Archive | November 2007

Takdir Historis Doktrin Karl Marx

Takdir Historis bagi Doktrin Karl Marx

by: Vladimir Lenin (1913)

lenin-1.jpg

Diterbitkan dalam Pravda No. 50, 1 Maret 1913

Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Stepan Apresyan (1963). Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Anonim (November 1998) Diterjemahkan dari teks dalam Marxists’ Internet Archive

Keutamaan doktrin Marx adalah ia memunculkan peran historis kaum proletariat sebagai pembangun masyarakat Sosialis. Sudahkah jalannya kejadian di seluruh dunia memperkuat doktrin ini sejak ia diuraikan oleh Karl Marx? Marx pertama kali mengajukannya di tahun 1844. Manifesto Komunis Marx dan Engels, terbit tahun 1848, memberikan sebuah eksposisi yang integral dan sistematis dari doktrin ini, sebuah eksposisi yang bertahan sebagai yang terbaik hingga hari ini. Sejak itu secara jelas sejarah dunia terbagi menjadi tiga periode utama: (1) dari revolusi 1848 sampai Komune Paris (1871); (2) dari Komune Paris sampai revolusi Rusia (1905); (3) sejak revolusi Rusia. Marilah kita melihat apa yang telah menjadi takdir dari doktrin Marx dalam masing-masing periode ini. Baca lebih lanjut

Marxis Revisionis

Marxisme dan Revisionisme

oleh: Vladimir Lenin (1908)

dari Collected Works, Volume 15, 1918. diterbitkan pertamakali dalam simposium Karl Marx 1818-1883. Tulisan ini dikutip dari Lembaga Penerbitan, Pendidikan dan Pengembangan Pers Mahasiswa (LP4M).

ADA ucapan yang terkenal bahwa jika aksioma geometrikal dipengaruhi upaya-upaya kepentingan manusia pasti ia akan ditiadakan. Teori tentang sejarah alam yang dipertentangkan dengan prasangka teologi lama mendorong, dan masih mendorong oposisi yang paling radikal. Oleh karenanya, tak heran bahwa doktrin Marxian, yang secara langsung mengabdi pada pencerahan dan pengorganisasian kelas maju di dalam masyarakat modern, mengindikasikan tugas-tugas yang dihadapi oleh kelas ini dan mendemonstrasikan pergantian yang pasti (berkat pertumbuhan ekonomi) dari sistem terkini oleh suatu orde baru – tak heran jika doktrin ini harus berseteru dalam setiap langkah maju dalam perjalanan hidupnya. Baca lebih lanjut

Sosialisme Borjuis Kecil dan Sosialisme Proletar

marx-1.jpg

V.I. Lenin, Collected Works, vol. 10, 392). 

Dari bermacam doktrin sosialis, Marxisme-lah yang saat ini paling dominan di Eropa. Perjuangan untuk mencapai masyarakat sosialis hampir sepenuhnya dipahami oleh Marxisme sebagai perjuangan kelas buruh di bawah pimpinan partai-partai sosialis demokrat. Mendominasinya sosialisme proletariat berdasar pada ajaran Marxisme tidak dicapai seketika, tetapi semata setelah terjadi perjuangan panjang menentang bermacam doktrin usang, sosialisme borjuis kecil, anarkisme dan lain-lain. Kurang lebih 30 tahun yang lalu Marxisme tidak dominan, sekalipun di Jerman. Pandangan yang berlaku di negara tersebut bersifat transisi, bercampur baur dengan ekletis, terletak diantara dua arus besar borjuis kecil dan sosialisme proletariat. Doktrin-doktrin yang paling menyebar dikalangan buruh maju di negara-negara Romawi, Perancis, Spanyol dan Belgia adalah Proudhonisme, Blanquisme[1] dan anarkisme yang nyata-nyata mengekspresikan cara pandang borjuis kecil, bukan proletariat. Baca lebih lanjut

kebebasan

Setiap manusia punya hak untuk mengekspresikan diri, terlepas apakah hal itu pantas atau tidak. Atas nama kebebasan, maka dilarang melarang! manusia bebas berteriak, berlari entah dalam daerah kuasanya maupun daerah publik.

Dengan kata lain, sesungguhnya manusia pada teoritisnya adalah makhluk yang maha-bebas.

Namun, kebebasan yang dipikirkan sejauh pikiran di atas sejauh ini tidak pernah ada. kebebasan hanyalah sebuah ilusi yang menyelinap dalam pikiran dan membangkitkan ego hasrat ke-aku-an yang tidak pernah berakhir. Bukankah pada hal tertentu, kebebasan adalah sesuatu yang terbatas. Kebebasan dibatasi oleh hak individu-per-individu. Dengan bahasa lain, ada perbenturan kebebasan yang mengharuskan seseorang menyerahkan kebebasannya pada orang lain.

Sangat wajar, ketika Sartre, sang filsuf perancis memberi peringatan dini kepada kita agar melihat orang lain sebagai neraka. Neraka, karena oranglain membuat kita terbatas dan mengubur kita dalam impian kosong kebebasan.

Sejauh kita melihat orang lain, maka sejauh itu pula tidak ada kebebasan. kebebasan harus tunduk dibawah hukum moral dengan penghormatan hak kehormatan oranglain. itulah  kebebasan yang sungguh kita dapatkan hari ini dan hari esok.

 Jadi, masih pantaskan kita berteriak meminta kebebasan yang absurd!

Sesekali, mungkin patut pula kita meniru kisah narcissus. narcissus adalah seorang yang mengagumi dirinya ketika ia bercermin diatas air, sehingga ia jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Saat jatuh cinta itulah, ia tidak melihat alternatif lain yang patut ia cintai selain dirinya sendiri. Dan kelak, iapun mati jatuh kedalam air dalam kekaguman yang tiada bertepi. Pada akhirnya, kecintaan diripun dikorbankan kepada air sebagai cermin yang pecah. Sebagai kotak pandora yang membuka bencana pada sesuatu rahasia.

Masihkan berfikir akan kebebasan (dan ke-aku-an)?