan demikian hasil keuntungan perusahaan asing dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia tanpa monopoli pihak asing.Disamping itu nasionalisasi perusahaan asing juga dapat menambah devisa negara karena pada saat itu perusahaan milik pemerintah Belanda menjadi milik bangsa Indonesia. tetapi perlu diingat meskipun perusahaan asing telah dinasionalisasi, bangsa Indonesia tetap memerlukan kerja sama dengan bangsa lain mengingat bangsa Indonesia masih memiliki SDM yang terbatas.

    Demikianlah komentar saya yang cukup singkat…maaf ya pak klo misalnya ga nyambung.makasih…

    wass…

  25. Ass.Wr.Wb

    Menurut pendapat saya,rencana nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing merupakan langkah yang positif.Karena sejauh ini menurut yang saya lihat dan dengar,masyarakat yang berada di daerah tempat perusahaan-perusahaan asing berdiri belum mendapatkan keuntungan yang optimal dari adanya perusahaan tersebut.Seperti contohnya di Papua,disana bercokol perusahaan-perusahaan besar dunia(khususnya bidang pertambangan) ternyata masyarakat disana belum merasakan manfaatnya.Di satu sisi para pengusaha bermobil mewah dan berumah megah terus menambah kekayaannya,sebagian besar masyarakat Papua justru sedang memikirkan nasib mereka dengan hanya menggunakan koteka dan pakaian seadanya.Para pengusaha mengeruk harta kekayaan masyarakat,sementara negara kita terus di bodohi oleh pembagian hasil bumi yang ada di Papua.pemerintah seakan tidak dapat berbuat apa-apa guna membela rakyatnya.Hal ini hanya sebagian kecil contoh apabila perusahaan asing memonopoli keuntungan,padahal mereka mendapatkan barang dari negara kita.

    Jika nasionalisasi berjalan,maka negara akan mendapatkan devisa yang besar dari investasi yang di peroleh dari perusahaan asing.Kemudian masyarakat sekitar pada khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya akan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.Namun,untuk saat ini nasionalisasi rasanya bukan merupakan pilihan bijak bagi bangsa ini.Sebabnya adalah kurangnya SDM berkualitas yang ada di indonesia,juga belum timbulnya kesadaran rakyat untuk menjaga dan melestarikan aset-aset negara.

    Tapi nasionalisasi perusahaaan asing tetap merupakan gagasan yang baik apabila bangsa kita sudah siap untuk menanggung segala resiko baik dan buruk yang akan di hadapi nantinya.JIka nasionalisasi di jalankan di saat bangsa Indonesia belum siap,maka bukan mustahil akan nasionalisasi perusahaa asing malah akan menjadi masalah baru yang akan makin menenggelamkan bangsa Indonesia.

    Demikian pendapat saya,kurang lebihnya mohon maaf !

    Wassalamualaikum Wr.Wb

  26. assalamualaikum.wr.wb

    menurut saya menasionalisasikan terhadap perusahaan asing saat itu sangat bagus.jika itu dilaksanakan saat zaman bung Karno mungkin Negara indonesia bisa jauh lebih maju dari pada saat ini.atau bisa saja Indonesia setara dengan negara asia yang maju. Seperti negara jepang,cina dan lain-lain.Asalkan diadakan perjanjian dari kedua belah pihak dan kedua belah pihak tersebut setuju.hal yang tepenting lagi rakyat indonesia mengetahui dan meyetujui tentang hal itu.karena bagaimanapun juga negara indonesia adalah negara yang menganut asas demokrasi, jadi segala keputusan negara itu harus sesuai dengan keinginan rakyat.menasionalisasikan perusahaan asing dapat memberikan keuntungan yang sangat besar.misalnya,masalah ekonomi indonesia bisa dapat menerima bantuan dana untuk pembangunan nasional.dapat mengundang para perusahaan asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.selain itu juga dapat menambah devisa negara.

    Dalam mengadakan suatu perjanjian harus berdasarkan ideologi dan kepribadian indonesia.jangan terpengaruh terhadap budaya asing yang berbeda,membawa pengaruh positif bagi bangsa indonesia dan harus dilakukan pengawasan yang ketat terhadap perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia.hal yang terpenting perusahaan lokal jangan sampai tersingkir dari perusahaan asing.tetapi dapat menambah inspirasi untuk lebih maju dari perusahaan asing.

