Tragedi Aru

MENGENANG TRAGEDI DI LAUT ARU


Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat, yang merenggut nyawa Komodor Yos Sudarso dan banyak anggota TNI-AL di Kepulauan Aru, 15 Januari 1962, sempat menjadi lembaran kelam sejarah angkatan bersenjata kita. Kini saatnya untuk melihat dengan lebih jernih bahwa pihak TNI-AU, yang dituding sebagai penyebab tragedi karena ketidaksiapannya ikut operasi gabungan itu, tak sepenuhnya patut disalahkan.

Peristiwa di Kepulauan Aru, 15 Januari 1962, sebenarnya telah lama terkubur dalam kotak kenangan “Sejarah AURI/TNI-AU”. Di masa Orde Baru sempat mengemuka kembali karena komentar mantan Ketua DPA Laksamana TNI (Purn.) Sudomo bahwa AURI ternyata tidak siap menghadapi Operasi Trikora. Pernyataan itu menyengat para sesepuh TNI-AU yang sebelumnya – sejak pendiri dan Bapak AURI Laksamana Suryadarma, KSAU sejak 1946, dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya pada 19 Januari 1962 sebagai bukti “kesalahannya” dalam tragedi Aru – lebih banyak diam.Generasi muda TNI-AU pun bertanya-tanya, apakah sedemikian “berdosa” korps dirgantara yang mereka masuki? Tidakkah semua terjadi karena kekacauan politik pada masa itu? Apakah tidak ada “kesengajaan” mendiamkan sebuah peristiwa tertutup kabut tebal sehingga pihak yang mestinya bertanggung jawab bisa bersembunyi dari kesalahan?

Kisah ini dihadirkan kembali bukan untuk menciptakan permusuhan baru, masalah baru, melainkan untuk memberi gambaran yang lebih jelas agar wawasan para prajurit menjadi lebih luas.

Baca lebih lanjut

Revolusi Bolivarian

Lula dan Chavez, Dua Model Pemimpin Kiri

oleh: Diah Marsidi

Luiz Inacio Lula da Silva dari Brasil, Daniel Ortega dari Nikaragua, Rafael Correa dari Ekuador, dan Hugo Chavez dari Venezuela, melengkapi akhir ”tahun kiri”, tampilnya pemimpin-pemimpin kiri di Amerika Latin, menyusul terpilihnya kandidat sosialis Michelle Bachelet di Cile pada Januari 2006.

Baca lebih lanjut

Fasisme

Fasisme: Catatan Kecil dari Ebenstein

Paham fasisme mencuat ketika dimulainya masa Perang Dunia II. Setidaknya perang yang muncul saat itu, terjadi sebagai akibat perkembangan ideology fasis di Italia, Jerman dan Jepang, yang ingin meluaskan pengaruh ekstra-nasionalisnya. Sehabis berlangsungnya Perang Dunia II, ideologi fasisme seakan-akan berakhir, tetapi hal yang terjadi tidak nyata demikian. Sebagai sebuah produk pemikiran, benih-benih fasisme akan terus ada selama terdapat kondisi obyektif yang membentuknya.

Baca lebih lanjut

Machiavelli

Niccolo Machiavelli: Pemikir Jujur Akhir Abad Pertengahan?

Membaca Niccolo Machiavelli, sama artinya dengan melakukan pembacaan terhadap psikologi seorang praktisi dan pemikir politik akhir abad pertengahan. Ia harus kita tempatkan sebagai sosok yang melakukan terobosan baru dalam pemikiran saat itu yang serba dogmatis. Ia tidak hanya berfikir dan bertindak pada masanya, tetapi lebih dari itu, ia menjadi inspirasi –sadar atau tidak- bagi setiap sosok politisi yang ada hingga hari ini. Ada yang beranggapan bahwa ia adalah sosok pemikir atau guru yang “jahat”, tetapi sebaliknya ada juga yang melihat ia sebagai “orang baik”.

Baca lebih lanjut

Pablo Neruda

Pablo Neruda (12 Juli 1904- 23 September 1973) adalah nama samaran penulis Chili, Ricardo Eliecer Neftalí Reyes Basoalto.

Neruda yang dianggap sebagai salah satu penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20, adalah seorang penulis yang produktif. Tulisan-tulisannya merentang dari puisi-puisi cinta yang erotik, puisi-puisi yang surealis, epos sejarah, dan puisi-puisi politik, hingga puisi-puisi tentang hal-hal yang biasa, seperti alam dan laut. Novelis Kolombia, Gabriel García Márquez menyebutnya “penyair terbesar abad ke-20 dalam bahasa apapun”. Pada 1971, Neruda dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra. Baca lebih lanjut

Takdir Historis Doktrin Karl Marx

Takdir Historis bagi Doktrin Karl Marx

by: Vladimir Lenin (1913)

lenin-1.jpg

Diterbitkan dalam Pravda No. 50, 1 Maret 1913

Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Stepan Apresyan (1963). Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Anonim (November 1998) Diterjemahkan dari teks dalam Marxists’ Internet Archive

Keutamaan doktrin Marx adalah ia memunculkan peran historis kaum proletariat sebagai pembangun masyarakat Sosialis. Sudahkah jalannya kejadian di seluruh dunia memperkuat doktrin ini sejak ia diuraikan oleh Karl Marx? Marx pertama kali mengajukannya di tahun 1844. Manifesto Komunis Marx dan Engels, terbit tahun 1848, memberikan sebuah eksposisi yang integral dan sistematis dari doktrin ini, sebuah eksposisi yang bertahan sebagai yang terbaik hingga hari ini. Sejak itu secara jelas sejarah dunia terbagi menjadi tiga periode utama: (1) dari revolusi 1848 sampai Komune Paris (1871); (2) dari Komune Paris sampai revolusi Rusia (1905); (3) sejak revolusi Rusia. Marilah kita melihat apa yang telah menjadi takdir dari doktrin Marx dalam masing-masing periode ini. Baca lebih lanjut

Marxis Revisionis

Marxisme dan Revisionisme

oleh: Vladimir Lenin (1908)

dari Collected Works, Volume 15, 1918. diterbitkan pertamakali dalam simposium Karl Marx 1818-1883. Tulisan ini dikutip dari Lembaga Penerbitan, Pendidikan dan Pengembangan Pers Mahasiswa (LP4M).

ADA ucapan yang terkenal bahwa jika aksioma geometrikal dipengaruhi upaya-upaya kepentingan manusia pasti ia akan ditiadakan. Teori tentang sejarah alam yang dipertentangkan dengan prasangka teologi lama mendorong, dan masih mendorong oposisi yang paling radikal. Oleh karenanya, tak heran bahwa doktrin Marxian, yang secara langsung mengabdi pada pencerahan dan pengorganisasian kelas maju di dalam masyarakat modern, mengindikasikan tugas-tugas yang dihadapi oleh kelas ini dan mendemonstrasikan pergantian yang pasti (berkat pertumbuhan ekonomi) dari sistem terkini oleh suatu orde baru – tak heran jika doktrin ini harus berseteru dalam setiap langkah maju dalam perjalanan hidupnya. Baca lebih lanjut