Menjadi Manusia

Manusia adalah makhluk yang tercipta dalam paketan tertentu. Bagaimana tidak! setiap saat, manusia senantiasa mencitrakan paket yang pantas untuk dirinya. Entah paket menjadi makhluk yang serba baik, atau serba jahat, atau bahkan kedua-duanya. Tapi toh, paketan apapun yang dihasilkan, hal itu muncul karena alasan “kebaikan” yang diciptakan semasuk akal mungkin.Kebaikan macam apa? apakah kebaikan itu memiliki cabang dan dimengerti berbeda?

Ya, kebaikan memang macam-macam adanya, kadang dimengerti kadang tidak. Namun siapapun didunia ini merasa cukup berhak, bahwa hanya dialah yang mengerti perihal kebaikan, paket yang baik-baik. Sedang orang lain, jangan ditanya, pasti jawabannya tidak! Dan senjata utama sang manusia, lagi-lagi adalah pemahaman mengenai bagaimana ia memaket dirinya.

Setiap waktu, lihatlah paketan manusia berjalan didepan anda. Lewat ucapan selamat pagi, nyanyian sumbang, omelan, ujaran, bau parfum yang sumringah maupun paket-paket lainnya.

Setiap waktu, manusia selalu memaket diri, sesuai dengan yang diinginkan lingkungannya. manusia mengatakan yang “baik”, bukan karena baik. Namun karena masyarakat menganggapnya baik. Dalam masyarakat yang memiliki pengetahuan bahwa 1+1 = 20, maka menjawab 2 adalah suatu tindakan subversif.

Lantas, apa yang mesti kita lakukan dengan paket kemanusiaan tersebut? aku kira, jawabannya adalah: mari kita melakukan dekorasi ulang terhadap nilai-nilai yang ada dimasyarakat. Sudah saatnya kita mencipta nilai yang baru, bukan sekedar membebek pada yang sudah mapan.

Kemapanan adalah kebodohan!

Sudah saatnya, masa depan peradaban kita cipta dan citrakan mulai hari ini. aku yakin, dunia akan tampak jauh lebih indah

fakulteit leterren, universiteit indonesie,

desember 2006

 ______________________________________________________________

Baiklah, marilah membaca blog ini dengan mata sedikit menatap, kemudian sedikit tersenyum dan sedikit berkomentar.

Blog ini serba menyediakan yang sedikit, karena penulisnya baru saja sedikit belajar menjadi manusia. karena manusiawilah, sesuatu yang sedikit. karena yang banyak hanyalah milik sang khalik-si empunya yang banyak, kebenaran.

Sertakan dibibir anda sedikit senyum, maka madu akan berhimpit pada kedua ujung bibir anda, membuat anda sedikit lebih manis dari biasanya. Dan itulah tujuan sang fakir ini, menyertakan sedikit pengetahuan agar kita semua tidak hanya belajar dari mencibir saja.

Tulisan yang terkumpul di blog ini, adalah sebuah sajian untuk tuan-puan sekalian. Sajian yang kelak memuaskan rasa haus akan dahaga ketidak-tahuan yang tak pernah berujung. Sang-Fakir ini belum banyak berfikir. Maka untuk itu, terdapat tulisan beberapa sang cerdik-pandai maupun sang-pelaku, yang lebih memiliki kredibilitas keilmuan dan dapat dipercaya.

Akhirnya, Sang-fakir ini ingin berpesan, bacalah! hanya dengan membaca dunia akan terasa lebih lapang untuk ditinggali. Hanya dengan membaca, kita, umat manusia akan lebih beradab dan bijaksana, sehingga benar-benar menjadi manusia. Hanya dengan membaca, maka blog ini akan berguna.

Selamat, dan nikmatilah menjadi manusia.

Sang, Fakir, 

Humaidi

17 November 2006

didi_kiribgt@yahoo.com

nb:

terimakasih atas segala inspirasiku:

Muhammad SAW, Ali ibn Abi Thalib, As-Syafi’ie, An-Nawawi, Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Hallaj, Ibn Thufail, St Thomas Aquinas, Wilhelm Frederich Nietszche, Richard Wagner, Sartre, Pablo Nerruda, Chopin, Queen,Tan Malaka, Sukarno, Bunda Theresa, Zack de la Rocha, Abdurrahman Wahid, detektif Conan, Hugo Chavez, Ahmadinejad, sangmalam, kesepian, kopikentalhangat dan gorengantahunikmat.

blog ini sangat sederhana!

1 Komentar

One thought on “Menjadi Manusia

  1. bukan yang terbaik, atau yang menginspirasikan jiwa kala bersungut dengan yang namanya hidup; tapi setidaknya bisa membuat berhenti sejenak memikirkan, “oh iya ya..” jadi terus berkabuat dengan kata-kata, jauh dari pujian, ngaak dianggap iya. Tapi percayalah, ada yang menengok meski ngaak rutin. Kebaikan sekecil apapun (menghapus umbe’l orang yang ada dijalan, biar orang ngaak jijik, misalnya) tetaplah sebuah kebaikan. Kata gusti Allah, itu akan direkapitulasi. Kalo percaya……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s