    Dan hal yang paling utama adalah dalam memajukan bangsa indonesia bukan semata bantuan dari bangsa asing tetapi rasa nasionalisme dan kebersamaan kita dalam menjalankan penbangunan nasional Indonesia.

    sekian pendapat dari saya apabila ada kata-kata yang salah saya mohon maaf dan terima kasih.

    wassalamualaikum.wr.wb

  27. Assalamualaikum Wr. Wb

    Menurut pendapat saya,
    Nasionalisasi yang dilakukan oleh Soekarno termasuk rencana yang baik pada masa itu. Dilihat dari keadaan ekonomi indonesia yang belum stabil pada masa itu. Menasionalisasikan perusahaan asing juga dapat menghindari kita dari eksploitasi SDA di Indonesia. Jika SDA kita di kuasai oleh bangsa asing maka apalah yang tersisa untuk bangsa kita sendiri. Bisa jadi kita hidup miskin dan sangat bergantung kepada bangsa lain. Malah kita yang beli ke mereka (bangsa asing).huhh enak ajah!hehehe

    Sekian pak dari saya, kalo ada kata2 yang salah dimaklumi sajalah. saya kan masi belajar.hehhe.

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  28. Ass.Wr.Wb

    Rencana presiden Soekarno untuk menasionalisaaikan perusahaan asing itu sangat bagus namun jika direalisasikan pada masa itu menurut saya kurang efektif karena pada masa itu Indonesia baru merdeka dan masih perlu mendapatkan bantuan dan dukungan dari negara asing, sedangkan negara tidak mempunyai modal untuk mengolah sumber daya alam yang ada serta SDM yang belum mencukupi. Dalam 4 tahun pertama masa kemerdekaan,Indonesia masih sibuk mempertahankan kedaulatannya terhadap Belanda yang masih enggan melepaskan wilayah jajahannya. Menurut saya setalah keadaan politik Indonesia stabil barulah nasionalisasi perusahhan asing tersebut efektif.

    Namun bila rencana Soekarno dapat dilaksanakan sekarang ini dapat membantu rakyat dari keterpurukan ekonomi dan penjajahan ekonomi yang dilaksanakan oleh kaum kapitalis seperti yang terjadi pada rakyat Papua yang menjadi kuli PT.Freeport. Dalam pengelolaan sumber daya alam di negeri ini rakyat tidak berdaya untuk mengaksesnya, posisi rakyat adalah penonton dan kuli dari penjarahan kekayaan alam dan eksploitasi yang berlebihan serta praktek korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam.

    Pelajaran penting dari banyak negara seperti kebijakan Hugo Chavez(Venezuela)dan Evo Morales(Bolivia) tidak menarik bagi para pemimpin kita, karena tidak ada kemauan dan keberanian untuk membangun negeri ini dengan mandiri, bebas dari relasi dengan kaum kapitalis. Membebaskan negeri ini dari penindasan dan penghisapan tidak dapat kita harapkan dari para wakil rakyat dan pemimpin.

    Indonesia saat ini semakin jauh dari cita-cita Soekarno yang telah jatuh menjadi salah satu negeri tanpa kedaulatan ekonomi dan politik yang sejati. Dominasi modal asing, ketergantungan ekonomi, kehancuran sumber daya manusia,rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan, dan teknologi, jeratan hutang, antara lain merupakan kenyataan pahit yang puluhan tahun kita harapkan dapat diberantas oleh para pemimpin selama ini.

    Demikian pendapat saya pak… mohon maaf bila ada salah -salah kata dan mungkin ga nyambung…saya kan masih belajar pak…hhe…makasih…

    Wass.Wr.Wb

  29. Assalaamu’alaikum wr.wb.

    Menurut saya, itu merupakan gagasan yang bagus. Akan tetapi itu semua tergantung dari tujuannya.

    Jika hal itu bertujuan untuk memajukan Negara Indonesia, mengapa tidak? karena banyak keuntungan yang dapat diterima oleh bangsa Indonesia, diantaranya: Dapat menambah devisa Negara, menciptakan lapangan kerja baru bagi para pengangguran, meningkatkan kerja sama antar negara, dan lain-lain.

    Jika hal itu bertujuan untuk merugikan bangsa, seperti memonopoli dan menguasai perusahaan lokal Saya sangat tidak setuju. karena bisa saja sampai saat ini negara Indonesia dikuasai oleh perusahaan dari bangsa lain. itu berarti secara tidak langsung negara Indonesia dijajah lagi.

    Jadi, kesimpulannya kalau ingin menasionalisasi perusahaan asing harus diketahui maksud dan tujuannya.

    Itu aja deh. kurang lebihnya mohon maaf.. sampai ketemu pada hari Jumat ya Pak.. da2h..

    Wass…

  30. Ass .Wr .Wb

    Menurut saya cara ini kurang tepat jika digunakan pada zaman soekarno, karena pada zaman itu belum masuk era globalisasi, jadi kita bisa membangun perusahaan nasional yang kuat. Namun, sekarang hal itu sangat diperlukan karena sekarang mulai mendekati era globalisasi sedangkan kita hanya punya beberapa perusahaan nasional yang dapat bersaing dengan perusahaan asing lainnya. Sedangkan di era globalisasi persaingan antar perusahaan antar negara semkin sengit.

    Wass. Wr. Wb

  31. Ass Wr. Wb

    Menurut pendapat saya, menasionalisasi perusahaan asing itu cukup membawa pengaruh positif karena dapat memandirikan perekonomian Indonesia. Tetapi hal itu sangat sulit dilaksanakan, karena Indonesia tidak memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai di bidang perekonomian. Era SBY aja Indonesia masih terpuruk di bidang perekonomian, apalagi era Sukarno yang baru merasakan kemerdekaan.. Kalau kita lihat Venezuela dan Bolivia, keduanya memang bukan Amerika Serikat yang sangat handal atau lebih tepatnya licik di bidang perekonomian. Tetapi Venezuela dan Bolivia bukan Indonesia….
    Maaf Pak, klo jawabannya menyakitkan Indonesia…
    (FIKRI AKHMAD BADRIAN XII IA 4)

    Wass. Wr. Wb

  32. asalamualaikum pa..
    maap2 ni ye..
    kalo menurut saya, rencana itu bagus.tetapi alangkah bagusnya jika dilaksanakan setelah 10 atau 15tahun pemerintahan indonesia.
    kalo baru-baru merdeka,stabilitas ekonomi dan politik masih kacau,belum stabil.jadinya rencana itu tidak berjalan lancar, dan bisa2 malahan membuat indonesia rugi.
    maksud rencana itu baik, agar indonesia tidak tergantung kepada perusahaan asing.jadi indonesia bisa memimpin bangsanya sendiri, bukan dipimpin oleh perusahaan asing.
    nasionalisme itu bisa membuat indonesia menjadi negara maju, karena dengan mengelola sendiri SDA yang indonesia punya, itu dapat menghasilkan produk yang banyak, dan syukur2 bisa di export k luar..
    kalo seandainya tidak jadi,itu bisa membuat indonesia seperti sekarang yang tergantung terhadap negara lain.
    tapi juga kalo masih awal itu dilaksanakan itu membuat soekarno tambah terlihat narsis,karena merasa sangup,padahal ia belum mengetahui keadaan ekonomi rakyat yang sebenarnya..
    truz qt jangan ngikutin orang lain..evo moralez itu sudah di dukung oleh sdm rakyatnya,akan tetapi indonesia pada saat itu belum tentu didukung sdm.

    sekian dari saya..
    sivia nurulliana septianingrum

  33. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Menurut saya, rencana tersebut merupakan rencana yang baik. Khususnya untuk era reformasi seperti sekarang ini. Namun tidak cukup baik untuk era Soekarno. Karena pada saat itu keadaan ekonomi Indonesia belum cukup stabil untuk melaksanakan kebijakan nasionalisasi tersebut. Sehingga dirasakan masih sulit untuk mewujudkannya.

    Tetapi, lain halnya dengan membicarakan masalah keberanian seorang presiden di kala itu. Keambisiusan Soekarno untuk dapat menasionalisasikan perusahaan asing patut mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Disamping kebijakan mengambil keputusan, layaknya negara yang sudah lama merdeka.

    Nasionalisasi malah justru diperlukan pada masa sekarang ini. Kita tidak perlu galak dan terlalu keras seperti Bolivia dan Venezuela menghadapi korporasi asing. Cukup dengan ketegasan, kemandirian, dan komitmen kebangsaan. Kita dapat melindungi dan menomorsatukan kepentingan bangsa di atas kepentingan korporasi asing. Mereka adalah mitra, bukan majikan kita. Namun, kepemimpinan nasional yang ada harus lebih visioner, lebih tegas, dan lebih berani. Kita sudah terlalu lama jadi bangsa miskin di tengah sumber daya alam melimpah. Maka dari itu, marilah kita meneruskan rencana yang tertunda dari masa pemerintahan Soekarno.

    Sekian pendapat saya. Harap maklum ya Pak, jika kurang nyambung.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  34. Assalamu’alaikum

    Menurut saya rencana dari Bung Karno tersebut sangat bagus, meskipun terdapat segi negatifnya. Saya sangat mendukung program itu karena dapat memberikan devisa yang sangat besar bagi negara, kekayaan alam indonesia yang melimpah diolah oleh bangsa sendiri, dan dapat menciptakan lapangan kerja, selain itu perekonomian indonesia tidak lagi bergantung pada pada perusahaan asing lagi. Karena seperti yang kita ketahui bergantung pada negara asing membawa sengsara yang sangat besar buat bangasa. Contohnya seperti meminjam modal. Agama islam tidak memperbolehkan bagi siapa saja untuk berhutang,apalagi sampai-sampai melakukan riba. Tetapi segi positif di atas tidak akan ada jika tidak adanya rasa nasionalisme yang besar dan tidak adanya kerjasama antara rakyat dengan pemerintah. Mungkin kendalanya karena pada waktu itu negara baru saja merdeka, jadi indonesia belum memiliki fasilitas yang bagus, apalagi SDM yang berkualitas.Pendapat saya lebih baik rencana itu dilakukan pada 15-20 kedepan sehingga dapat mempersiapkan fasilitas dan SDM yang sangat berkualitas.

    Kira-kira cuma segitu Pak pendapat saya,maklumin aja kalo salah.

    Wassalamu’alaikum

  35. assalamu’alaikum

    kalo menurut saya ya pak,rencana Bung Karno untuk menasionalisasikan perusahaan asing itu sangat bagus.supaya nanti ekonomi Indonesia tidak dikuasai oleh orang asing.tapi dari kebijakan tersebut ada resiko yang harus diperhitungkan.salah satunya adalah karena Indonesia merupakan negara yang baru merdeka,dan belum memiliki pengalaman dan prestasi yang memuaskan dalam bidang ekonomi.selain itu pada saat pemerintahan Bung Karno,pendidikan yang di dapat oleh masyarakat di Indonesia dirasa belum terlalu cukup untuk menggerakkan perusahaan.belum lagi pemerintahan yang pada saat itu masih kacau,justru akan menambah masalah.

    jika dibandingkan dengan venezuela,jelas berbeda jauh.karena negara tersebut mungkin sudah memiliki SDM yang cukup dan pemerintahan yang mendukung.

    cuma segini aja pak yang saya tau.sekian dari saya…

    wassalamu’alaikum wr wb

  36. Assalammu’alaikum WR.WB.
    Menurut saya,nasionalisasi itu baik dilakukan di setiap sektor,baik sektor pemerintahan maupun masyarakat secara umum.Tindakan presiden Sukarno untuk mencoba bernasionalisasi dengan perusahaan luar negeri adalah salah satu usaha untuk mengembangkan negara Indonesia di segala bidang,khususnya di bidang politik, ekonomi, dan budaya.walaupun Indonesia memiliki kepribadian Timur yang baik,namun tidak ada salahnya untuk mengambil referensi dari berbagai negara asing.Selain itu Indonesia juga dapat membuktikan pada bangsa asing lainnya bahwa memang sudah benar-benar merdeka dan berhak untuk menjalin kerjasama dengan seluruh negara di dunia,sehingga indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki peran penting dalam masyarakat dunia.Apalagi Indonesia memiliki SDA yang cukup memadai,dan apabila nasionalisasi sudah sampai dalam sektor pendidikan,maka akan meningkatkan SDM Indonesia.Dengan meningkatnya SDM Indonesia,maka penduduk Indonesia akan dapat memegang peranan dan pengaruh penting bagi pembangunan Indonesia.Mungkin sedikit berbeda dengan pemerintahan Chaves,karena disana sudah berkembang dengan SDA dan SDM yang memadai dan nasionalisasi yang baik.
    Demikian koment saya……maaf banget pak kalo banyak kekurangan.Thank You……
    Wassalamu’alaikum WR.WB.

  37. Menurut saya rencana Soekarno adalah rencana yang bagus. Tetapi pada masa itu masih banyak kendala-kendala yang kurang mendukung apabila presiden Soekarno menasionalisasikan perusahaan -perusahaan asing,yakni:
    Belum banyaknya pekerja Indonesia yang sudah terlatih dan berpengalaman untuk mengelola berbagai industri.
    Rencana menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing adalah hal yang baik, Indonesia bisa menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing apabila kita mempunyai presiden yang mempunyai prinsip-prinsip seperti Evo Morales”Kami tidak akan takut untuk mengambil hak kami”. Maka tidak ada yang tidak mungkin selama kita memperjuangkan apa yang kita punya. Karena kekayaan yang ada di Indonesia adalah kekayaan rakyat Indonesia.

  38. assalamualaikum, wr, wbr,

    Begini, rencana pada zaman pemerintahan Sukarno, tentang menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing yang ada adalah rencana yang bagus bagi bangsa Indonesia. Dengan tidak stabilnya kondisi perekonomian bangsa Indonesia saat itu, diharapkan rencana tersebut dapat membantu menstabilkan perekonomian Indonesia. Barangkali jika rencana tersebut benar-benar dilakukan, manfaat dari rencana itu dapat dinikmati hingga pemerintahan presiden yang sekarang ini.

    Kita jangan dulu membanding-bandingkan dengan Evo Morales dan Hugo Chavez pada saat ini. Karena kedua tokoh tesebut telah memiliki pengalaman dan negara yang sudah cukup “dewasa” dibandingkan dengan Indonesia yang waktu itu baru berusia seumur jagung. Jadi, agar manfaat dari rencana tersebut dapat betul-betul dinikmati oleh bangsa Indonesia, presiden Sukarno harus betul-betul menjalankannya dengan baik.

    demikian pak, komentar dari saya.
    Terima kasih

    Ass,wr,wbr

  39. Assalammu’alaikum WR.WB.
    Menurut saya rencana untuk menasionalisasikan perusahaan asing tersebut sangat baik dilakukan untuk bangsa Indonesia. Karena dengan begitu bangsa indonesia dapat memperbaiki perekonomian yang ada dan bangsa Indonesia tidak bergantung lagi pada perusahaan-perusahaan asing dari berbagai negara. Tetapi pada zaman pemerintahan Soekarno rencana ini kurang tepat dilakukan karena pada saat itu bangsa Indonesia baru merdeka dan SDMnya yang kurang memadai untuk dapat melaksanakan rencana tersebut. Walaupun SDA yang dimiliki bangsa Indonesia memadai.
    Tetapi rencana tersebut akan dapat menghasilkan sesuatu yang dapat memajukan bangsa yang memiliki SDM dan SDA yang memadai agar dapat mengelolanya dengan baik.

    Maaf Pak kalo commentnya cuma segitu, harap maklum….

    Wassalamu’alaikum WR.WB.

  40. Assalammualaikum Wr. Wb.
    Sekedar menambahkan komentar saya yang kemarin, sebenarnya dalam hal tersebut Bung Karno memang cukup berani. Apalagi beliau mempunyai niatan untuk menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing. Tetapi, bila dibandingkan dengan Evo Morales maupun Hugo Chavez Bung Karno nampaknya terkesan kurang realistis. Baik Evo Morales maupun Hugo Chavez melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing karena hal-hal yang mendukungnya seperti sumber daya manusia memang cukup siap. Ditambah lagi etos kerja rakyat yang dipimpin beliau lebih baik dari Indonesia. Apakah hal ini telah dimiliki oleh bangsa Indonesia pada saat itu ? Tentu ini menjadi suatu koreksi terhadap rencana tersebut. Walau bagaimanapun itu hanyalah sebuah rencana. Memang sangat disayangkan rencana itu tidak terwujud, tapi saya yakin Tuhan memiliki rencana yang lain yang lebih baik. Demikianlah tambahan dari saya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  41. Ass.Wr.Wb
    Menurut saya itu tidak baik karena, dengan rencananya itu dia ingin Indonesia dipandang oleh bangsa luar. Tetapi dengan begitu Sukarno pasti akan lebih memikirkan perusahaan daripada rakyat. Jadi menurut saya Sukarno lebih baik memikirkan rakyat dengan cara meningkatkan perekonomian di bidang pangan yang saat itu sangat dibutuhkan oleh rakyat.

  42. ikutan ya….. menurut saya hal itu harus dilihat dari tujuan nasionalisasi tsb. BK melakukan itu krn dlm rangka konfrontasi dgn belanda soal irian barat. hugo chaves dan evo morales melakukan itu demi kesejahteraan rakyatnya. thx.

  43. menurut saya hal tersebut sangat baik bagi indonesia, karena secara tidak langsung dapat membuat indonesia menjadi maju lewat sektor perekonomian. akan tetapi, Soekarno harus memperhatikan juga apakah rakyat indonesia mampu menjalaninya dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s